Penjurian IDEAS 2026: Perempuan di Tengah Industri Maskulin
PRINDONESIA.CO | Jumat, 19/06/2026
Penjurian IDEAS 2026: Perempuan di Tengah Industri Maskulin
Penjurian IDEAS 2026 hari kedua, yang berlangsung secara daring, Jumat (12/6/2026).
Dok. Fadhil/PR INDONESIA.

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Sejumlah peserta dalam penjurian Indonesia DEI & ESG Awards (IDEAS) 2026 kategori program DEI menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan di lingkungan kerja tidak lagi dipandang sebagai program pendukung semata.

Sebaliknya, berbagai inisiatif dirancang untuk memastikan perempuan memiliki kesempatan yang setara dalam mengembangkan kompetensi, memperkuat kepemimpinan, serta mengambil peran strategis di sektor-sektor yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki.

Komitmen tersebut terlihat lewat presentasi yang disampaikan oleh PT Pertamina Patra Niaga RU II Dumai dan PLN Indonesia Power UBP Semarang, dalam penjurian IDEAS 2026 hari kedua, yang berlangsung secara daring, pada Jumat (12/6/2026).

Dalam pemaparannya, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) RU II Dumai menghadirkan program bertajuk PERTIWI (Perempuan Pertamina Tangguh lnspiratif Wibawa dan lntegritas). Junior Officer Communication, Relation, and CSR PT PPN RU II Dumai Ainun Nabila menjelaskan, PERTIWI hadir sebagai komunitas dan ruang pergerakan bersama perusahaan dan seluruh pekerja untuk memperjuangkan hak-hak pekerja perempuan di lingkungan PT PPN RU II Dumai.

Kehadiran program itu dilatarbelakangi oleh stigma bahwa industri minyak dan gas merupakan sektor yang maskulin. Kondisi tersebut, kata Ainun, berpotensi memengaruhi kepercayaan diri perempuan dalam mengambil peran yang lebih besar di lingkungan kerja. "Padahal, dengan kapasitas yang kami miliki sebagai seorang manusia, seringkali kita, harusnya kita bisa melakukan lebih dari apa yang seharusnya," ujar Ainun dalam pemaparannya.

Ainun menyebut, program ini diwujudkan melalui pelatihan, mentoring, webinar, komunitas perempuan, hingga kampanye internal yang mendorong perempuan lebih percaya diri mengambil peran strategis di perusahaan.

Pelaksanaan program itu, kata dia, merupakan implementasi dari empat aspek utama, yakni development, wellbeing, sustainability, dan partnership & communication. "Ini mengingatkan kembali betapa pentingnya mereka, betapa percaya dirinya mereka, mereka sering lupa bahwa mereka itu berdaya dan bisa berkontribusi lebih meskipun mereka adalah seorang perempuan," tuturnya.

Hasilnya, program tersebut berhasil menjangkau 34 pekerja perempuan aktif untuk mengikuti pengembangan diri dan leadership activity, serta sebanyak 102 pekerja memberikan respons positif atas pemberitaan PERTIWI.

Dampak Sosial

Sementara itu, PLN Indonesia Power UBP Semarang mengangkat program SINAR yang digerakkan oleh komunitas Srikandi PLN. Humas PLN Indonesia Power UBP Semarang Retno Wulandari memaparkan, program tersebut berangkat dari fakta bahwa perempuan hanya mencakup sekitar sembilan persen dari total pegawai,

Ia menyebut, lewat program itu, perusahaan berupaya membuktikan bahwa keterbatasan jumlah tidak mengurangi kontribusi perempuan dalam mendukung transformasi organisasi maupun pemberdayaan masyarakat. "Di tengah minoritas itu, kami berusaha untuk dapat berkontribusi lebih bagi masyarakat sekitar," kata Retno.

Retno menuturkan bahwa dalam program SINAR, Srikandi PLN tidak hanya memperkuat kapasitas perempuan di lingkungan kerja, tetapi juga mengembangkan dampak sosial melalui pemberdayaan UMKM perempuan, program Woman Support Woman, edukasi bagi pelajar dan mahasiswa, serta kolaborasi dengan komunitas lokal.

Ia memaparkan bahwa program SINAR itu dilaksanakan dengan menghadirkan empat kegiatan berupa Srikandi Sahabat Anak, Srikandi Care, Srikandi Woman Support Woman, dan Srikandi Goes to Campus.

Untuk memaksimalkan pelaksanaan program itu, lanjut dia, Srikandi PLN menggunakan beragam saluran komunikasi, mulai dari kolaborasi dengan media massa, optimalisasi grup WhatsApp internal, hingga kanal media sosial lainnya untuk diseminasi konten.

Hasilnya, program ini berhasil membawa peningkatan omzet kelompok perempuan binaan dengan kenaikan rata-rata mencapai 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dukungan beasiswa bagi 300 pelajar dari tingkat SD hingga perguruan tinggi, serta terciptanya lingkungan kerja yang mendukung talenta perempuan untuk tetap bertahan di perusahaan. (Fadhil Pramudya)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI