Penjurian PRIA 2026 Kategori PA: Taktik Mengamankan Operasional Perusahaan
PRINDONESIA.CO | Jumat, 16/01/2026
Penjurian PRIA 2026 Kategori PA: Taktik Mengamankan Operasional Perusahaan
Presentasi Wings Group Indonesia di penjurian PRIA 2026 kategori Public Affairs, Jumat (9/1/2026).
doc/PR INDONESIA

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Dalam lanskap korporasi modern, pengelolaan pemangku kepentingan (stakeholder management) telah bertransformasi dari sekadar aktivitas relasi menjadi instrumen vital keberlanjutan bisnis. Hal itu ditunjukkan oleh sejumlah peserta INDONESIA Awards (PRIA) 2026 dalam sesi penjurian pada kategori Public Affairs, Jumat (9/1/2026), yang mendemonstrasikan bagaimana pendekatan berbasis data dan pemetaan strategis mampu mengamankan operasional perusahaan.

PT PepsiCo Indonesia Foods and Beverages misalnya, diketahui menghadapi tantangan kompleks dalam perizinan pendirian pabrik di Cikarang. Dalam menyiasatinya, Government Affairs Manager PepsiCo Peter Sean Lie mengatakan, pihaknya melakukan pelibatan pemerintah sejak dini (early engagement), khususnya Kementerian Perindustrian dan BPOM serta pemerintah daerah.

Dalam praktiknya, terang Peter, pihaknya menerapkan mekanisme pemrosesan perizinan secara paralel. Strategi ini memungkinkan perusahaan mendapatkan percepatan izin seperti Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dan izin lingkungan (RKL-RPL), tanpa mengorbankan kepatuhan terhadap regulasi.

Hasilnya, pabrik resmi bisa berproduksi pada 13 Januari 2025, lebih cepat dari rata-rata industri. Peresmian pabrik yang dihadiri Wakil Menteri Perindustrian menjadi validasi suksesnya strategi government engagement mereka. "Kunci keberhasilan ini adalah membangun kepercayaan melalui konsultasi rutin, sehingga potensi hambatan akibat dinamika regulasi dapat dimitigasi sejak awal," jelas Peter.

Matriks Klasifikasi untuk Dampak Sosial

Di sisi lain, Yayasan WINGS Peduli menampilkan kematangan dalam mengelola Social License to Operate melalui empat pilar CSR yaitu lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan tanggap bencana. Corporate Social Responsibility Specialist WINGS Group Indonesia Arsya Ashravika Shafiyuddin mengatakan, kunci dari semua itu adalah penggunaan matriks pemetaan yang disiplin.

Berbeda dengan pendekatan pukul rata, WINGS Group mengklasifikasikan stakeholder ke dalam empat kuadran peran. Di antaranya Regulator & Pembuat Kebijakan, Mitra Implementasi (NGO/Komunitas), Amplifier (Media), dan Penerima Manfaat. Klasifikasi ini memastikan setiap pihak mendapatkan pesan dan porsi pelibatan yang presisi.

Seluruh data interaksi dan profil stakeholder, terang Arsya, direkam dalam database yang diperbarui secara berkala. Hal ini memungkinkan evaluasi berbasis bukti (evidence-based evaluation) dan keberlanjutan program. "Kami tidak hanya mengidentifikasi siapa mereka, tetapi juga memetakan peran spesifik mereka dalam ekosistem program," ujar Arsya.

Kedua studi kasus ini memberikan pelajaran penting bagi praktisi public affairs, bagaimana data regulasi dapat navigasi perizinan (market entry), dan data komunitas mampu memperkuat dampak sosial. Kedua perusahaan di atas membuktikan bahwa pengelolaan stakeholder yang terukur adalah fondasi utama untuk meminimalisasi risiko dan memaksimalkan dukungan publik.

PRIA 2026

PR INDONESIA Awards (PRIA) merupakan ajang kompetisi kinerja kehumasan/public relations (PR) paling komprehensif di Indonesia yang ditujukan untuk mengukur dan mengapresiasi kinerja komunikasi instansi pemerintahan maupun korporasi sepanjang satu tahun.

PRIA 2026 terbuka bagi peserta dari Kementerian, Lembaga Negara, Pemerintah Daerah (Provinsi/Kab/Kota), BUMN, Anak Usaha BUMN, BUMD, Korporasi Swasta Nasional, Korporasi Swasta Multinasional, Perguruan Tinggi (PTN/PTS), Non Government Organization (NGO), Badan Layanan Umum (BLU), Agensi PR, hingga Satuan Kerja Organisasi/Lembaga.

Adapun kategori yang dikompetisikan pada tahun ini meliputi OWNED MEDIA (Majalah Internal, Video Profil), KANAL DIGITAL (Aplikasi, Website, Media Sosial), MANAJEMEN KRISIS (Praktis, Krisis dan Paskakrisis), LAPORAN TAHUNAN (Annual Report, Sustainability Report), PROGRAM KOMUNIKASI SOCIAL RESPONSIBILITY (Keberlanjutan Bisnis Perusahaan (Sustainability Business), Pemberdayaan Masyarakat (Community Based Development)), PROGRAM PR (Program Marketing PR, Program Government PR, Program Corporate PR, Program Digital PR), DEPARTEMEN PR, PUBLIC AFFAIRS (Stakeholder Management Excellece), dan BEST OF THE BEST ACHIEVEMENT yang akan diberikan khusus kepada korporasi/lembaga/organisasi yang berhasil mendapat trofi terbanyak di seluruh kategori.

Pengumuman dan undangan pemenang PRIA 2026 akan dirikim pada 13 Januari 2026, dan puncak penghargaan akan berlangsung pada 13 Februari 2026.

Ikuti terus perkembangan PRIA 2026 hanya di prindonesia.co dan humasindonesia.id. (Arfrian R.)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI