Benarkah “Influencer” Lebih Berpengaruh daripada Selebriti?
13 August 2019
rizka
0
Benarkah “Influencer” Lebih Berpengaruh daripada Selebriti?
Konsumen kini beralih ke influencer untuk mengakses tren kecantikan
Dok. Meltwater

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Kondisi ini mendorong industri kecantikan sepenuhnya merangkul kekuatan pemasaran influencer. Laporan terbaru dari Meltwater berjudul “Beyond Skin Deep: Understanding the Shopping Journey of the Southeast Asian Beauty Buyer”, mengeksplorasi tentang bagaimana industri telah menyambut dampak pemasaran influencer dan mengapa kepribadian yang bisa berkaitan dengan audiens dan autentik ini adalah pilihan utama untuk mendukung brand kecantikan. Strategi itu lantas disempurnakan dengan kolaborasi komersial. Berikut temuan mereka. 

Untuk kolaborasi kecantikan, influencer media sosial lebih disukai daripada selebriti. Hal ini mengingat keterlibatan mereka yang lebih tinggi, return of investment, dan juga kredibilitas di antara audiens yang lebih spesifik (niche).

Instagram merupakan kanal pilihan untuk kolaborasi di bidang talenta. Keberadaan Instagram membawa delapan kali lebih banyak pengaruh kecantikan daripada kanal sosial lainnya seperti Twitter dan YouTube.

Di Asia Tenggara, produk pemulas bibir paling banyak dibicarakan di media sosial. Di antara sekian banyak produk lipstik, merek Estée Lauder mendominasi keseluruhan pembicaraan.

Indonesia menyumbang 38 persen dari obrolan media sosial seputar kecantikan. Persentase ini mengalahkan Malaysia dan Filipina yang masing-masing mencapai 29 dan 27 persen.

J-beauty (merek kecantikan dari Jepang) memimpin dalam hal berbagi suara dibandingkan dengan merek kecantikan Korea dan Cina.

Pilihan influencer kecantikan terbaik di regional meliputi Sahur Saleim (@sahursart) Singapura, Farhanah Firdaus (@faafirds) Malaysia, Anna Cay (@annacay) Filipina, dan Marcella Febrianne Hadikusomo (@cindercella) di Indonesia.

Temuan Meltwater didukung oleh laporan terpisah dari Celebrity Intelligence. Data mereka menunjukkan keberadaan influencer penting dalam membentuk opini dan 80 persen keputusan pembelian produk kecantikan. “Konsumen saat ini tahu kapan produk dijual dan lebih suka mendengar dari ‘orang sungguhan’,” kata Direktur Regional Media Solutions Meltwater Asia Pasifik Mimrah Mahmood.

Dengan demikian, merek perlu lebih strategis dalam berkolaborasi dengan talent mereka. Jangan hanya melihat berdasarkan jumlah pengikut. Gabungkan juga dengan wawasan yang lebih dalam seperti engagement rata-rata per unggahan, jangkauan yang sebenarnya, dan data demografis. “Ini penting untuk memastikan influencer mampu menarik audiens yang tepat,” tutupnya.  (rvh)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

BERITA TERKINI