Catat, Ini Tips Kuasai Komunikasi ESG untuk Bangun Kepercayaan Publik
PRINDONESIA.CO | Kamis, 02/07/2026
Catat, Ini Tips Kuasai Komunikasi ESG untuk Bangun Kepercayaan Publik
Keberhasilan program ESG tidak lagi hanya ditentukan oleh dampak yang dihasilkan, tetapi juga oleh kemampuan organisasi mengomunikasikan komitmen tersebut secara jujur, konsisten, dan mudah dipahami oleh para pemangku kepentingan.
Dok. PRLab.

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu keberlanjutan, komunikasi Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi elemen strategis dalam membangun reputasi dan kepercayaan organisasi. Bagi perusahaan, tantangan saat ini bukan sekadar menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan, melainkan memastikan setiap pesan yang disampaikan mampu dipahami, dipercaya, dan mencerminkan tindakan nyata.

CEO PRLab Matias Rodsevich menjelaskan, komunikasi ESG yang efektif harus berangkat dari transparansi, konsistensi, dan relevansi dengan tujuan bisnis perusahaan. Menurutnya, publik kini tidak lagi mudah diyakinkan oleh jargon keberlanjutan, karena mereka lebih memperhatikan bukti nyata yang dapat dipertanggungjawabkan. "Yang terpenting adalah pesan yang disampaikan harus nyata, jelas, dan konsisten," ujar Rodsevich dalam artikelnya di PRLab, Senin (4/5/2026).

Ia menilai banyak organisasi telah memiliki data dan inisiatif ESG yang baik, tetapi gagal mengomunikasikannya secara efektif. Di sisi lain, kata dia, sebagian perusahaan justru memilih mengurangi komunikasi mengenai ESG karena khawatir dituduh melakukan greenwashing. Fenomena tersebut, kata dia, justru dapat memunculkan persepsi bahwa perusahaan menyembunyikan sesuatu.

Oleh karena itu, Rodsevich menyarankan organisasi menyusun strategi komunikasi ESG yang terencana sejak awal. Strategi tersebut mencakup penentuan pesan utama, pemilihan kanal komunikasi, hingga perencanaan keterlibatan para pemangku kepentingan.

Ia menekankan, hal itu perlu dilakukan agar komunikasi ESG menjadi bagian dari strategi komunikasi korporat secara menyeluruh, alih-alih sekadar pelengkap laporan tahunan. "Setiap perusahaan yang menjalankan ESG sebaiknya memulai dengan strategi komunikasi yang kuat. Tidak ada pendekatan yang berlaku untuk semua organisasi, tetapi strategi tersebut harus disusun secara sengaja dan terarah," ucap dia.

Selaraskan Narasi dengan Identitas Brand

Selain memiliki strategi, Rodsevich menekankan pentingnya menyelaraskan narasi ESG dengan identitas merek (brand story). Program keberlanjutan, menurutnya, tidak boleh diposisikan sebagai aktivitas terpisah dari bisnis utama, melainkan menjadi perpanjangan dari nilai dan tujuan organisasi.

Sebagai contoh, perusahaan yang mengusung inovasi sebagai identitas merek perlu menunjukkan bagaimana inovasi tersebut diwujudkan melalui teknologi ramah lingkungan atau solusi yang memberikan dampak sosial.

Sebaliknya, apabila perusahaan menjunjung transparansi sebagai nilai utama, komunikasi tidak hanya menampilkan keberhasilan, tetapi juga tantangan dan pembelajaran selama menjalankan program ESG. "Jangan hanya membagikan keberhasilan, tetapi juga tantangan yang dihadapi. Transparansi justru dapat memperkuat kepercayaan publik," papar dia.

Rodsevich juga mengingatkan bahwa komunikasi ESG perlu dilakukan secara berkelanjutan, alih-alih hanya saat menerbitkan laporan tahunan. Pembaruan mengenai perkembangan program, capaian, maupun tantangan dapat disampaikan melalui berbagai kanal, seperti situs web perusahaan, media sosial, artikel, maupun video.

Menurutnya, media sosial menjadi sarana yang efektif untuk menunjukkan implementasi ESG secara nyata. Ia menyebut, dokumentasi sederhana mengenai aktivitas keberlanjutan, penggunaan energi terbarukan, pengurangan limbah, atau keterlibatan karyawan dalam kegiatan sosial dinilai mampu memperlihatkan bahwa organisasi benar-benar menjalankan komitmennya.

Selain itu, Rodsevich menerangkan bahwa penggunaan video dinilai dapat membantu menyederhanakan isu ESG yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami. Melalui visual, perusahaan dapat memperlihatkan proses, dampak, maupun kisah di balik program keberlanjutan sehingga lebih mudah membangun kedekatan emosional dengan audiens.

Tak hanya itu, Rodsevich juga menekankan bahwa ESG merupakan langkah jangka panjang yang berkelanjutan. Untuk itu, ia pun menyarankan agar perusahaan terus memperbarui informasi seputar program ESG di kanal resmi perusahaan. "Ketika ESG tetap terlihat sepanjang tahun, orang-orang mulai melihatnya sebagai bagian dari identitas perusahaan Anda, bukan hanya tren," pungkasnya. (Fadhil Pramudya)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI