Berani Tampil
02 October 2016
Ratna Kartika
0
Berani Tampil

Pujo Suwarno - Corporate Secretary PT TWC Borobudur, Prambanan & Ratu Boko

 

Begitulah ia memaknai profesinya sebagai public relations (PR) di perusahaan milik BUMN, PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan & Ratu Boko. Menapaki karier dari bawah sebagai staf TWC sejak 1990, pria yang ditemui saat Musyawarah Nasional Forum Humas BUMN (Munas FH BUMN) di Yogyakarta pada pertengahan April lalu itu, mengaku hingga saat ini masih memupuk passion-nya di dunia kepiaran.

Sebelumnya, Pujo sempat bertugas di salah satu anak perusahaan TWC yang bergerak di bidang biro perjalanan wisata, lalu menjadi Kepala Puslitbang TWC sampai akhirnya berlabuh di Divisi Corporate Secretary (Corsec).

Melakoni peran sebagai PR tak seperti ilmu eksak yang serba pasti. Sebaliknya, penuh warna dan dinamika. Sejak ditunjuk menjadi punggawa Divisi Corsec dua tahun lalu, Pujo tak pernah berhenti belajar. Tujuannya, agar ia bersama timnya dapat memberikan kontribusi optimal membangun citra perusahaan.

Untuk mencapai goal tersebut, Pujo tak segan menawarkan diri dan aktif berkecimpung dalam organisasi PR. Contoh, ketika FH BUMN hendak mengadakan munas, ia langsung mengajukan usulan agar Yogyakarta dipilih sebagai tuan rumah. Sementara TWC menjadi lokasi berlangsungnya puncak acara.

Konsekuensinya, ia bersama tim sibuk mempersiapkan acara demi memberikan jamuan penuh kesan kepada seluruh awak FH BUMN selaku tamu. Seperti pandangan mata Majalah PR INDONESIA ketika itu. Itu semua untuk mendukung potensi wisata Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang). “Pelaksanaan Munas FH BUMN di Yogyakarta merupakan bagian dari PR TWC untuk memperkenalkan TWC kepada 118 BUMN,” kata pria kelahiran Ponorogo, Jawa Timur, 50 tahun lalu itu. Pun ketika ia memberanikan diri maju sebagai salah satu caketum FH BUMN periode 2016 - 2019. Tujuannya, lagi-lagi, agar semakin banyak orang mengenal TWC. 

Agenda Wajib

Pujo menjadikan traveling tak hanya sebagai sarana untuk menyalurkan hobi, tapi agenda wajib. Dalam setahun, ia menggagendakan 2 - 3 kali perjalanan keluar negeri. Alasannya, traveling membuat hidupnya lebih “hidup”. Suatu perjalanan juga bermanfaat untuk melakukan refleksi. “Selain mengasyikkan, traveling membuat usia kita makin muda,” katanya seraya tertawa.

Terlebih, ayah dari tiga anak ini suka menyelami budaya suatu daerah dan bangsa. Salah satu pengalaman berkesan adalah ketika berkunjung ke Museum Vatikan, Roma, Italia. Perasaannya campur aduk antara bangga dengan haru. Ternyata, di dalam museum ada ruang galeri khusus Indonesia. Temasuk di dalamnya, replika dan sejarah tentang Borobudur.   

Pengalaman itu mendorong semangatnya untuk terus menyuarakan keindahan Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko. “Kita ini masih suka terbawa karakter wong Jowo. Enggak pede, malu-malu enggak mau nampil. Padahal kita mampu,” katanya. “Nah, karakter ini yang harus kita bongkar,” pungkasnya. rtn

 

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI