Adakalanya Lebih Baik Diam
15 April 2019
rizka
0
Adakalanya Lebih Baik Diam
Noke Kiroyan, Presiden Komisaris - Kiroyan Partners
Dok. PR Indonesia

Oleh Noke Kiroyan, Presiden Komisaris Kiroyan Partners

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Terlebih dalam situasi krisis, sudah menjadi kaidah umum bahwa kita harus terus-menerus melakukan pengkinian tentang peristiwa maupun hal-hal lain yang terkait. Namun, pernah ada kasus unik dengan klien yang mengharuskan kami memberikan advis sebaliknya. Hal ini membuktikan bahwa kita tidak boleh dogmatis dalam menghadapi persoalan.


Klien kami, katakanlah namanya Robert, pengusaha sebuah perusahaan tambang asing di luar Pulau Jawa, datang kepada Kiroyan Partners meminta bantuan terkait “permitting problem”, sebuah masalah tentang perizinan. Sejatinya pasti ada alasan yang dapat dipertanggungjawabkan untuk menolak permohonan izin yang diajukan suatu perusahaan. Saya katakan kepada Robert bahwa tidak ada yang namanya permitting problem karena pasti ada persoalan yang lebih mendasar sehingga izin tidak keluar.

Dalam hal ini, ada perbedaan pendapat antara Robert dan perusahaannya dengan para pejabat pusat dan daerah berkenaan dengan beberapa aspek lingkungan. Robert berpendapat bahwa dia sudah memenuhi persyaratan sehingga bersikukuh telah melakukan hal yang benar. Pemberitaan mengenai kasus ini begitu gencar di media daerah tempat operasi tambang itu berada. Nyaris setiap hari ada pemberitaan dan semuanya negatif.


Melalui pengamatan selama beberapa waktu, terlihat adanya pola di balik pemberitaan itu. Media lokal selalu mempertentangkan pendapat Robert dengan sikap kepala daerah yang bersangkutan. Kepala daerah tersebut dikenal tegas dan sangat berpengalaman berhubungan dengan pers. Dalam memberikan keterangan kepada pers ia sangat lugas, apalagi sebagai penguasa tertinggi di daerahnya yang berwenang untuk menentukan kebijakan di wilayah kekuasaannya.

Penyangkalan kepala daerah lantas membuat Robert berang. Dia berinisiatif menghubungi pers untuk “mengoreksi” pernyataan kepala daerah dengan bahasa yang tidak kalah kerasnya. Berbekal sanggahan Robert, media lokal pun kembali meminta pendapat kepala daerah, yang tentunya menolak apa yang dikatakan pimpinan perusahaan tambang tersebut. Proses berulang kembali dalam suatu eskalasi perang kata-kata yang sangat merugikan perusahaan.

Isu Lingkungan


Setelah menganalisis persoalan yang menyangkut pemberitaan negatif yang bertubi-tubi, saya mengajukan satu permintaan kepada Robert: jangan berbicara dengan media lokal selama satu bulan, apapun yang terjadi. Kalaupun ada desakan untuk memberikan pernyataan atau pengkinian kasus yang dihadapi, maka saya minta kepada Robert untuk mengatakan “sementara ini saya belum dapat memberikan pernyataan apa-apa” dan dia harus konsisten menjalankannya.


Robert mengikuti nasihat kami dan situasi pun mereda. Hal ini memberikan kesempatan kepada Kiroyan Partners untuk meneliti lebih dalam letak persoalan sebenarnya. Kebetulan saya kenal dengan kepala daerah yang berseteru dengan Robert. Ringkas cerita, sang kepala daerah mengatakan bahwa proyek (Robert) boleh saja berjalan kalau semua persyaratan sudah dipenuhi. Tetapi karena daerah yang bersangkutan sedang mempersiapkan perhelatan besar berskala internasional, faktor lingkungan merupakan salah satu aspek utama dalam acara itu. Sebelum kegiatannya terlaksana, ia tidak ingin diganggu oleh kegiatan (perusahaan/investasi) yang dapat berdampak kepada lingkungan.

 

Selengkapnya baca PR INDONESIA versi cetak dan SCOOP edisi 48/Maret 2019. Hubungi Sekhudin: 0811-939-027, [email protected]

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

BERITA TERKINI