">
Menyoal Pendekatan Komunikasi Berbasis "Storydoing"
PRINDONESIA.CO | Senin, 02/11/2026
Menyoal Pendekatan Komunikasi Berbasis
CorComm and Government Relation Department Head PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Henrika Kristi di PRICO 2027, Kamis (29/10/2026).
doc/PR INDONESIA

JAKARTA, PRINDONESIA.CO— Menyambut 2027, Corporate Communication and Government Relation Department Head PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Henrika Kristi menyebut, praktisi komunikasi perlu melakukan penyesuaian strategi dan taktik untuk memenangkan hati publik. Menurutnya, organisasi hari ini tidak lagi bisa mengandalkan narasi sepihak tanpa bukti operasional nyata.

Dalam konteks ini, Henrika mengatakan, praktisi komunikasi perlu mulai mengeksekusi konsep komunikasi berbasis tindakan atau storydoing yang digagas oleh pakar manajemen Ty Montague, demi menekan dampak konflik sebagaimana dipraktikkan pihaknya di wilayah operasional. "Jadi itu yang kita kelola dan crafting sedemikian rupa supaya pesan itu sampai kepada publik, terutamanya di area ring satu operasional karena mereka yang paling utama mendapatkan dampaknya," ucapnya dalam PR INDONESIA Communication Outlook (PRICO) 2027 di Auditorium Lantai 2, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Advokat Warga Lokal

Adapun PT Bukit Asam, terang Henrika, mengeksekusi strategi komunikasi proaktif lewat program pemberdayaan penambang liar menjadi kelompok petani legal berbekal ketersediaan fasilitas irigasi bertenaga surya. Pendekatan terukur semacam ini sukses membalikkan penolakan awal warga menjadi barisan advokat pembela kelancaran operasi perusahaan. "Manfaat utama komunikasi itu tidak hanya membuat bisnis pertambangan sukses, tetapi bagaimana menjadikan hyperlocal community sebagai advokat perusahaan melalui integrasi data ESG, edukasi berkelanjutan, dan pergeseran dari storytelling ke storydoing," pesannya.

Pemanfaatan pengawasan data eksternal, tandas Henrika, menempati posisi penting bagi praktisi komunikasi dalam merawat dukungan organik publik, karena penyelesaian ragam persoalan warga selalu dapat melahirkan kepercayaan masyarakat ketimbang sekadar melempar rilis pers. "Komunikasi korporat ke depan harus berdiri di atas basis data, terkonfirmasi validasi pihak kredibel, berorientasi pada aksi nyata, serta berkelanjutan," tegas Henrika menutup diskusi panel Communication Outlook 2027. (Arfrian R.)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI