Gencar Mengedukasi
11 July 2019
Aisyah Salsabila
0
Gencar Mengedukasi
Managing Director PT Bank Amar Indonesia (Amar Bank) Vishal Tulsian:
Dok. Pribadi

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Di era digital, industri keuangan, termasuk perbankan, ikut terdisrupsi dengan adanya penetrasi financial technology (fintech). Bank asal Surabaya, Bank Amar Indonesia, justru melihatnya sebagai peluang. Tahun 2014, mereka meluncurkan produk Tunaiku Amar Bank. Melalui produk ini, perbankan yang berdiri sejak tahun 1991 itu menawarkan pinjaman tanpa jaminan. Antara lain, pinjaman dapat diberikan mulai dari nominal Rp 2 – 20 juta, jangka waktu cicilan enam bulan sampai 20 bulan, bisa dipergunkan untuk apa saja mulai dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Kredit Usaha Rakyat (KUR), renovasi rumah, hingga biaya rumah sakit.

Prosesnya cepat karena tidak perlu proses penaksiran aset agunan serta dapat diajukan secara on-line. Pengajuan bisa langsung diproses dalam kurun 24 jam, sementara pencairan dana hanya membutuhkan waktu 1 - 3 hari kerja. Aman karena terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tidak perlu kepemilikan kartu kredit, slip gaji, dan sistem bunga tetap.

Namun, menurut Managing Director PT Bank Amar Indonesia (Amar Bank) Vishal Tulsian, ekosistem ini tak akan tumbuh jika tidak dibarengi dengan edukasi. Apalagi respons masyarakat terhadap kehadiran fintech cukup tinggi. Di sisi lain, sejak awal 2019, OJK telah memberantas 231 fintech ilegal. “Kondisi ini tentu meresahkan, dan tentu saja mengganggu reputasi pelaku dan industri fintech,” kata pria yang ditemui PR INDONESIA di Jakarta pada pertengahan Februari lalu.

Perkuat Lini

Di sinilah urgensi dari keberadaan public relations (PR). “Kita harus mengedukasi masyarakat agar menjadi smart spending dan smart finance,” ujarnya. Bersama tim PR, Vishal pun rajin bertemu dengan rekan-rekan media sekadar berbagi informasi dan perkembangan dunia fintech. Mereka juga kerap mengadakan seminar, goes to campus, Kelas Suwara  (seminar daring), hingga menjadi pengingat bagi para nasabahnya mengenai credit history.

Derasnya gelombang disrupsi dan informasi, membuat perusahaan yang resmi bergabung dengan Tolaram Group sejak 2014 dan selalu mengedepankan customer experince itu melakukan transformasi secara besar-besaran. Tak hanya dari segi aktivitas bisnis, tapi juga menempatkan PR di posisi strategis. “Kami tempatkan PR di tempat yang fleksibel agar dapat berkomunikasi ke segala lini,” ujarnya.

Kepada tim PR Bank Amar, ia menekankan agar memiliki intuisi yang tajam, terutama dalam hal mengkritisi segala informasi yang diterima. Gemar membaca, serta mengikuti perkembangan tren global. (ais/rtn)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

BERITA TERKINI