Ragam Cara Mengomunikasikan AKB: Kemenkes, Kebiasaan Baru Butuh Komunikasi Kolaboratif
PRINDONESIA.CO | Selasa, 18/08/2020
Ragam Cara Mengomunikasikan AKB: Kemenkes, Kebiasaan Baru Butuh Komunikasi Kolaboratif
Kolaborasi mengomunikasikan berbagai pesan menjadi faktor penentu keberhasilan komunikasi.
Dok. Istimewa

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Widyawati, bukan perkara mudah bagi humas pemerintah mengomunkasikan AKB ini kepada masyarakat. Bahkan, ia menilai masa ini sebagai periode tersulit.

Sebab, sedikit saja masyarakat lengah menerapkan protokol kesehatan saat menjalankan aktivitas di luar rumah, dampaknya kurva kembali naik. “Di masa ini, kolaborasi antarhumas pemerintah K/L/D, bahkan seluruh ASN sangat penting dalam mengomunikasikan kebiasaan baru kepada masyarakat,” katanya melalui sambungan telepon, Rabu (8/7/2020).

Menurut Wiwid, panggilan karibnya, kunci keberhasilan AKB terletak pada 3 E. Yakni, education (edukasi), engineering (rekayasa), dan enforcement (penegakan hukum). “Semuanya harus berangkat dari kesadaran, komitmen serta kemauan dari tiap individu untuk hidup produktif, namun tetap aman dari Covid-19,” ujarnya.

 

Tujuh Fase

Adapun fase yang harus dilalui ada tujuh. Pertama, fase analisis situasi. “Narasi harus disusun secara hati-hati, tapi transparan dan pasti. Misalnya, kapan puncak pandemi Covid-19,” kata Wiwid. Kedua, fase pemetaan pemangku kepentingan. Ketiga, analisis dan survei persepsi. Keempat, fase penentuan tujuan. Kelima, menyusun strategi komunikasi. Keenam, membuat rencana aksi, timeline dan agenda setting. Ketujuh, fase yang tak boleh dilewati: evaluasi.

Adapun turunan dari tujuh fase tadi diwujudkan ke dalam berbagai produk komunikasi. Kemudian, disalurkan melalui beragam kanal media (owned, paid, earned). Antara lain, program Rabu Sehat (Rehat) secara Live Instagram, Siaran Radio Kesehatan (RSK), website Sehat Negeriku, gelar wicara di TV maupun radio nasional, adlibs radio, running text TV, serta memasang media luar ruang (sign ads). “Upaya publikasi ini dilakukan bersama mainstream media, blogger, hingga influencer,” ujar perempuan berdarah Solo dan Jogja itu.

Wiwid yang dikenal aktif sebagai dubber untuk iklan radio ini juga menekankan pentingnya membangun pemahaman internal. Salah satunya, secara tertulis melalui Instruksi Sekjen tentang Persiapan Pegawai ASN Menuju Sistem Kerja Tatanan Normal Baru.

Tak kalah penting, kolaborasi antarunit kerja. Terutama, kolaborasi dalam mengomunikasikan berbagai pesan seperti langkah penerapan protokol kesehatan, kewajiban mengisi instrumen self assessment risiko Covid-19 secara jujur, penggunaan perlengkapan pribadi secara mandiri, dan memastikan area kerja selalu bersih, hingga penerapan sistem kerja bergilir (shift). (ais)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
image profile
canis
Just Another Me Around the World.
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI