Untuk Komunikator Masa Depan, BPC Perhumas Surabaya Raya Gelar PR Connect 2026
PRINDONESIA.CO | Rabu, 25/02/2026
Untuk Komunikator Masa Depan, BPC Perhumas Surabaya Raya Gelar PR Connect 2026
Ketua BPC Perhumas Surabaya Raya Indriani Siswati dalam Webinar PR Connect 2026
dok. ANTARA News

SURABAYA, PRINDONESIA.CO - Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Surabaya Raya menggelar Webinar PR Connect 2026, Senin (23/2/2026). Kegiatan yang berlangsung secara daring itu diikuti oleh ratusan lebih peserta. Mereka terdiri dari praktisi public relations (PR)/humas, akademisi, mahasiswa, hingga pelajar dari berbagai institusi di Jawa Timur. 

Ketua BPC Perhumas Surabaya Raya Indriani Siswati mengatakan, kegiatan ini lebih dari sekadar forum profesional, karena dirancang sebagai ruang edukatif untuk memperkuat literasi komunikasi publik di kalangan generasi muda. “Literasi komunikasi publik menjadi bekal penting agar generasi muda mampu menjadi komunikator yang bertanggung jawab dan beretika di ruang digital,” ujarnya dikutip dari ANTARA News, Selasa (24/2/2026). 

Indriani menjelaskan, di tengah arus informasi yang semakin cepat dan kompleks, kemampuan memahami strategi komunikasi, mengelola reputasi digital, serta membangun kolaborasi menjadi kompetensi esensial yang perlu ditanamkan sejak dini, khususnya bagi mahasiswa dan pelajar yang akan memasuki dunia profesional.
Untuk itu, pada pekan pertama gelaran forum, BPC Perhumas Surabaya Raya menghadirkan Dr. Vinda Maya Setianingrum, S.Sos., M.A selaku Direktur Humas, Informasi Publik dan Protokoler UNESA sebagai pemateri untuk tema From Communication to Collaboration: Transformasi Humas dalam Ekosistem Digital. 

Melalui tema tersebut, Vinda menegaskan, peran PR/humas telah berevolusi menjadi fungsi strategis yang mengelola reputasi melalui pendekatan kolaboratif. “Transformasi humas tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga perubahan cara berpikir. Generasi muda perlu memahami bahwa komunikasi hari ini menuntut kolaborasi, konsistensi narasi, serta kemampuan membaca dinamika publik secara kritis. Kolaborasi adalah kekuatan baru reputasi,” ucapnya.

Vinda juga menekankan pentingnya pengelolaan komunikasi berbasis data dan integrasi berbagai kanal digital sebagai fondasi membangun kepercayaan publik yang berkelanjutan. Contoh di lapangan yang diambil dari beberapa kasus krisis komunikasi di berbagai institusi di Indonesia juga turut dipaparkan pada audiens.

Wujud Nyata Implementasi “Indonesia Bicara Baik”

Kembali kepada Indriani, ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Perhumas dalam memperluas akses pembelajaran bagi pelajar dan mahasiswa, sekaligus sebagai langkah nyata penerapan “Indonesia Bicara Baik” di ruang digital. “Kami ingin mahasiswa dan pelajar tidak hanya memahami teori komunikasi, tetapi juga memperoleh perspektif praktis dari para profesional,” imbuhnya.

Keterlibatan aktif pelajar dan mahasiswa dalam forum ini menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya kompetensi komunikasi sebagai modal bagi masa depan. Melalui PR Connect 2026, Perhumas tidak hanya memperkuat kapasitas profesional praktisi, tetapi juga berkontribusi dalam membangun generasi muda yang adaptif, kritis, dan kolaboratif dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital.

Diketahui, Webinar PR Connect 2026 akan berlangsung selama empat pekan dengan menghadirkan narasumber dari berbagai BPC Perhumas yang ada di wilayah Jawa Timur. Kegiatan ini diharapkan menjadi katalisator penguatan literasi komunikasi publik serta pengembangan jejaring profesional yang berkelanjutan di Jawa Timur. (LTH)
 

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI