Cara Menulis Rilis Layak Tayang (Bagian 1)
07 August 2019
Aisyah Salsabila
0
Cara Menulis Rilis Layak Tayang (Bagian 1)
“Wartawan melihat siaran pers untuk menemukan fakta,” ujar Orly Telisman dari Orly Telisman Public Relations.
Dok. Linkedin.com

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Lantas, bagaimana cara membuat siaran pers yang menonjol dan berpotensi dipublikasikan oleh media yang disasar?  Mengutip dari PR Daily, berikut ini 12 cara menulis siaran pers yang layak tayang. Antara lain:

1. Pancing dengan Subjek “E-mail” yang Menarik

Langkah pertama yang dapat dilakukan PR untuk dapat menarik perhatian jurnalis adalah dengan membuat subyek e-mail yang menonjol. Seperti kata Elise Copps dari Hamilton Health Sciences. Pikirkan tentang judul utama berita yang membuat Anda ingin mengklik artikel yang ditemui saat menjelajahi sosial media. Tiru level keingintahuan yang ditimbulkan melalui judul berita.

2. “Less is More”

Menurut Caroline Niven, Wakil Presiden Komunikasi Eksternal Mastercard, meski banyak hal yang ingin ditulis, idealnya,  rilis tidak lebih dari satu halaman. Sebaiknya, tempel teks Anda pada e-mail, daripada dalam bentuk lampiran. Hal ini memudahkan wartawan membaca rilis dengan cepat walaupun menggunakan ponsel.

3. Hanya Fakta

“Wartawan melihat siaran pers untuk menemukan fakta,” ujar Orly Telisman dari Orly Telisman Public Relations. Mereka hanya membutuhkan fakta tentang, siapa, apa, di mana, kapan, dan mengapa. Tak kalah pentingnya, CEO yang memberikan pesan. Wartawan akan mengabaikan kutipan-kutipan yang berisi pujian, penghargaan, baik dari CEO maupun mitra.

4. Menulis Cepat

Buat tulisan yang sederhana, menggunakan kalimat aktif. Jika kalimat  terlalu panjang, potong informasi menjadi lebih mudah dicerna.

5. Hindari Jenis Huruf yang Tidak Biasa

Lebih baik gunakan jenis huruf (font) yang umum digunakan banyak orang. Sebab, font yang tidak biasa, berpotensi tidak muncul di layar ponsel yang bersangkutan.

6. Berikan Aset Visual

Sertakan foto dan video dalam rilis Anda sebagai tautan/link untuk mengunduh, bukan dalam bentuk lampiran. Sehingga Anda dapat berbagi file dengan kualitas tinggi tanpa membebani kotak masuk si penerima pesan. Opsi lainnya, Anda dapat melampirkan gambar dengan resolusi rendah di dalam rilis, sekaligus sertakan tautan/link untuk mengunduh file dengan resolusi tinggi.

Beri keterangan yang jelas tentang cara media dapat menggunakan file foto atau video dalam liputan mereka. Apakah file harus ditambahkan kredit atau tidak boleh diubah. “Dorong penggunaan video dalam liputan mereka, sehingga pemberitaan Anda dapat diperhitungkan,” ujar Copps. Memang tidak ada jaminan bahwa wartawan akan mematuhi, tetapi dengan memintanya, peluang untuk dipublikasikan makin meningkat. BERSAMBUNG (ais)

Sumber:

https://www.prdaily.com/12-ways-to-produce-a-killer-press-release/

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

BERITA TERKINI