Setahun Melawan Pandemi
PRINDONESIA.CO | Jumat, 18/06/2021
Setahun Melawan Pandemi
Setelah satu tahun, kita mulai mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi pandemi. Diharapkan komunikasi yang sepadan juga dilaksanakan.
Dok.Istimewa

Oleh: Noke Kiroyan, Chairman & Chief Consultant KIROYAN PARTNERS

JAKARTA, PRINDONESIA,CO - Kegamangan di awal mungkin dapat dimaklumi. Sebelumnya dunia juga pernah dilanda pandemi dahsyat yang disebut “Flu Spanyol”. Terjadi lebih dari seratus tahun lalu (1918). Pandemi ini merajalela selama dua tahun lebih. Sepertiga penduduk dunia waktu itu tertular. Jumlah kematian akibat penyakit ini diperkirakan antara 20 – 50 juta orang, bahkan ada perkiraan mencapai 100 juta jiwa. Jumlah pasti tidak pernah diketahui. Sudah satu abad berlalu tidak ada memori yang tersisa tentang masa itu, jadi kita “mulai dari nol”.  

Kembali ke kondisi saat ini, secara internasional Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menuai pujian dari segenap penjuru dunia karena penanganannya yang tegas tetapi manusiawi. Komunikasi publiknya tanpa cela. Pandemi dapat diatasi dan kehidupan di negara tersebut pada tahun 2021 sudah nyaris normal kembali.

Begitu ada konfirmasi tentang masuknya virus COVID-19 ke Selandia Baru, pemerintah segera memberlakukan lockdown total. Komunikasi publik dijalankan tanpa henti. Pesannya jelas, konsisten, dan mudah dipahami. Informasi membanjiri masyarakat melalui billboard, spanduk, media sosial, pamflet, dan brosur. Memberikan pedoman terarah. Setiap sore Perdana Menteri Jacinda Ardern dan Direktur Jenderal Kesehatan memberikan pemutakhiran situasi dengan pesan kunci “Stay Home – Save Lives” (Di rumah saja – selamatkanlah nyawa). Meski kondisi geografis, ekonomi, dan pendidikan Indonesia dengan Selandia Baru jelas berbeda, pelajaran terpenting yang dapat dipetik dari mereka adalah komunikasi publik yang mendapat perhatian besar dari pemerintahnya.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI