Inilah 50 PR Pilihan PR INDONESIA
18 Mei 2019
Ratna Kartika
0
Inilah 50 PR Pilihan PR INDONESIA
Langkah memilih 50 PR ini pada dasarnya bertujuan untuk mendorong industri PR di tanah air semakin bergairah dan berkembang.
Dok. PR INDONESIA/ Aisyah

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Siapa yang mengira, bentuk apresiasi yang dibalut sederhana di hall Gedung Dewan Pers mendapatkan antusiasme yang cukup tinggi dari para insan public relations (PR). Dengan caranya masing-masing, mereka berupaya hadir menembus jalanan ibu kota yang dikenal macet jelang waktu berbuka puasa, jadwal rapat yang tak berkesudahan, hingga undangan iftar di hari yang sama.

Seperti kata Denny Abidin, General Manager External Corporate Communications Telkomsel. Acara ini bukan apresiasi biasa. Ini adalah ajang silaturahim bagi para praktisi PR yang selama ini sulit bertemu dengan rekan seprofesi karena kerap disibukkan oleh agenda sehari-hari. “Saya bisa bertemu dengan banyak teman PR baru dari berbagai industri. Kami bisa saling bertukar informasi, mengetahui isu terkini, hingga peluang kolaborasi,” ujarnya. 

 

Penelusuran Panjang

Bagi PR INDONESIA, langkah memilih 50 PR ini pada dasarnya bertujuan untuk mendorong industri PR di tanah air semakin bergairah dan berkembang. Apresiasi yang diberikan bertepatan dengan peluncuran edisi ke-50 ini juga diharapkan dapat menjadi stimulus untuk para praktisi yang berkecimpung di dalamnya agar dapat terus menghasilkan karya-karya yang cemerlang.  

Pemilihan sebanyak 50 praksis public relations (PR) ini dilakukan oleh PR INDONESIA setelah melalui penelusuran panjang disertai wawancara mendalam. “Pilihan kami terhadap mereka cukup obyektif, bisa dipertanggungjawabkan serta memiliki alasan yang kuat,” ujar founder dan Chief Editor PR INDONESIA Asmono Wikan di hadapan para hadirin.

Sebagian dari mereka sudah cukup lama malang melintang di dunia praksis kepiaran. Selebihnya adalah pendatang baru yang memiliki potensi dan talenta bakal menjadi sosok PR berpengaruh di negeri ini. Yang pasti, masih kata Asmono, kesemuanya memiliki mazhab yang sama. Yakni, sama-sama berhasrat mendorong PR lebih strategis. Apalagi tantangan praktisi PR ke depan makin berat dan beragam. 

Seperti yang dirasakan Yuyuk Andriati Ishak, Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, satu dari 50 PR Pilihan PR INDONESIA. Menyoal pesatnya perkembangan digital, mereka berupaya mengikuti sembari tetap menjaga akurasi informasi kepada seluruh stakeholder.

Audrey Progastama Petriny, Group Head of Communication AirAsia, berpandangan serupa. Kondisi ini menyebabkan PR harus memiliki daya peka yang tinggi. Kemampuan ini makin sempurna dengan dilengkapi teknologi. AirAsia, misalnya, membangun command center di mana mereka dapat memonitor seluruh pembicaraan tentang perusahaan secara real-time.   

Internal

Menariknya, baik Yuyuk maupun banyak praktisi PR lainnya sependapat bahwa tantangan PR sesungguhnya justru terletak pada upaya mereka mengelola komunikasi internal. Apalagi KPK memiliki unsur pegawai yang berbeda-beda dan banyaknya kebijakan baik dari tubuh institusi itu sendiri maupun pemerintah.   

Nufransa Wira Sakti, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pun berpikiran sama. Memiliki pegawai berjumlah 80 ribu orang, sulit bagi Kemenkeu mendorong seluruh pegawai menjadi PR yang selalu siap mewakili lembaga dalam hal memberikan informasi terkini dan valid. ”Tidak semua pegawai menganggap humas sebagai suatu pekerjaan bersama. Jalan keluarnya, kami mencoba memberi pelatihan untuk pejabat nonhumas,” katanya.

