Di tengah meningkatnya tuntutan keterbukaan informasi, komunikasi publik menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi. Karena itu, pengelolaan informasi yang cepat, akurat, dan berbasis fakta kini menjadi salah satu fokus penguatan di lingkungan pemasyarakatan.
JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus memperkuat strategi komunikasi publik sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Melalui penguatan kapasitas Tim Komunikasi Publik yang digelar di Ruang Pusat Informasi dan Media (PRIMA), Kamis (2/7/2026), berbagai aspek pengelolaan komunikasi dibahas, mulai dari manajemen isu, percepatan penyampaian informasi, optimalisasi media sosial, hingga penguatan sinergi dengan media massa.
Penguatan tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan informasi mengenai layanan dan kinerja pemasyarakatan dapat disampaikan secara cepat, akurat, serta bertanggung jawab kepada masyarakat.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, menegaskan bahwa komunikasi publik tidak dapat dipisahkan dari penyelenggaraan pelayanan pemasyarakatan. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi.
Ia menegaskan bahwa komunikasi publik tak hanya sekadar menyampaikan kegiatan, tetapi juga membangun kepercayaan melalui fakta dan kerja nyata. "Kerja yang baik harus mampu diketahui dan dipahami masyarakat melalui komunikasi yang benar. Karena itu kami terus memperkuat kapasitas Tim Komunikasi Publik agar menyampaikan informasi secara cepat, akurat, berimbang, dan bertanggung jawab," ujar Syarpani, dilansir laman resmi Ditjen Pemasyarakatan, Kamis (2/7/2026).
Ia juga menegaskan bahwa Ruang PRIMA akan terus dikembangkan tidak hanya sebagai pusat dokumentasi dan publikasi, tetapi juga sebagai pusat koordinasi komunikasi publik. Ke depan, kata dia, fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung pengelolaan informasi secara lebih terintegrasi, mulai dari pemantauan isu strategis, pengelolaan narasi kelembagaan, hingga penguatan hubungan dengan media massa dan masyarakat.
Bangun Kepercayaan Publik
Pentingnya komunikasi publik yang profesional juga disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Khusus Jakarta Wachid Wibowo. Menurutnya, kualitas pelayanan publik harus berjalan seiring dengan kemampuan institusi mengelola komunikasi secara efektif.
Untuk itu, ia menekankan bahwa komunikasi publik sebagai langkah untuk membangun kepercayaan publik alih-alih hanya sekadar membangun pencitraan. "Kinerja yang baik harus diikuti komunikasi yang baik. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus cepat, akurat, berbasis fakta, dan dapat dipertanggungjawabkan," tutur Wachid.
Ia menekankan bahwa setiap satuan kerja perlu memiliki kesiapan dalam merespons isu secara cepat, menyampaikan informasi secara proporsional, serta menjadikan media massa sebagai mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi kepada publik.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi publik kini tidak lagi diposisikan sebagai aktivitas pendukung, melainkan menjadi bagian dari tata kelola organisasi yang berperan menjaga kredibilitas institusi. Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan mengelola isu dan menghadirkan informasi yang valid dinilai menjadi faktor penting dalam membentuk persepsi publik terhadap layanan pemerintah.
Sementara itu, anggota Tim Komunikasi Publik Lapas Kelas I Cipinang Septiyawan mengatakan, arahan tersebut menjadi dorongan bagi tim untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi yang adaptif terhadap perkembangan media digital.
Menurutnya, setiap informasi yang dipublikasikan tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga harus memberikan nilai edukasi, akurat, serta mudah dipahami masyarakat. "Ke depan, Tim Komunikasi Publik akan terus memperkuat kolaborasi lintas bidang agar setiap capaian dan pelayanan Lapas Kelas I Cipinang dapat tersampaikan secara utuh, kredibel, dan membangun kepercayaan publik," pungkasnya.
Lewat penguatan strategi komunikasi publik tersebut, Lapas Kelas I Cipinang menegaskan komitmennya menghadirkan Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan PRIMA dengan membangun komunikasi yang profesional, transparan, dan adaptif sebagai implementasi Pelayanan Publik Berbasis Hak Asasi Manusia serta penguatan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Pemasyarakatan. (Fadhil Pramudya)