Kemampuan komunikasi tenaga medis dalam melayani pasien memegang kendali dalam meningkatkan kualitas pelayanan, kepercayaan pasien dan reputasi rumah sakit.
SURABAYA, PRINDONESIA.CO – Kemampuan komunikasi menjadi salah satu kompetensi yang tidak dapat dipisahkan dari pelayanan, termasuk pelayanan kesehatan. Dalam konteks ini, tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memiliki keahlian klinis, tetapi juga kecakapan komunikasi efektif, empatik, dan humanis agar kualitas layanan serta kepercayaan pasien semakin meningkat.
Berangkat dari hal tersebut, RS Husada Utama Surabaya menjajaki kolaborasi dengan Persatuan Penyiar Radio Seluruh Indonesia (PERSIARI) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Timur. Kolaborasi ini menghasilkan agenda utama yaitu pelatihan Hospital Service Excellence pada Selasa (28/7/2026), bagi tenaga medis dan petugas layanan yang berinteraksi langsung dengan pasien. “Komunikasi yang baik dapat mendukung pelayanan lebih efektif sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan pasien,” ucap Direktur Utama RS Husada Utama dr. Didi Dewanto dilansir dari RRI.co.id, Selasa (28/7/2026).
Pelayanan Memupuk Kepercayaan
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PERSIARI DPW Jawa Timur Adi Widodo menyampaikan bahwa komunikasi efektif memang menjadi salah satu kompetensi yang harus dimiliki tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan. Menurut Adi, adanya komunikasi yang baik akan memperkuat hubungan dan kepercayaan pasien sekaligus meningkatkan pengalaman pelayanan di fasilitas kesehatan.
Senada dengan itu, Direktur RSUD Tarakan Jakarta Weningtyas Purnomorini dalam agenda Forum Kebijakan Komunikasi Strategis & HUMAS INDONESIA BUMD Reputation Awards (FOKUS HIBRA) 2026 yang berlangsung di Gedung Peruri, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026), sempat menegaskan, masyarakat yang berobat lebih mengingat bagaimana mereka diperlakukan selama menerima layanan dibandingkan dengan sistem atau prosedur yang diterapkan sebuah institusi, khususnya rumah sakit. “Untuk itu, pengalaman pasien harus menjadi pusat dari seluruh strategi pelayanan, komunikasi dan transformasi yang dilakukan. Sebab, setiap interaksi antara pasien dan rumah sakit akan membentuk persepsi yang pada akhirnya menentukan tingkat kepercayaan masyarakat,” jelasnya
Kolaborasi antara RS Husada Utama dengan PERSIARI ini membuktikan bahwa komunikasi tidak lagi dipandang sebagai pelengkap dalam layanan kesehatan, melainkan menjadi bagian dari strategi meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit kepada masyarakat yang nantinya akan memupuk tingkat kepercayaan dan reputasi baik rumah sakit. (Evira Anyelia)