Sama halnya menurut Inadia Aristyavani, Regulator and PR Department Head Tugu Insurance. Tantangannya adalah membangun koalisi strategis manajemen dan koneksi internal. Salah satu caranya adalah mengelola buzzer organik dari kalangan internal. Merekalah endoser pertama yang menyebarkan berita positif mengenai lembaga/korporasi. 

Abe, sapaan karib Denny Abidin, tak memungkiri saat ini pihaknya masih berupaya untuk meminimalisasi gap pemahaman dan kompetensi antara PR Telkomsel di kantor pusat dengan di kantor area. “Idealnya, PR di kantor area lebih terlatih karena mereka paling mengetahui dan dekat dengan permasalahan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Lain lagi tantangan yang di hadapi praktisi PR di daerah. Devo Khaddafi, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Sulawesi Selatan, melihat selain soal birokrasi dan digitalisasi, PR di daerah juga harus berhadapan dengan ego kesukuan. “Kami harus memainkan peran supaya semua ego sektoral itu hilang. Salah satunya, menyatukan mereka dalam satu wadah,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Elizabeth Goenawan Ananto, salah satu Guru PR INDONESIA yang merupakan founder EGA briefings, mengajak seluruh insan PR kembali ke kampus untuk mewarnai dunia akademisi Ilmu Komunikasi/PR di tanah air sekaligus menjadi role model bagi para mahasiswa sebagai penerus. (rtn)

 

Daftar 50 PR Pilihan PR INDONESIA

1. Abdul Haris Sahilin, Bankaltimtara 

2. Ade Cahya, Pupuk Kujang

3. Adita Irawati, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi

4. Agung Laksamana, PERHUMAS 

5. Ahmad Muhibbuddin, Astra Honda Motor

6. Ani Natalia, Direktorat Jenderal Pajak

7. Anjari Umarjianto, Perhumasri 

8. Arif Mujahidin, Danone Indonesia 

9. Arif Prabowo, Telkom 

10. Arif Reza Fahlepi, Mandiri Tunas Finance

11. Audrey Progastama, AirAsia

12. Azis Zulficar, Pemprov Jabar

13. Boy Kelana, Astra International

14. Denny Abidin, Telkomsel

15. Devo Khaddafi, Pemprov Sulsel

16. Dhaneswari, PDSI 

17. Dwimawan Heru, Jasa Marga

18. Dyah R. Sugiyanto, IPRAHUMAS 

19. Eko Sulistyo, KSP 

20. Elvera N. Makki, Citibank

21. Endra S. Atmawidjaja, KemenPUPR 

22. Eva Chairunnisa, KAI 

23. Faisol Sinin, BPD Sumsel Babel

24. Febriati Nadira, Adaro 

25. Fiona, Pelindo I

26. Gilman Pradana, IDX 

27. Hari Nugroho, Kalbe Farma

28. I Made Suprateka, PLN 

29. Inadia, Tugu Insurance 

30. Irvansyah Utoh Banja, BPJS Ketenagakerjaan 

31. M Ihwan, Petrokimia Gresik 

32. M Fikser, Pemkot Surabaya 

33. M Idris, PDAM Makassar 

34. Nia Sarinastiti, Accenture

35. Nila Marita, GOJEK 

36. Nufransa Wira Sakti, Kemenkeu 

37. Nurlaela, Bio Farma 

38. Rahmi Sukma, Indonesia Power

39. Ryan B. Wurjantoro, SKK Migas 

40. Sigit Wahono, Semen Indonesia 

41. Sufintri Rahayu, Traveloka 

42. Sutopo, BNPB 

43. Tofan Mahdi, Astra Agro Lestari 

44. Tri Wahyuni, XL Axiata 

45. Wahyudi, Pupuk Kaltim 

46. Widyawati, Kemenkes 

47. Wijaya Laksana, Pupuk Indonesia 

48. Yohanes, AirNav 

49. Yunita, Pemkot Tangerang 

50. Yuyuk Andriati, KPK

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

BERITA TERKINI