Sepuluh kampiun FOKUS HIBRA 2026 membeberkan taktik komunikasi strategis. BUMD membuang gaya kaku birokrasi demi merebut hati publik lewat interaksi dua arah.
JAKARTA, HUMASINDONESIA.ID — Kepercayaan publik mengunci denyut nadi bisnis Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Sejumlah pemenang Forum Kebijakan Komunikasi Strategis & HUMAS INDONESIA BUMD Reputation Awards (FOKUS HIBRA) 2026 pun membeberkan ragam taktik komunikasi strategis mereka di Gedung Peruri, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026). Kini, entitas pelat merah serentak membuang gaya komunikasi birokratis kaku demi mengamankan loyalitas pelanggan lewat interaksi dua arah.
Kecepatan merespons masalah menduduki kasta tertinggi manajemen. Plt. Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya Ahmad Prihadi mematok target penyelesaian keluhan maksimal 24 jam via aplikasi pelanggan. Tim teknis meluncur memadamkan komplain warga paling lama 15 menit. "Kalau kita kerja baik itu biasa. Jadi kita harus meningkatkan kerja yang luar biasa," tegas Ahmad menolak rasa cepat puas.
Sentuhan emosional turut menguasai lorong layanan medis. Direktur RSUD Tarakan Jakarta Weningtyas Purnomorini menitikberatkan kepekaan staf merespons tangisan keluarga pasien melalui pengelolaan aduan yang tulus. "Kami mempunyai empati terhadap keluhan-keluhan," ucap Weningtyas meyakini praktik ini ampuh meraup kecintaan warga sekitar.
Sektor perbankan daerah tak ketinggalan merapatkan barisan pertahanan siber. Pemimpin Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum Bank BPD DIY Didit Respati Setiadi rutin menyiagakan patroli dunia maya guna menangkap percikan sentimen negatif sedini mungkin. "Kami berupaya meningkatkan peran humas di dalam garda terdepan untuk menjaga reputasi," tegas Didit menggaransi perlawanan terhadap isu miring.
Sementara itu, Pemimpin Divisi Manajemen Sumber Daya Insani Bank Riau Kepri Syariah Tengku Muhammad Fadli Kholis mengeksekusi langkah peredaman serupa. Pihaknya berbekal fitur keluhan di aplikasi internal guna memanjakan nasabah. "Supaya kawan-kawan ataupun yang melakukan komplain tadi merasa terpuaskan," terang Tengku.
Keterbukaan Komunikasi
Menyoal taktik merawat nama baik, AVP Corporate Communication PT Jakarta Propertindo (JakPro) Arrozi Effendi menempatkan reputasi tegak lurus dengan jaminan transparansi. Taktik keterbukaan informasi ini sukses menjaga nyawa korporasi. "Kepercayaan itu bisa bentuknya dari publik kepada kami," kata Arrozi memaknai pencapaian gemilang lembaganya.
Di sektor pariwisata, persaingan bergeser ke adu tajam produksi kreativitas konten. Corporate Secretary PT Jakarta Tourisindo atau Jakarta Experience Board (JXB) Erik Triadi mengatakan, pihaknya mengerahkan kekuatan media sosial dalam merawat citra instansi sekaligus pemegang saham pemerintah. Eksposur positif ini terbukti mengamankan target bisnis mereka. "Apabila reputasi kita terganggu, apa yang akan kita pasarkan, apa yang kita usahakan ke depan itu menjadi sulit," aku Erik membedah tantangan pasar.
Sementara itu, Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Daniel Windriatmoko memadukan transparansi pengelola dengan peluncuran kejutan ruang bermain. Gebrakan komunikasi publik ini efektif merespons animo liburan warga ibu kota. "Kami akan memberlakukan gratis masuk Ancol di sore hari," ungkap Daniel merayakan euforia hari jadi Jakarta.
Rebranding dan Inklusivitas
Penyedia transportasi massal kini berlomba menebar kampanye kesetaraan fasilitas umum. Corporate Communication Manager LRT Jakarta Retnoastuti Ratih Listyorini menjamin seluruh gerbongnya aman bagi penumpang rentan. "Pelayanan yang ramah, aman, nyaman, serta inklusivitas tentunya untuk seluruh penumpang," janjinya mengikat kesetiaan komuter.
Dari sisi publikasi, Head of Corporate Communication MRT Jakarta Angga Satria Perdana memilih menggempur saluran informasi lewat pelaksanaan forum jurnalis rutin. Interaksi aktif ini memupuk rasa simpati awak media secara efektif. "Kami rasa apa yang kami lakukan itu holistik ya, dan juga komunikasi 360 sehingga mungkin output-nya juga memberikan respon positif," papar Angga bangga.
Rombakan identitas akhirnya mengunci rencana besar perbankan daerah. Wakil Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Sukma Citra Lesmana membeberkan kesiapan bermanuver melantai di bursa saham berbekal nama baru yang lebih kekinian. Jalur ekspansi korporasi kian terbuka lebar. "Kita juga bisa melangkah menjadi bank yang lebih baik, lebih maju, dan tentunya harapannya bisa menjadi bank yang IPO ke depan," tutup Sukma merangkum visi besarnya. (Arfrian R.)