Round Up: Ragam Cara Mengomunikasikan AKB
PRINDONESIA.CO | Senin, 03/08/2020
Round Up: Ragam Cara Mengomunikasikan AKB
Tidak mudah mengajak seluruh elemen masyarakat patuh menjalankan imbauan pemerintah.
Dok. Istimewa

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Pada periode ini wilayah yang termasuk zona biru, perkantoran dan tempat umum dibuka secara bertahap. Transportasi publik pun mulai kembali beroperasi secara normal. Tentu, dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sebab, yang berbeda di tanah air, masa relaksasi atau transisi yang bertujuan untuk menghidupkan kembali roda perekonomian tersebut dilakukan di saat kasusnya masih tinggi.

Tidak mudah mengajak seluruh elemen masyarakat patuh menjalankan imbauan pemerintah. Apalagi di tengah situasi dan kebijakan yang cepat berubah, banyak istilah baru, dan kejenuhan yang luar biasa karena tidak bisa beraktivitas dengan leluasa di luar selama kurun waktu yang lama. Perlu dukungan semua pihak, termasuk praktisi public relations (PR), agar negeri ini dapat segera keluar dari krisis dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kesehatan.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Widyawati bahkan menilai masa AKB ini sebagai periode tersulit. Sebab, sedikit saja masyarakat lengah menerapkan protokol kesehatan saat menjalankan aktivitas di luar rumah, dampaknya kurva kembali naik. “Di masa ini, kolaborasi antarhumas pemerintah K/L/D, bahkan seluruh ASN sangat penting dalam mengomunikasikan kebiasaan baru kepada masyarakat,” katanya melalui sambungan telepon, Rabu (8/7/2020).

Menurut Wiwid, begitu ia karib disapa, kunci keberhasilan AKB terletak pada 3 E. Yakni, education (edukasi), engineering (rekayasa), dan enforcement (penegakan hukum). “Semuanya harus berangkat dari kesadaran, komitmen serta kemauan dari tiap individu untuk hidup produktif, namun tetap aman dari Covid-19,” ujarnya.

Adita Irawati, anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, menyoroti pentingnya memperkuat koordinasi internal antarkementerian koordinator serta menyusun narasi tunggal di masa AKB ini. Selain itu, peka dalam memilih diksi. Menurut Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Komunikasi itu, pemilihan diksi yang tepat turut memengaruhi trust masyarakat kepada pemerintah. Pastikan setiap pesan mengandung muatan empati dan memahami situasi yang terjadi. Langkah ini selanjutnya diikuti dengan kemasan dan saluran komunikasi yang digunakan baik secara verbal maupun nonverbal.  

 

Momentum 

Sementara Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta memilih memaksimalkan seluruh kanal komunkasi. Mulai dari menyediakan informasi termutakhir terkait perkembangan kasus Covid-19 di Jakarta yang dapat diakses melalui situs corona.jakarta.go.id hingga membuat aplikasi Corona Likelihood Metric (CLM). Yakni, teknologi berbasis machine learning yang merekomendasikan apa yang harus dilakukan masyarakat dan menilai kelayakan untuk mengikuti tes PCR. Mereka juga rutin memberikan daily brief kepada awak media, memproduksi konten kreatif di media sosial, memasang spanduk/banner di kantor pemerintahan, memanfaatkan media luar ruang seperti LED/videotron, hingga berkolaborasi dengan para pegiat media sosial.

Untuk menutup celah kemungkinan adanya masyarakat yang belum terinformasikan dengan baik, mereka menerbitkan Buku Pedoman Covid-19 bagi RT RW hingga terjun ke lapangan. “Kita boleh beranggapan semua masyarakat Jakarta sudah memiliki ponsel. Namun, belum tentu semua orang mau mengakses informasi dan imbauan pemerintah melalui media sosial pemerintah dari ponselnya,” ujar Nuning, sapaan karib Nuruning Septarida, Kepala Bidang Komunikasi Publik Diskominfotik Provinsi DKI Jakarta    

Bagi rumah sakit, periode AKB adalah momentum penyadaran kembali. Sebab, ada kebiasaan yang sebenarnya sudah ada sebelum pandemi, tapi sering kali kita abaikan seperti Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Di sisi lain, ada juga kebiasaan yang benar-benar baru, seperti aturan jaga jarak ketika mengantre atau berkonsultasi.

Adapun komunikasi yang dikedepankan harus mengandung unsur super empati, lebih informatif dan responsif. Apalagi di masa krisis akibat pandemi, potensi informasi yang menyesatkan, terutama yang terkait Covid-19, tinggi sekali. “Humas harus mampu memberikan informasi yang tidak sekadar generik, tapi spesifik,” kata Anjari Umarjianto, Kabag Hukum, Organisasi dan Hubungan Masyarakat RS Kanker Dharmais. Selain itu, koordinatif dan komunikatif, mampu membangun komunikasi yang sifatnya verbal tertulis (script writing) dan infografis. 

 

Bertahap

Sementara itu, Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyusun empat tahapan komunikasi. Pertama, memastikan level yang tepat dalam berkomunikasi. Kedua, menyediakan paket komunikasi yang mudah dipahami. Ketiga, menggunakan multichannel. Keempat, kebijakan satu pintu melalui Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud. “Langkah ini dilakukan untuk menjaga konsistensi pesan kunci dari menteri hingga level biro. Serta, membantu publik memperoleh informasi yang jelas,” kata Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Evi Mulyani.  

Sementara tim Corporate Communication PT Angkasa Pura (AP) II mengomunikasikan AKB dengan cara memaksimalkan keberadaan digital. Untuk kalangan internal, ada aplikasi internal karyawan, i-Perform. Melalui aplikasi ini, seluruh karyawan dapat saling terkoneksi dan menerima informasi terkini dari manajemen. Sementara untuk kalangan eksternal AP II memiliki Indonesia Airport. “Khusus mitra, kami membangun komunikasi secara personal dibantu oleh unit AP II terkait. Sementara kepada customer, kami lebih banyak memanfaatkan ruang digital. Contoh, Digital Signage LED Screen yang tersedia di setiap area bandara,” ujar VP Corporate Communication AP II Yado Yarismano.

Sementara lini bisnis ritel seperti Transmart Carrefour yang rentan isu karena berpotensi menjadi klaster Covid-19 menekankan pentingnya membangun komunikasi dan trust dari dalam. Perusahaan juga harus tetap terhubung dengan pemerintah dan kepala daerah selaku ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di daerah.  

Berbeda dengan Tim Corporate Communication PT Pupuk Indonesia (Persero). Jika perusahaan lain mendorong komunikasi dengan memaksimalkan keberadaan digital, perusahaan yang kini bernama Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) itu masih melakukan aktivitas komunikasi secara konvensional dikarenakan mayoritas pemangku kepentingannya adalah petani. Sementara di kalangan internal, pemahaman tentang AKB didorong oleh Covid Ranger, agen perubahan #CovidSafeBUMN yang digawangi oleh generasi milenial. 

Pada akhirnya, mengomunikasikan periode ini perlu dukungan semua pihak. (Ratna Kartika)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI