Ketika Lima Fungsi Bersinergi Mengelola Komunikasi KAI
PRINDONESIA.CO | Selasa, 15/09/2026
Ketika Lima Fungsi Bersinergi Mengelola Komunikasi KAI
Sesi Executive Learning PR INDONESIA Corporate Xperience Goes to Semarang pada Kamis (10/9/2026), di Lawang Sewu, Semarang.
doc/PR INDONESIA

SEMARANG, PRINDONESIA.CO – Mengelola komunikasi di perusahaan sebesar PT Kereta Api Indonesia (Persero) membutuhkan strategi dan sinergi dari berbagai pihak. Upaya tersebut diperlukan agar setiap pesan komunikasi dapat tersampaikan dan diterima secara utuh oleh seluruh stakeholders.

Dalam konteks ini, Manager Internal Engagement Communication PT KAI (Persero) Nova Adnan Nugraha mengatakan, fungsi komunikasi korporat KAI di bawah kepemimpinan VP Corporate Communication PT KAI (Persero) Anne Purba dibagi ke dalam lima unit yang saling melengkapi. “Tupoksi terbagi mulai dari komunikasi internal, hubungan eksternal, multimedia, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), hingga riset dan monitoring,” ujarnya dalam sesi Executive Learning PR INDONESIA Corporate Xperience Goes to Semarang pada Kamis (10/9/2026), di Lawang Sewu, Semarang.

Dari lima fungsi tersebut, Nova menjelaskan, komunikasi internal berfokus memastikan berbagai informasi perusahaan dapat diketahui oleh seluruh pekerja melalui kanal perusahaan seperti WhatsApp dan email. Ia mengatakan, komunikasi internal tidak hanya ditujukan untuk menyebarluaskan informasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan keterampilan kehumasan para pekerja PT KAI yang tersebar dalam beberapa daop di Indonesia.

Komunikasi Yang Terintegrasi

Fungsi komunikasi internal tersebut kemudian berjalan beriringan dengan komunikasi eksternal. Nova menjelaskan, fungsi external relations berfokus pada pengelolaan pemberitaan media massa sekaligus membangun relasi dengan berbagai komunitas, termasuk komunitas pecinta kereta api, sejarah, maupun pesepeda. Kolaborasi tersebut, terang Nova, diarahkan untuk menciptakan berbagai kegiatan dan gerakan yang dapat memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat citra PT KAI.

Pengelolaan komunikasi eksternal juga diperkuat melalui media sosial. Nova menerangkan, di sini media sosial dimanfaatkan sebagai wadah berbagi informasi dunia perkeretaapian di Indonesia yang relevan bagi pelanggan sekaligus membangun citra perusahaan. Untuk mendukung penyampaian pesan melalui kanal tersebut, tim multimedia turut mengambil peran. “Di belakangnya, tim multimedia turut membantu memastikan pesan dapat diterjemahkan dalam bentuk konten audio dan visual yang menarik dan mudah dipahami publik,” jelasnya.

Di luar fungsi yang berhadapan langsung dengan publik tersebut, PT KAI juga memiliki fungsi PPID yang berperan memastikan keterbukaan informasi publik. Selain itu, mereka juga memiliki fungsi riset dan monitoring. Fungsi ini membantu tim komunikasi membaca situasi dengan memantau berbagai informasi dan perkembangan yang relevan bagi perusahaan. Hasil pemantauan tersebut kemudian dapat menjadi bahan dalam menentukan strategi komunikasi, baik untuk kebutuhan internal maupun eksternal.

Nova mengibaratkan fungsi riset dan monitoring seperti koki yang mencari bahan, mengolahnya, dan menyajikannya menjadi strategi komunikasi yang relevan. Dalam proses tersebut, manager research and monitoring berperan membaca berbagai informasi dan perkembangan untuk kemudian menjadi bahan dalam menyusun strategi komunikasi. (Evira Anyelia)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI