PR INDONESIA Rilis 3 Buku Baru, Jadi Pegangan untuk Mengikuti PRIA 2027
PRINDONESIA.CO | Rabu, 04/11/2026
PR INDONESIA Rilis 3 Buku Baru, Jadi Pegangan untuk Mengikuti PRIA 2027
Forum PR INDONESIA Communication Outlook 2027 di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
doc/PR INDONESIA

JAKARTA, PRINDONESIA.CO— Praktisi public relations (PR)/humas acap kebingungan merumuskan taktik untuk menyambungkan strategi komunikasi organisasi dengan target capaian jajaran pimpinan. Menjawab hal tersebut, majalah PR INDONESIA meluncurkan tiga buku praktik komunikasi terbaik lintas sektor yang dapat menjadi rujukan panduan strategis para profesional.

Adapun tiga buku tersebut adalah Kumpulan Praktik Terbaik Program Government and Corporate PR, Kumpulan Praktik Terbaik Program Digital Marketing, dan Kumpulan Praktik Terbaik Program Komunikasi CSR and Public Affairs.

Diluncurkan dalam acara PR INDONESIA Communication Outlook (PRICO) 2027, Kamis (29/9/2026) di Perpustakaan Nasional, Jakarta, founder sekaligus CEO majalah PR INDONESIA Asmono Wikan berharap buku tersebut dapat memberikan insight menarik bagi para praktisi PR/humas. “Mudah-mudahan naskah bagus yang ditulis di dalam buku ini memberikan kemanfaatan bagi banyak pihak," ucapnya.

Tujuh Parameter Ketat PRIA 2027

Ketiga buku berdasarkan para pemenang PR INDONESIA Awards (PRIA) 2026 ini dapat menuntun praktisi PR/humas mengenali akar masalah secara presisi karena kemampuan diagnosis awal, mengambil porsi lima belas persen dari total penilaian penjurian pada ajang  PRIA 2027 yang akan berlangsung dalam waktu dekat.

Sebagaimana disampaikan co-founder Trisaska Komunika M. Kh. Rachman Ridhatullah yang akan menjuri di PRIA 2027, pada ajang ini para peserta akan ditantang mengembangkan metode baru yang menyentuh konteks bisnis dan dampak. Oleh karena itu, tegasnya; praktisi komunikasi hari ini wajib memenuhi standar ketat guna membuktikan dampak program terhadap kelangsungan bisnis organisasi. Rachman mengingatkan praktisi PR/humas untuk tidak lagi merasa puas hanya mengumpulkan tumpukan kliping pemberitaan media massa kemudian posting kinerja sebagai laporan kerja harian.

Lebih lanjut, Rachman mengatakan, praktisi PR/humas wajib merancang inovasi program yang terkoneksi langsung dengan skala prioritas bisnis institusi semenjak fase awal penyusunan draf proposal. "Ada kemampuan diagnosis, inovasi dan kreativitas, koneksi dengan skala prioritas bisnis, skala pengukuran terstruktur, narasi sosial, keselarasan sosial & perilaku internal organisasi, dan pemanfaatan teknologi serta AI," tutup Rachman. (Arfrian R.)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI