Mengenal Tujuh Karakter Milenial
PRINDONESIA.CO | Jumat, 17/01/2020
Mengenal Tujuh Karakter Milenial
Menteri BUMN Erick Thohir mendorong milenial untuk terus belajar, bekerja keras dan berinovasi.
Aisyah/PR Indonesia

JAKARTA, PRINDONESIA.CO –  Founder dan COO IDN Media William Utomo menyampaikan hasil riset itu di hadapan peserta Indonesia Millennial Summit (IMS) di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Menurutnya, selama ini tipe atau karakter milenial yang mengemuka di muka publik hanya dua. Yakni, adventurer dan socializer. “Ada lima tipe milenial lagi yang selama ini publik belum tahu. Antara lain, the visionary, artist, leader, conservative, dan collaborator,” ujarnya.

Hasil penelitian Nielsen ini kemudian dikembangkan oleh IDN Research Institute untuk mendeskripsikan lebih dalam tentang ketujuh karakter tersebut. Karakter  the adventurer, misalnya, ibarat pepatah “Anjing menggonggong kafilah berlalu.” Mereka fokus mengejar tujuan, tak begitu peduli komentar negatif. Sifatnya lebih terbuka dan berani mencoba hal baru. “Mereka itu tipikal high entrepreneurial spirit. Semua jadi ladang usaha dari sekadar jastip sampai manufacturing,” imbuh William. Adapun pola konsumsi mereka adalah social image.

Sementara tipe visionary bak pepatah “Tak ada rotan, akar pun jadi”. Mereka tipikal gigih, karismatik dan menginspirasi. Mereka mengutamakan mengonsumsi konten yang diyakini kredibilitasnya. 

Lainnya, the artist. Karakternya ibarat “Air tenang, tapi menghanyutkan.” Mereka tidak banyak bicara, ulet, lebih rileks, tapi juga spontan. “Dalam menjalankan pekerjaannya, cenderung teng-go. Pola konsumsinya, melihat story dibalik produk tersebut,” kata William.

Bagaimana dengan tipe the leader? Menurut William, ibarat pepatah, “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.” Mereka paham tujuan yang mau dituju. Bekerja dengan telaten untuk mencapai tujuan itu. Tidak mudah tergoda oleh godaan yang sifatnya impulsif. Karismatik dan detail. “Mereka mengedepankan prinsip bibit, bebet, bobot. Mereka mengikuti berita politik, tapi tidak vokal,” ujarnya.  

Nah, the socializer, adalah tipe yang identik disematkan di sosok milenial. Tipe ini ibarat pepatah “Mangan ora mangan sing penting ngumpul.” Mereka memiliki tingkat gotong royong tinggi dan kekeluargaan. Sifatnya pengertian, mudah bergaul, dan menyenangkan. Kelebihan lain, mereka juga memiliki karakter toleran dan empati tinggi.   

Sementara the conservative bagaikan istilah “Alon-alon waton kelakon.” Karakternya kekeluargaan dan dapat diandalkan. Mereka punya banyak hobi. Benang merahnya, menghargai nilai-nilai silaturahim. 

Terakhir, the collaborator. Kalau tipe ini, ibarat pepatah, “Tut wuri handayani.” Dia mampu menjadi teladan dan menciptakan lingkungan yng kondusif. Tutur katanya halus, banyak ide, dan toleran. 

 

Pesan

Lalu, apa langkah selanjutnya? “Untuk pemerintah, kami mengusulkan, lakukan identifikasi akar masalah, angkat kelokalan, jadilah penjembatan kesenjangan digital, dan kuatkan keterlibatan sosial,” ujarnya  

Sementara untuk sektor swasta, kata kunci yang paling dihargai kaum milenial di tempat kerja antara lain pekerjaan yang bermakna, otonomi, pengakuan, umpan balik dan peluang mengembangkan diri, serta dukung masa depan mereka. “Mungkin mudah untuk menarik mereka bekerja di perusahaan kita, tapi mengelola dan mempertahankan bakat itu sulit,” kata William.

Kepada milenial, Menteri BUMN Erick Thohir yang membuka acara pagi hari itu menitip pesan, jangan sampai momentum Indonesia mengalami bonus demografi pada tahun 2030 hingga 2045 ini hilang. Untuk itu, ia mendorong kepada generasi muda untuk terus belajar, bekerja keras dan berinovasi.  “Jangan malah sibuk sendiri. Contoh, milenial tipe the adventurer, kesehariannya hanya sibuk berpetualang. Atau, melakukan hal yang tidak penting yang tidak memberi dampak positif kepada orang lain dan membawa perubahan bagi orang banyak,” ujarnya. (rtn)

 

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI