Testimoni Peserta PRIA 2019: Persiapan, Persiapan, Persiapan
27 Maret 2019
canis
0
Testimoni Peserta PRIA 2019: Persiapan, Persiapan, Persiapan
Penjurian PRIA sesi presentasi hari kedua berlangsung di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa (6/3/2019)
Aisyah/PR Indonesia

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Kepada PR INDONESIA, Disra Alldrick, External Communication Coordinator PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), yang menjadi penampil pertama pagi itu mengaku grogi. “Ada tiga hal yang harus kita persiapkan setiap kali presentasi: persiapan, persiapan, persiapan,” ujarnya.

Tapi kali ini ia merasa ada hal lebih yang harus dimiliki dari hanya sekadar persiapan. Yakni, mental. Hal ini tak lain karena para juri yang ada di hadapannya adalah para praktisi PR profesional. Berbeda dengan hari sebelumnya, hari ini, Selasa (5/3/2019), panitia menghadirkan lima juri. Mereka adalah PR INDONESIA Guru Magdalena Wenas, Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ariani Djalal, founder dan Pemimpin Redaksi PR INDONESIA Asmono Wikan, Direktur Komunikasi PT Danone Indonesia Arif Mujahidin, dosen Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia Irwa Zarkasi. Tiga di antaranya adalah juri yang sudah tak asing bagi para peserta PRIA, sementara dua lainnya adalah juri baru.  

Disra mengaku perusahaannya belum lama mengetahui ajang yang rutin diselenggarakan oleh PR INDONESIA ini. Tahun lalu, untuk kali pertama RAPP lolos presentasi di kategori CSR dan puncaknya membawa pulang trofi saat malam penganugerahan PRIA di Surabaya. Prestasi ini mendorong perusahaan untuk memasukkan entri lebih banyak. Apalagi selama dua tahun ini departemennya sedang menanamkan nilai-nilai inti perusahaan kepada internal karyawan.  

Usai presentasi, pria yang baru kali ini merasakan panggung penjurian di hadapan dewan juri PRIA, justru merasa bahagia. Pasalnya, ia mendapat banyak masukan dari para juri. Selain itu, ia juga merasakan banyak manfaat dari ajang ini. “Kita tidak akan tahu posisi kita di mana kalau kita tidak menambah jejaring, melakukan studi banding, berbagi ilmu dan pengalaman untuk mencari tolok ukur. Salah satu caranya lewat acara seperti ini,” ujarnya. 

Faisal Alfarokhi, humas Petrokimia Gresik (PG), meski ini bukan penampilannya yang pertama, namun ia mengaku selalu merasa tertantang tiap kali melakukan presentasi di hadapan dewan juri PRIA. “Yang selalu membuat saya merasa tertantang mengikuti PRIA adalah para jurinya yang kapabel. Pertanyaan mereka selalu membuat saya berpikir. Beruntung saya tampil bersama partner, jadi kami bisa saling melengkapi,” katanya yang hari itu melakukan presentasi bersama rekannya Luhung Nalarwangi. 

Luhung menanggapi positif banyaknya pertanyaan yang diajukan dewan juri. “Buat kami itu pertanda baik. Artinya mereka tertarik,” katanya. Juri Arif menjadi salah satu juri yang mengapresiasi program Petroagrifood Journey milik PG. Menurutnya, program ini sejalan dengan hasil riset yang menunjukkan kecenderungan manusia di tahun 2050 lebih banyak mengonsumsi plant based food ketimbang animal source.

Sama seperti peserta pada umumnya, Arya Dwi Paramita, Media Communication Manager Pertamina, menilai PRIA pada prinsipnya adalah ajang bagi perusahaan khususnya Divisi Komunikasi untuk mengukur kinerja yang dinilai secara objektif oleh publik, dalam hal ini juri. Penilaian inilah yang kemudian akan menjadi tolok ukur program PR ke depan. “Tiap program dan peristiwa yang kami tangani adalah pembelajaran yang harus kami bukukan. Dengan adanya masukan dari publik (juri), catatan dari setiap perstiwa dan program ini menjadi semakin lengkap,” katanya. 

 

Kejar Kuantitas

Sementara itu, Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang selama dua tahun berturut-turut bertengger di posisi puncak sebagai peraih trofi terbanyak atau Platinum, mengaku tahun ini tidak jor-joran mengirim entri. Alasannya, kali ini mereka lebih mengejar value. “Meski jumlah entrinya sedikit, tapi tahun ini kami lebih yakin,” katanya. Apalagi kesemua program yang mereka presentasikan adalah program baru yang lahir dari ide-ide segar dan bisa dibanggakan. “Kami mengikuti ajang ini justru bertujuan untuk mendapatkan masukan dari juri untuk perbaikan program kami ke depan,” imbuhnya seraya menyampaikan usulan kepada panitia agar ke depan sistem penjurian dilakukan secara simultan, misalnya dibagi menjadi tiga kelas.

Penjurian PRIA sesi presentasi ini berlangsung selama tiga hari, dan akan berakhir besok, Rabu (6/3/2018). (rtn/ais/ika)  

 

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
image profile
canis
Just Another Me Around the World.
komentar (0)

BERITA TERKINI