IKPI Denpasar Tekankan Pentingnya Komunikasi Pajak yang Terbuka Tanpa Jarak
PRINDONESIA.CO | Senin, 02/02/2026
IKPI Denpasar Tekankan Pentingnya Komunikasi Pajak yang Terbuka Tanpa Jarak
Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Denpasar, dalam kegiatan Tax Gathering KPP Pratama Denpasar Timur betajuk Pajak Tanpa Jarak, Sinergi Untuk Negeri, Selasa (27/1/2026).
doc/IKPI

DENPASAR, PRINDONESIA.CO –  Komunikasi yang terbuka dan humanis antara otoritas pajak, konsultan pajak, dan wajib pajak menjadi kunci dalam membangun kepercayaan serta meningkatkan kepatuhan di era administrasi perpajakan yang kian kompleks. Hal ini ditegaskan oleh Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Denpasar, dalam kegiatan Tax Gathering KPP Pratama Denpasar Timur betajuk Pajak Tanpa Jarak, Sinergi Untuk Negeri, Selasa (27/1/2026).

Ketua IKPI Cabang Denpasar I Made Sujana menilai, pendekatan pelayanan yang lebih humanis merupakan kunci untuk memastikan kepercayaan publik sebagai wajib pajak. “Dialog langsung seperti ini sangat efektif untuk membangun kepercayaan dan memperkuat pemahaman wajib pajak,” ujarnya dilansir dari ikpi.or.id, Jumat (30/1/2026).

Sujana menegaskan, dalam konteks ini konsultan pajak memiliki peran strategis sebagai penghubung yang tidak hanya menjelaskan kebijakan perpajakan secara teknis, tetapi juga mendampingi wajib pajak menyelesaikan persoalan teknis yang mereka hadapi. Pendekatan persuasif, lanjutnya, jauh lebih efektif dalam mendorong kepatuhan jangka panjang.

Bangun Komunikasi dan Kolaborasi

Apa yang menjadi perhatian IKPI Denpasar seakan menegaskan bahwa komunikasi yang baik bukan hanya soal menjelaskan aturan, tetapi juga menciptakan ruang bagi wajib pajak untuk bertanya, memahami, dan belajar mengenai kewajiban perpajakan mereka. “Kalau komunikasi dibangun dengan baik, wajib pajak akan lebih terbuka dan mau belajar, yang pada akhirnya memperkuat sikap patuh dalam memenuhi kewajibannya,” imbuh Sujana.

Hal ini selaras dengan apa yang disampaikan pegawai Direktorat Jenderal Pajak Dian Hafirshan Suryam dalam tulisannya di pajak.go.id, Jumat (12/10/2018). Menurutnya, komunikasi efektif sangat diperlukan agar para wajib pajak memahami persoalan pajak, sehingga mau membayarkan pajaknya dengan ikhlas tanpa beban dan terpaksa. Upaya memastikan itu, kata Dian, salah satunya bisa dilakukan melalui acara konseling massal secara formal maupun nonformal. (EDA)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI