Pakar Bilang Stratkom Perguruan Tinggi Wajib Selaras Tujuan Utama Institusi
PRINDONESIA.CO | Jumat, 20/02/2026
Pakar Bilang Stratkom Perguruan Tinggi Wajib Selaras Tujuan Utama Institusi
Ilustrasi tujuan
Photo by engin akyurt on Unsplash

YOGYAKARTA, PRINDONESIA – Malam puncak Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2026 yang berlangsung di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta, Jumat (13/2/2026), turut menjadi momen pertemuan para pakar dan praktisi komunikasi lintas industri. Beberapa hal ikut mencuat dari mereka yang hadir pada malam penganugerahan penghargaan itu.

Pendiri sekaligus CEO CPROCOM Emillia Bassar misalnya, menyoroti stigma bahwa humas institusi pendidikan hanya bekerja sebatas pelaksana rutinitas. “Masih cukup banyak perguruan tinggi negeri atau swasta yang menganggap humas itu sekadar 'tukang'—tukang foto, tukang dokumentasi, atau sekadar tukang bikin rilis,” ungkapnya kepada PR INDONESIA.

Padahal, lanjut Emil, praktisi humas hanya akan membuang waktu secara sia-sia apabila kegiatan operasional mereka gagal mendukung pencapaian target institusi. Dalam konteks ini, katanya, tim komunikasi kampus wajib merancang ulang seluruh rencana kampanye, program sosialisasi, hingga alur distribusi informasi agar sesuai arahan rektorat. “Ketika kita berbicara tentang strategi komunikasi, pasti ada goals atau tujuannya. Pertanyaannya, apakah strategi komunikasi tersebut sudah align (selaras) dengan tujuan dan arah strategis dari perguruan tingginya?” ucapnya.

Studi Kasus Reputasi Global

Sebagai contoh, Emil menjelaskan, apabila sebuah perguruan tinggi menargetkan reputasi tingkat dunia, maka tim humas harus meracik rumusan operasional secara terukur. Dalam hal ini masyarakat luas perlu mengetahui pergerakan aktif kampus tersebut menuju kancah persaingan global melalui kerja-kerja kehumasan.

Tujuan besar ini, lanjut Emil, kemudian harus dipecah menjadi berbagai bentuk aktivasi taktis. Tim humas dapat memproduksi rilis media secara teratur, membuat episode siniar interaktif, serta merancang konten visual edukatif. “Pokoknya, semua muara dan tujuannya harus ke arah sana,” tuturnya menjelaskan alur eksekusi kampanye.

Penetapan target sejak awal perencanaan, tegas Emil, akan mempermudah proses evaluasi di penghujung periode. “Jadi, harus jelas dari awal apa yang ingin dicapai dan seperti apa hasil akhirnya, karena itulah yang nantinya akan diukur,” tandas Emillia. (Arfrian R.)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI