AHI 2026 Tegaskan Transparansi Dialogis Demi Membangun Kepercayaan Publik
PRINDONESIA.CO | Rabu, 07/10/2026
AHI 2026 Tegaskan Transparansi Dialogis Demi Membangun Kepercayaan Publik
Founder dan CEO HUMAS INDONESIA Asmono Wikan dalam sesi Conference Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2026 di Monumen Pers Nasional Surakarta, Rabu (7/10/2026).
doc/HUMAS INDONESIA

SURAKARTA, HUMASINDONESIA.ID — Tumpukan siaran pers harian tidak akan menjamin tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap instansi pemerintah. Hal itu ditegaskan founder dan CEO HUMAS INDONESIA Asmono Wikan, dalam sambutannya membuka sesi Conference Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2026 di Monumen Pers Nasional Surakarta, Rabu (7/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Asmono menyentil kecenderungan humas yang sekadar menggugurkan kewajiban menyiarkan acara instansi. Menurutnya, humas pemerintah masih terbiasa membanjiri ruang dengar warga dengan rilis panjang tanpa menyediakan saluran interaksi timbal balik. “Padahal melalui komunikasi dua arah, ada kaitan erat antara pengelolaan informasi dan fondasi keyakinan rakyat,” ucapnya.

Untuk itu, lanjutnya, Conference AHI 2026 yang mengusung tajuk utama Membangun Transparansi, Menguatkan Kepercayaan Publik, ingin merespons perubahan kebutuhan komunikasi masa kini. Transparansi informasi dalam konteks ini, katanya, merujuk kepada kerelaan humas menjelaskan alasan penerbitan kebijakan baru sembari melayani deretan pertanyaan masyarakat sipil. "Dalam praktik komunikasi publik, keterbukaan harus berjalan bersama ketepatan, konsistensi, dan tanggung jawab," terang pria kelahiran Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu mengingatkan peserta konferensi.

Terapkan Transparansi Dialogis

Asmono menjelaskan, transparansi informasi pemerintah mewajibkan komunikator menyelaraskan pernyataan lisan dengan tindakan nyata dalam operasional harian. Strategi humas dalam membangun kepercayaan publik, katanya mengingatkan, menuntut kesabaran pejabat mendengarkan keluhan masyarakat.

Dalam konteks ini, Asmono berpandangan, interaksi dialogis memudahkan masyarakat memahami tujuan akhir program pelayanan negara tanpa merasa diasingkan oleh birokrasi. "Kepercayaan tumbuh ketika informasi disampaikan secara terbuka, benar, mudah dipahami, dan dapat dipertanggungjawabkan," papar Asmono memandu ratusan praktisi humas mengubah taktik komunikasi.

Dalam kesempatan ini, Asmono juga menegaskan bahwa gelaran bergengsi AHI 2026 menjadi wadah perajut komitmen instansi dalam mengakhiri tradisi monolog membosankan demi melahirkan wajah pelayanan tulus kepada masyarakat. "AHI juga merupakan bentuk apresiasi kepada institusi dan insan humas yang telah bekerja membangun komunikasi publik yang lebih baik. Apresiasi ini bukan hanya pengakuan atas capaian, tetapi juga undangan untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan membagikan pengalaman kepada sesama," pungkasnya.

Sesi Conference yang digelar hari ini merupakan sesi pembuka dari rangkaian AHI 2026 yang akan dilanjutkan dengan sesi lokakarya (workshop) Praktik Komunikasi Kebijakan dan Strategic Stakeholder & Communication Intelligence, kemudian ditutup dengan malam penghargaan (awarding) pada Kamis, (7/10/2026).

Ikuti terus informasi seputar rangkaian puncak AHI 2026 hanya di humasindonesia.id dan prindonesia.co. (Arfrian R.)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI