Konferensi IDEAS 2026 Sorot Penguatan Komunikasi Demi Praktik DEI & ESG Berkelanjutan
PRINDONESIA.CO | Jumat, 10/07/2026
Konferensi IDEAS 2026 Sorot Penguatan Komunikasi Demi Praktik DEI & ESG Berkelanjutan
Sesi conference IDEAS 2026 bertajuk Dari Nilai ke Dampak: Komunikasi DEI dan ESG untuk Indonesia yang Berkelanjutan.
PR INDONESIA

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Praktik DEI & ESG kini tidak bisa lagi dipandang hanya sebatas program tanggung jawab sosial (CSR), karena telah menjelma strategis bisnis jangka panjang yang terintegrasi dalam tata kelola organisasi. Benang merah tersebut mengemuka dari para akademisi dan praktisi yang menjadi pembicara dalam sesi conference The 5th Indonesia DEI & ESG Awards (IDEAS) 2026 bertajuk Dari Nilai ke Dampak: Komunikasi DEI dan ESG untuk Indonesia yang Berkelanjutan, yang digelar di Ambhara Hotel, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/7/2025).

Dalam kesempatan tersebut, dosen sekaligus praktisi komunikasi korporat dan keberlanjutan Dr. Indra Ardiyanto, M.I.Kom menegaskan, porsi tanggung jawab ESG bukan lagi berada di satu departemen CSR saja, dan harus menjadi panduan dalam setiap keputusan bisnis. “Implementasi ESG memerlukan keterlibatan seluruh fungsi organisasi dengan komunikasi yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, konsistensi, autentitas pesan, serta keterlibatan aktif para pemangku kepentingan,” ucapnya.

Sementara itu, aktivis DEI sekaligus CEO KONEKIN Marthella Sirait dalam kesempatan yang sama mengajak organisasi mengubah cara pandang terhadap praktik DEI, khususnya dalam memandang penyandang disabilitas. Menurutnya, pendekatan yang masih berorientasi pada belas kasihan atau charity perlu bergeser menjadi pemberdayaan melalui sistem yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Alumnus Universitas Padjadjaran tersebut juga mengingatkan agar praktisi PR (public relations) tidak lagi menjadikan penyandang disabilitas sebagai objek pencitraan perusahaan. “Bangun komunikasi yang lebih inklusif dengan narasi yang memberdayakan dan empatik, jangan menggunakan lagu sedih dan menjadikan mereka objek bersyukur, edukasi para pemangku kepentingan, dan gunakan media komunikasi yang relevan dan mudah diakses. Misalnya, dengan menambahkan alt text pada materi visual di berbagai media,” tegasnya.

Pentingnya Praktik DEI

Lebih lanjut menyoal implementasi DEI, Head of Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika mengajak peserta melihat praktik yang dilakukan organisasinya. Ia menjelaskan, organisasinya membangun budaya kerja inklusif melalui kerangka responsible banking dan responsible business, guna memastikan seluruh lini bisnis menerapkan kesempatan yang setara berbasis kompetensi bagi karyawan. “Perusahaan juga kerap menghadirkan berbagai program kesejahteraan karyawan, pemberdayaan perempuan, kesehatan mental, hingga pengembangan kewirausahan sosial sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan,” jelasnya.

Menambahkan dari sektor bisnis pelabuhan, Senior Manager Corporate Secretary PT Pelabuhan Tanjung Priok part of Pelindo Grup Fiona Sari Utami berpandangan, keseluruhan praktik DEI & ESG sejatinya membutuhkan komunikasi sebagai perekat kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pelabuhan yang berkelanjutan.

Dalam konteks ini, terangnya, pihaknya mengajak karyawan untuk menjadi corong atau PR perusahaan dan mengadopsi strategi komunikasi PESO (paid, earned, shared, owned media). “Kami memprioritaskan earned dan shared media karena dinilai memiliki tingkat kepercayaan publik yang lebih tinggi,” imbuhnya.

Penjelasan masing-masing pembicara tersebut memantik pertanyaan dari sejumlah peserta. Salah satunya Aji dari Kalla Group. Ia tertarik soal strategi Pelindo dalam mendorong keterlibatan karyawan sebagai komunikator atau PR perusahaan.

Menjawab hal tersebut, Fiona menjelaskan, Pelindo telah membentuk komunitas komunikasi internal atau squadron melalui proses rekrutmen terbuka bagi karyawan yang memiliki minat di bidang konten dan komunikasi. “Para anggota akan mendapatkan pelatihan, target kinerja (KPI), dukungan anggaran serta apresiasi dari perusahaan. Sehingga, dukungan penuh manajemen terhadap komunikasi dapat membuat penyebaran informasi perusahaan menjadi lebih cepat, konsisten dan mampu memperkuat citra positif perusahaan di seluruh unit bisnis Pelindo,” pungkasnya. (Evira Anyelia)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI