Retno Wulandari, AM Keamanan dan Humas PLN Indonesia Power UBP Semarang: Kepercayaan Adalah Aset
PRINDONESIA.CO | Senin, 21/09/2026
Retno Wulandari, AM Keamanan dan Humas PLN Indonesia Power UBP Semarang: Kepercayaan Adalah Aset
Assistant Manager (AM) Keamanan dan Humas PLN Indonesia Power UBP Semarang Retno Wulandari.
doc/pribadi

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Di balik kompleksitas sektor ketenagalistrikan yang menyentuh hajat hidup orang banyak, terdapat kerja komunikasi yang tak pernah padam untuk mengalirkan arus kepercayaan, memperkuat reputasi, dan menghangatkan hubungan perusahaan dengan para pemangku kepentingan. Di PLN Indonesia Power UBP Semarang, kerja-kerja tersebut dijalankan salah satunya oleh Retno Wulandari yang menjabat sebagai Assistant Manager (AM) Keamanan dan Humas.

Kepada PR INDONESIA, Minggu (24/8/2025), Retno mengatakan, dunia komunikasi di industri pembangkitan memiliki kompleksitas dan tantangan sendiri. Hal tersebut, terang lulusan Administrasi Niaga Universitas Diponegoro itu, tergambar dalam perannya yang tidak hanya sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga membangun hubungan strategis dengan para pemangku kepentingan (stakeholder). “Saya juga bertanggung jawab di bidang keamanan dan unit pembangkitan merupakan bagian dari objek vital nasional (obvitnas) yang keberlangsungannya berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas,” paparnya.

Dalam konteks ini, lanjut Retno, fungsi komunikasi dan keamanan sejatinya memang tidak bisa berdiri sendiri. Keduanya harus saling menopang untuk menjaga keberlanjutan operasional sekaligus membangun hubungan yang luwes ke berbagai pihak.

Di tengah tantangan tersebut, Retno menempatkan kepercayaan sebagai aset terpenting dalam menjalankan fungsinya. Perempuan yang gemar membaca itu menilai, reputasi perusahaan tidak bisa dibangun hanya melalui publikasi saja, tetapi melalui pengalaman dan terawatnya hubungan dengan para pemangku kepentingan. “Kepercayaan yang kuat dari para stakeholder itu akan mendorong kerja sama yang lebih solid dalam hal keamanan maupun program sosial perusahaan dan mampu menciptakan pemahaman yang saling menguntungkan,” jelasnya.

Punya pemahaman dan sepak terjang yang mumpuni di bidang public relations (PR), rekam karier Retno sejatinya tidak diawali di dunia komunikasi. Ia menjelaskan, karier profesionalnya bermula di industri sipil pada bidang keuangan dan akuntansi hingga tahun 2009. Setahun berselang, Retno bergabung dengan PT PLN Indonesia Power dan mengawali perjalanan di bidang Sekretariat.

Baru pada tahun 2011 Retno terjun ke dunia Humas dan Protokoler. Pada masa ini ia sempat dipercaya untuk bertanggung jawab pada bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). “Sampai akhirnya, saya mengemban amanah untuk memimpin tim yang membawahi Keamanan, Humas, dan TJSL,” kenangnya.

Sebagai seorang praktisi komunikasi, situasi krisis merupakan keniscayaan. Adapun dalam menghadapinya, Retno mengaku selalu melandasi setiap prosesnya dengan kepercayaan. Ia mencontohkan ketika menghadapi krisis atas tuntutan masyarakat pesisir terhadap program TJSL. Sebagian masyarakat telah terbiasa dengan program berbasis charity atau bantuan langsung, sementara Retno mendorong pendekatan pemberdayaan yang membutuhkan usaha dan proses lebih ekstra. “Saya terus menenangkan diri dan mengupayakan pendekatan komunikasi empatik dan persuasif. Saya menjelaskan program dengan bahasa yang mudah diterima sekaligus membuka ruang untuk mendengarkan kekhawatiran dan memahami latar belakang masyarakat,” jelasnya.

Menurut Retno, mengubah pola pikir masyarakat yang sudah mengakar tidak bisa dilakukan dalam semalam. Hal tersebut membutuhkan kepercayaan yang hanya bisa dibangun secara bertahap seperti lewat proyek-proyek kecil yang menunjukkan hasil nyata. Dari sana, kata Retno, masyarakat akan bersedia terbuka pada program pemberdayaan yang lebih besar.

Butuh Ketangguhan

Di tengah kesibukan profesional yang menuntut kesiapsiagaan tanpa mengenal batas waktu, Retno mengaku tetap berupaya menyediakan ruang untuk keluarga. Sebagai seorang ibu, ia menyadari bahwa pekerjaannya dapat bersifat on-call selama 24 jam, termasuk di luar jam kerja. Meski demikian, ia berusaha memastikan keluarga tetap menjadi prioritas.

Ketangguhan dalam menjalani peran ganda ini didapatkan Retno dari sosok almarhum ibunya. Sejak kecil, kenang Retno, ia menyaksikan bagaimana sang Ibu menjalani peran sebagai pekerja sekaligus tetap menempatkan keluarga sebagai prioritas. Kini, di posisi yang sama, Retno menyadari bahwa menjalani banyak peran bukan perkara sederhana. Hal ini membutuhkan ketangguhan, komitmen, dan kemampuan untuk memberikan yang terbaik.

Untuk itu, Retno selalu berpegang pada prinsip memperjuangkan setiap hari dengan optimal, karena hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha. “Jadikan setiap tantangan sebagai kesempatan untuk terus belajar dan berinovasi. Dengan dedikasi dan ketangguhan, Anda akan menjadi praktisi PR yang sukses, memberikan kontribusi nyata, dan menginspirasi banyak orang,” pesannya.

Ke depan, Retno berambisi untuk membawa fungsi PR di PT PLN Indonesia Power UBP Semarang semakin strategis, inovatif, mampu membangun citra positif yang kuat di mata publik dan mampu berdiri sejajar dengan praktik PR perusahaan BUMN maupun swasta terkemuka lainnya. (Evira Anyelia)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI