Penjurian PRIA 2026 Kategori Komunikasi PA: Strategi Raih SLO
PRINDONESIA.CO | Senin, 12/01/2026
Penjurian PRIA 2026 Kategori Komunikasi PA: Strategi Raih SLO
Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum Lisniari Munthe di penjurian PRIA 2026 kategori Public Affairs, Jumat (9/1/2026).
doc/PR INDONESIA

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Dalam sesi penjurian PR INDONESIA Awards (PRIA) 2026 kategori Public Affairs, Jumat (9/1/2026), Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendemonstrasikan bagaimana sebuah lembaga negara bertransformasi dari sekadar penyampai informasi, menjadi pengendali narasi. Di hadapan dewan juri, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PU Lisniari Munthe mengatakan, sepanjang tahun 2025 kementerian yang dikomandoi Dody Hanggodo itu menerapkan strategi information flooding yang agresif untuk menguasai share of voice digital.

Berkat strategi tersebut, terang Lisniari, volume produksi informasi menyentuh angka 3.060 konten media sosial, 640 rilis pers, dan 711 publikasi web dalam setahun. Ia menegaskan, dalam konteks ini Kementerian PU memposisikan kuantitas sebagai taktik agenda setting untuk memitigasi risiko reputasi. “Dengan membanjiri kanal informasi, Kementerian PU berupaya menenggelamkan potensi disinformasi, dan memastikan diskursus publik berfokus pada progres pembangunan, bukan isu kontra-produktif seperti sengketa lahan atau dampak lingkungan,” ucapnya.

Mengamankan Social License to Operate

Dari kacamata Public Affairs, langkah yang dilakukan Kementerian PU bisa dibilang krusial, karena bertujuan mengamankan social license to operate (izin sosial untuk beroperasi). Sebagaimana diketahui, proyek infrastruktur fisik memiliki risiko gesekan sosial yang tinggi. Oleh karena itu, penerimaan publik yang dibangun melalui dominasi narasi positif menjadi aset nonfisik, menjadi wajib dimiliki agar proyek berjalan tanpa hambatan resistensi warga.

Meski agresif, Lisniari menekankan bahwa strategi ini tetap berpijak pada koridor kepatuhan yakni Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sebagai fondasi pelayanan, terutama dalam penanganan pengaduan masyarakat. "Kami selalu menginduk UU KIP, terkait isu pelayanan publik (pengaduan)," ujarnya.

Secara evaluatif, Kementerian PU telah berhasil menaikkan standar pengukuran kinerjanya. Mereka tidak lagi terjebak pada metrik output (jumlah konten) atau vanity metrics semata. Penerapan model PESO (Paid, Earned, Shared, Owned) yang terintegrasi, termasuk 1.686 media placement pun diukur efektivitasnya melalui dampak nyata (outcome).

Hal tersebut dibuktikan pula dengan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang mencapai angka 89,76 (Mutu Pelayanan A) pada 2025. Capaian ini memvalidasi bahwa strategi komunikasi yang dijalankan berkorelasi positif dengan persepsi publik. Adapun status "Informatif" dari Komisi Informasi Pusat menjadi legitimasi eksternal bahwa sentimen positif yang terbentuk adalah hasil kinerja, bukan sekadar berita berbayar. "Survei kepuasan masyarakat dilakukan triwulan per tahun, sentimen pemberitaan jadi pengukuran keberhasilan," tambah Lisniari.

Menatap tahun 2026, Kementerian PU menghadapi tantangan adaptasi teknologi melalui integrasi kecerdasan buatan (AI). Lisniari menandaskan, kehadiran aplikasi "Sahabat PU" dengan fitur AI Chat Assistant yang telah melayani 12.635 interaksi, menunjukkan kesiapan birokrasi untuk melayani warga secara real-time dan modern.

PRIA 2026

PR INDONESIA Awards (PRIA) merupakan ajang kompetisi kinerja kehumasan/public relations (PR) paling komprehensif di Indonesia yang ditujukan untuk mengukur dan mengapresiasi kinerja komunikasi instansi pemerintahan maupun korporasi sepanjang satu tahun.

PRIA 2026 terbuka bagi peserta dari Kementerian, Lembaga Negara, Pemerintah Daerah (Provinsi/Kab/Kota), BUMN, Anak Usaha BUMN, BUMD, Korporasi Swasta Nasional, Korporasi Swasta Multinasional, Perguruan Tinggi (PTN/PTS), Non Government Organization (NGO), Badan Layanan Umum (BLU), Agensi PR, hingga Satuan Kerja Organisasi/Lembaga.

Adapun kategori yang dikompetisikan pada tahun ini meliputi OWNED MEDIA (Majalah Internal, Video Profil), KANAL DIGITAL (Aplikasi, Website, Media Sosial), MANAJEMEN KRISIS (Praktis, Krisis dan Paskakrisis), LAPORAN TAHUNAN (Annual Report, Sustainability Report), PROGRAM KOMUNIKASI SOCIAL RESPONSIBILITY (Keberlanjutan Bisnis Perusahaan (Sustainability Business), Pemberdayaan Masyarakat (Community Based Development)), PROGRAM PR (Program Marketing PR, Program Government PR, Program Corporate PR, Program Digital PR), DEPARTEMEN PR, PUBLIC AFFAIRS (Stakeholder Management Excellece), dan BEST OF THE BEST ACHIEVEMENT yang akan diberikan khusus kepada korporasi/lembaga/organisasi yang berhasil mendapat trofi terbanyak di seluruh kategori.

Pengumuman dan undangan pemenang PRIA 2026 akan dikirim pada 13 Januari 2026, dan puncak penghargaan akan berlangsung pada 13 Februari 2026.

Ikuti terus perkembangan PRIA 2026 hanya di prindonesia.co dan humasindonesia.id(Arfrian R.)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI