Tahun 2026 menandai transformasi besar dalam praktik PR, lantas apa saja yang perlu diperhatikan agar kinerja PR tetap relevan dan berdampak? Simak berikut!
JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Memasuki 2026, lanskap public relations (PR) mengalami pergeseran yang disebabkan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), perubahan pola konsumsi informasi, hingga meningkatnya tuntutan keaslian. Kondisi ini praktis mengharuskan praktisi PR untuk beradaptasi lebih cepat dan strategis.
Melansir dari PR Daily, Rabu (3/12/2025), setidaknya terdapat empat hal penting yang dapat menjadi panduan dalam menavigasi lanskap PR 2026. Apa saja? Langsung disimak!
1. Pahami Narasi, Bukan Sekadar Eksposur
Di era AI dan disinformasi, keberhasilan PR tidak lagi diukur dari jumlah pemberitaan atau sentimen semata. Dalam konteks ini, co-founder sekaligus CEO of Cyabra Dan Brahmy menekankan pentingnya memahami keseluruhan ekosistem narasi secara utuh mulai dari siapa yang membangun narasi, bagaimana pesan menyebar, dan konteks di balik percakapan publik sehingga analisis narasi dapat membantu organisasi mengantisipasi risiko reputasi sejak dini.
2. Siapkan Strategi “Generative Engine Optimization”
EVP of Consumer at Havas Red Melanie Klausner menilai, fokus praktisi PR di tahun ini tidak lagi cukup pada search engine optimization (SEO). Menurutnya, praktisi PR perlu melangkah lebih jauh dengan generative engine optimization (GEO). “Pada tahun 2026, reputasi merek akan semakin dibentuk bukan oleh apa yang dicari orang, tetapi oleh apa yang dijawab oleh AI,” jelasnya.
3. Perkuat “Storytelling” yang Autentik
Public Information Officer Orange County Fire Authority Greg Barta memprediksi di tahun ini publik akan semakin menghargai cerita nyata dan manusiawi. Bagi komunikator, tegasnya, ini berarti beralih dari menyiarkan ke menghubungkan dan menyoroti konten video autentik, kisah di balik layar, dan pesan yang transparan sebagai kunci membangun kepercayaan dan kedekatan emosional dengan audiens.
4. Pastikan Kualitas dan Tata Kelola Data
Founder dan CEO Converseon Rob Key menegaskan bahwa PR hari ini harus memastikan data komunikasi akurat, relevan, dan dikelola secara etis. Data yang berkualitas, kata Key, akan menghasilkan insight yang lebih tepat dan mendukung pengambilan keputusan strategis di tingkat manajemen.
Dengan memastikan empat hal di atas, praktisi PR tidak lagi hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga cermat dalam mengelola narasi, keotentikan pesan, dan kualitas ekosistem data komunikasi. Semoga informasi ini bermanfaat, ya! (EDA)