Pemenang KaHI 2026 Sepakat Perempuan Humas Harus Terus Bertumbuh dan Berdampak
PRINDONESIA.CO | Jumat, 16/10/2026
Pemenang KaHI 2026 Sepakat Perempuan Humas Harus Terus Bertumbuh dan Berdampak
Para pemenang KaHI 2026.
doc/HUMAS INDONESIA

SURAKARTA, PRINDONESIA.CO – Ajang penghargaan Kartini HUMAS INDONESIA (KaHI) 2026 kembali digelar berbarengan dengan Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2026 yang berpuncak di Balai Tawangarum, Kompleks Balai Kota Surakarta, Kamis (8/10/2026). Di tahun ini, sebanyak 18 perempuan humas terpilih sebagai pemenang setelah melewati proses seleksi dan penjurian presentasi yang kompetitif. 

Ditemui di sela malam penghargaan, sejumlah pemenang KaHI 2026 sepakat menilai ajang ini tidak hanya sebagai bentuk apresiasi, tetapi juga dorongan bagi perempuan untuk terus mengembangkan potensi dan memperluas kontribusinya di bidang public relations (PR)/kehumasan.

Seperti disampaikan oleh Raja Medina Yohana, Media Relations Officer PT Taspen Persero, menurutnya KaHI adalah bentuk representatif figur perempuan muda di Indonesia yang berkiprah di dunia humas. “Penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi insan-insan humas yang masih meniti karier humas untuk tidak hanya menjalankan pekerjaan sehari-hari tetapi juga terus mengaktualisasikan diri dan menghasilkan dampak nyata,” jelasnya.

Di sisi lain, KaHI dinilai penting karena perjalanan perempuan humas masih menghadapi tantangan, terutama berkaitan dengan perspektif gender. Hal itu disampaikan Pranata Humas Direktorat Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Friza Marrianty, bahwa pekerjaan humas menuntut ketangkasan, kecepatan, dan kemampuan mengelola informasi dalam jumlah besar, sementara stigma yang mapan masih melihat perempuan sebagai individu yang lambat dalam bekerja dan mengambil keputusan. “Padahal perempuan juga memiliki kapasitas untuk menjadi praktisi humas yang kompeten dan profesional,” ucapnya.

Seakan menyambung Friza, Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Lusmeilia Afriani mengatakan, dalam konteks kehumasan, perempuan telah ikut menghadirkan inovasi yang bermanfaat  bagi masyarakat. Ia mencontohkan dengan praktik pengelolaan sampah melalui pengembangan eco-enzyme yang dapat mengubah sampah menjadi produk yang bernilai lewat komunikasi. “Inovasi tersebut menunjukkan bahwa perempuan dapat berkontribusi dalam menyampaikan inovasi karya yang memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.

Predikat KaHI “Terfavorit”

Semangat menghadirkan dampak melalui inovasi teknologi dan komunikasi sebagaimana disampaikan Lusmeilia tercermin dari salah satu penerima predikat KaHI Terfavorit, Ishmatu Aulia Rizky Kirana, Duta Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang saat ini menempuh pendidikan semester 7 di jurusan Teknik Instrumentasi. Aulia menekankan, tekonologi yang hebat dalam konteks hari ini bukan semata yang paling canggih, tetapi yang dapat dikomunikasikan dan dipahami masyarakat. “Melalui tagline Komunikasi Humanis Berdampak Manis, pendekatan komunikasi yang humanis dapat membantu membawa hasil pengembangan teknologi lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerja Sama, dan Sistem Informasi Universitas Riau (Unri) Bidang Kehumasan sekaligus Sekretaris PPID Clara Yolandika yang juga menjadi pemenang KaHI Terfavorit 2026, memaknai penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus tumbuh dan juga terus berdampak bagi masyarakat. “Penghargaan ini juga menjadi pengingat buat saya bahwasanya setiap komunikasi yang saya berikan kepada publik itu adalah bagian dari membangun kepercayaan publik. Penghargaan ini membuktikan bahwa perempuan tidak seharusnya dibatasi ruang geraknya lebih kecil dibandingkan laki-laki,” tegasnya.

Senada, Direktur Direktorat Humas, Promosi, dan Protokoler dari Universitas Sumatera Utara Prof.  Elmeida Effendy yang juga menjadi pemenang KaHI Terfavorit 2026, menilai perempuan memiliki peran penting dalam menghadirkan praktik komunikasi yang lebih adaptif dan menjangkau beragam kalangan. Ia berharap, ajang KaHI ini dapat membantu mengikis stigma yang masih meragukan kapasitas perempuan sekaligus memperkuat pengakuan terhadap kontribusi perempuan dalam membangun komunikasi dan citra positif institusi. (Evira Anyelia)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI