Untidar Perkuat Literasi Penipuan Digital untuk Ibu Rumah Tangga di Magelang
PRINDONESIA.CO | Rabu, 03/06/2026
Untidar Perkuat Literasi Penipuan Digital untuk Ibu Rumah Tangga di Magelang
Menjawab tantangan maraknya kasus penipuan digital, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Tidar (Untidar) menggelar program CSR bertajuk Masceria (Masyarakat Cerdas Bermedia). Program tersebut sebagai bentuk edukasi literasi penipuan digital bagi masyarakat Desa Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Dok. Magnific

MAGELANG, PRINDONESIA.CO – Upaya meningkatkan literasi digital masyarakat terus dilakukan melalui berbagai program edukasi. Tim Masceria Campaign dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tidar (Untidar) bersama CV Barokah Merapi menggelar sosialisasi literasi penipuan digital bagi puluhan anggota PKK di Desa Dukun, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial (social responsibility/SR).

Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Magelang Raya itu berlangsung pada Jumat, (22/5/2026), dengan dilatarbelakangi meningkatnya kasus penipuan digital di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. 

Lewat program bertajuk Masceria (Masyarakat Cerdas Bermedia), Untidar berupaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat, khususnya kelompok ibu rumah tangga yang dinilai rentan menjadi sasaran berbagai modus kejahatan digital.

Dalam sesi edukasi, peserta diperkenalkan pada berbagai bentuk penipuan digital yang memanfaatkan internet maupun platform digital untuk memperoleh data pribadi atau menimbulkan kerugian bagi korban. Materi juga mencakup pengenalan ciri-ciri penipuan, seperti permintaan data pribadi dan kode OTP, penggunaan bahasa yang mendesak atau mengancam, hingga ajakan melakukan transfer dana.

Dilansir Radar Magelang, Kamis (28/5/2026), Wakil Koordinator Wilayah Mafindo Magelang Raya Fida menjelaskan berbagai modus penipuan yang kerap ditemukan di media sosial, mulai dari lowongan pekerjaan palsu, penipuan berkedok hadiah undian, hingga investasi ilegal.

Peserta juga mendapatkan paparan sejumlah kasus nyata yang terjadi di wilayah Magelang, termasuk penipuan bantuan sosial dan penipuan yang mengatasnamakan pejabat daerah. Selain kerugian finansial, sosialisasi tersebut menyoroti dampak psikologis yang dapat dialami korban, seperti trauma, rasa takut, serta menurunnya kepercayaan terhadap orang lain.

Oleh karena itu, lewat program tersebut, peserta pun dibekali langkah-langkah pencegahan, antara lain menjaga kerahasiaan data pribadi, tidak sembarangan membuka tautan yang mencurigakan, serta melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima.

Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK Desa Dukun Prastiwi mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan literasi penipuan digital tersebut karena dinilai relevan dengan tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini. "Jangan sampai kita hanya merasakan dampak negatif dari perkembangan digital, tetapi juga harus bisa memanfaatkan sisi positifnya untuk kehidupan sehari-hari,” ujar Prastiwi.

Ia menilai literasi digital menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang digital. Dalam konteks itu, Prastiwi pun menekankan bahwa masyarakat dituntut memahami dan menguasai literasi digital tersebut. "Jangan sampai kita hanya merasakan dampak negatifnya, tapi juga harus merasakan dampak positif dari dunia digital,” imbuhnya.

Metode ABCD

Sebagai bagian dari edukasi literasi digital, peserta diperkenalkan metode “ABCD”, yakni Amati pesan yang diterima, Baca informasi secara utuh, Cek fakta dan kebenarannya, serta Diskusikan dengan orang lain sebelum mengambil keputusan. 

Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai langkah yang perlu dilakukan apabila menjadi korban penipuan, seperti mengganti kata sandi akun, menghentikan transaksi, dan melaporkan kejadian kepada pihak berwenang.

Tak hanya itu, dalam sesi praktik cek fakta, masyarakat diperkenalkan pada berbagai kanal verifikasi informasi, termasuk situs resmi bantuan sosial milik Kementerian Sosial (Kemensos), layanan chatbot WhatsApp “CekSumber”, serta platform pemeriksa fakta Turn Back Hoax. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat membedakan informasi valid dan informasi palsu yang beredar di ruang digital.

Pemerintah Desa Dukun pun berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai risiko penipuan digital sekaligus mendorong penggunaan media sosial yang lebih bijak.

Melalui program Masceria Campaign, Untidar bersama CV Barokah Merapi menargetkan terwujudnya masyarakat yang lebih kritis terhadap informasi, mampu melakukan verifikasi secara mandiri, dan terlindungi dari berbagai ancaman penipuan digital yang terus berkembang. (Fadhil Pramudya)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI