Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani menegaskan bahwa keterbukaan informasi menjadi bagian penting yang tidak boleh terlewatkan dari tata kelola perguruan tinggi.
CIREBON, PRINDONESIA.CO – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan Seminar Penguatan Media Publikasi dan Keterbukaan Informasi Publik, pada hari Senin (10/8/2026). Kegiatan seminar ini dilakukan sebagai bentuk komitmen UIN Siber dalam memperkuat tata kelola informasi publik dan komunikasi kelembagaan di tengah pesatnya perkembangan digital.
Ditegaskan oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, keterbukaan informasi harus menjadi bagian penting dalam tata kelola perguruan tinggi. Menurutnya, perguruan tinggi merupakan badan publik yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan layanan informasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga keterbukaan informasi tidak boleh dipahami hanya sebatas kewajiban administratif. “Berbagai program dan capaian kampus harus dikomunikasikan kepada masyarakat secara baik dengan tetap memperhatikan prinsip transparansi dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya dilansir dari laman resmi UIN SSC, Senin (10/8/2026).
Demi “Good University Governance”
Pria yang telah menempuh pendidikan doktor di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menilai, cara perguruan tinggi bekerja harus diketahui secara umum oleh masyarakat lewat pengelolaan informasi secara berkelanjutan. “Sehingga, masyarakat akan mudah memahami arah, kinerja, kebijakan, program, prestasi, layanan yang tersedia dan bagaimana institusi menggunakan sumber daya yang dipercayakan kepadanya,” jelasnya
Ia pun menegaskan bahwa ketika informasi tersebut tidak tersedia atau komunikasi tidak berjalan dengan baik, kekosongan informasi tersebut akan diisi oleh asumsi, persepsi, informasi yang tidak benar, bahkan tidak terwujudnya good university governance.
Sebagaimana disampaikan Juru Bicara IPB University Alfian Helmi, praktisi public relations (PR) semestinya tidak memberikan kekosongan informasi, khususnya ketika krisis melanda. “Sehingga institusi maupun perguruan tinggi tidak mengalami keterlambatan dalam memberikan konteks pada setiap komunikasi yang disampaikan kepada publik,” ujarnya dalam dalam Forum Kebijakan dan Bimbingan Teknis Komunikasi Strategis di Gedung Soebono Mantofani, Komplek Perum Peruri, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. (Evira Anyelia)