Transparansi dalam komunikasi Environmental, Social, and Governance (ESG) kian menjadi kunci dalam menumbuhkan kepercayaan investor, seiring meningkatnya tuntutan terhadap perusahaan untuk menyampaikan kinerja keberlanjutan secara terbuka, akurat, dan berbasis data.
JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Konsep Environmental, Social, and Governance (ESG) kini tidak hanya menjadi standar keberlanjutan bisnis, tetapi juga berkembang sebagai strategi komunikasi korporasi yang krusial dalam membangun transparansi dan kepercayaan publik. Perusahaan dituntut tidak sekadar menjalankan praktik berkelanjutan, tetapi juga mengomunikasikannya secara terbuka melalui pelaporan ESG yang terukur dan akuntabel.
Secara sederhana, ESG merupakan kerangka yang menilai kinerja perusahaan berdasarkan tiga aspek utama: lingkungan, sosial, dan tata kelola. Aspek lingkungan mencakup dampak operasional terhadap alam seperti emisi dan pengelolaan limbah, aspek sosial menyoroti hubungan dengan karyawan dan masyarakat, sementara tata kelola berkaitan dengan transparansi dan praktik manajemen perusahaan.
Dalam perspektif kehumasan, ESG tidak berhenti pada implementasi program, melainkan berlanjut pada bagaimana perusahaan menyampaikan dampak keberlanjutan kepada pemangku kepentingan. Dalam konteks ini, pelaporan ESG memainkan peran sentral sebagai alat komunikasi berbasis data.
Digital Marketing Manager CEMAsys.com, perusahaan konsultan yang bergerak di bidang pelaporan ESG, Frida Rudbo menyebut, pelaporan ESG merupakan proses pengungkapan informasi terkait kinerja perusahaan di tiga aspek tersebut untuk memberikan gambaran risiko, peluang, serta capaian yang relevan bagi investor dan publik.
Ia menerangkan, pelaporan ESG tidak hanya berfokus pada angka keuangan, tetapi juga memberikan gambaran lebih luas mengenai dampak aktivitas bisnis terhadap lingkungan dan masyarakat. “Dengan mempublikasikan laporan tersebut, perusahaan dapat mengomunikasikan inisiatif keberlanjutan dan tanggung jawabnya kepada para pemangku kepentingan,” ujarnya dikutip dari laman CEMAsys.com, Jumat (24/4/2026).
Frida menekankan, pelaporan ESG kini telah memegang peranan penting di perusahaan. Pasalnya, kata dia, saat melakukan pelaporan ESG, perusahaan pada dasarnya membagikan informasi mengenai operasional dan risiko yang berkaitan dengan tanggung jawab lingkungan, sosial, serta tata kelola perusahaan. “Hal ini memberikan transparansi dan informasi yang bernilai bagi investor, sekaligus dapat menjadi inspirasi bagi organisasi lain di bidang yang sama,” tuturnya.
Fungsi Strategis
Dalam konteks itu, apa yang disampaikan Frida sejalan dengan temuan riset oleh Nadine Straus dkk. bertajuk ESG Communication as a Strategic Public Relations Function: A Framework for Excellence (2025). Di sana disebutkan bahwa komunikasi ESG kini telah berkembang menjadi fungsi strategis dalam public relations (PR). Dijelaskan pula bahwa ESG tidak lagi sekadar laporan, tetapi bagian integral dari strategi komunikasi korporasi yang mencakup keterlibatan pemangku kepentingan, manajemen isu, hingga komunikasi krisis.
Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa peningkatan tuntutan transparansi dan maraknya tuduhan greenwashing telah mendorong perusahaan untuk mengelola komunikasi ESG secara lebih kredibel dan terintegrasi di seluruh organisasi. “Komunikasi yang tidak berbasis data berisiko merusak reputasi, sementara pendekatan yang transparan dan konsisten justru dapat memperkuat nilai perusahaan di mata investor,” tulis temuan riset tersebut.
Lebih lanjut, ESG kini turut menjadi bagian penting dalam komunikasi korporasi dan keuangan. Aspek paling strategis dalam temuan riset itu menunjukkan bahwa perusahaan yang secara aktif melaporkan dan mengomunikasikan kinerja ESG terbukti mampu meningkatkan kualitas manajemen, memperkuat pengelolaan risiko, serta mendorong nilai perusahaan dan kepercayaan pemegang saham. (Fadhil Pramudya)