Juri PRIWOLA 2026 Sepakat Bahwa Pemimpin Butuh Ketajaman Analisis dan Kelembutan Empati
PRINDONESIA.CO | Selasa, 15/09/2026
Juri PRIWOLA 2026 Sepakat Bahwa Pemimpin Butuh Ketajaman Analisis dan Kelembutan Empati
Malam penganugerahan PR INDONESIA Women Communication Leader Awards (PRIWOLA) 2026 di Universitas Semarang, Kamis (10/9/2026).
doc/PR INDONESIA

SEMARANG, HUMASINDONESIA.ID — Perempuan cenderung punya kelebihan dalam kepemimpinan. Salah satunya adalah ketajaman analisis yang dipadu kelembutan empati saat merumuskan keputusan strategis. Hal ini turut diamini oleh Strategic Business Director PR INDONESIA Ainul Yaqin yang menjadi salah satu juri dalam ajang PR INDONESIA Women Communication Leader Awards (PRIWOLA) 2026.

Pada malam puncak PRIWOLA 2026 yang berlangsung di Aula Universitas Semarang, Kamis (10/9/2026), pria yang karib disapa Ain itu menyoroti kelebihan pemimpin perempuan saat merajut komunikasi publik berlandaskan fakta riil lapangan. Menurutnya, perempuan bisa memastikan setiap kebijakan dipahami, setiap krisis bisa ditangani secara transparan, dan setiap narasi dibangun di atas data bukan asumsi. “Dan perempuan kekuatannya mereka memasukkan suara hati mereka," ucapnya.

Hal yang sama juga disampaikan juri lain, yakni founder dan CEO PR INDONESIA Asmono Wikan. Untuk itu, katanya, di PRIWOLA 2026 majalah PR INDONESIA menetapkan kepekaan dan kemampuan mendengarkan sebagai salah satu standar bagi para pemenang. "Saya melihat para peserta PRIWOLA menunjukkan semangat dan visi yang kuat dalam komunikasi organisasi, kelak pemimpin perempuan komunikasi dalam latar belakang lembaga akan mampu menempatkan komunikasi sebagai elemen strategis bagi keberlanjutan organisasi," ungkap Asmono.

Diketahui bahwa PRIWOLA 2026 merupakan ajang terbaru besutan majalah PR INDONESIA yang ditujukan untuk mengukur kontribusi taktis para pemimpin perempuan di dunia komunikasi saat mempertahankan reputasi organisasi. Dalam konteks ini, Asmono mengatakan, PRIWOLA hadir untuk kembali menegaskan bahwa fungsi komunikasi di organisasi bukan sekadar pelengkap administratif birokrasi.

Strategi Reputasi Bisnis

Sementara itu Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Penelitian LSPR Janette Maria Pinariya yang juga duduk di bangku juri pada berharap para peserta dan pemenang PRIWOLA 2026 ke depannya dapat memastikan penyelarasan taktik penyebaran pesan mengikuti kebutuhan organisasi. "Semoga penjurian PRIWOLA ini memberikan dampak yang nyata, tentunya bagi organisasi dan juga untuk setiap stakeholders, tentang bagaimana bisa menghubungkan strategi komunikasi dengan kebutuhan bisnis," urai Janette.

Menutup kesan terhadap ajang PRIWOLA 2026, Ain meyakini bahwa para pemenang yang lahir dari ajang ini akan selalu berpijak pada kejujuran olahan data lapangan. "Mereka tentunya selalu mengedepankan empati yang berbasis data, integritas, dan keterbukaan," tutupnya. (Arfrian R.)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI