Berlomba-lomba Berkarya Gemilang di Dunia PR
25 Oktober 2017
Ratna Kartika
0
Berlomba-lomba Berkarya Gemilang di Dunia PR
Keberadaan PR terbukti memberikan dampak positif.
Freandy/PR Indonesia

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Kalangan yang dimaksud mulai dari cikal bakal (mahasiswa para penerus PR), menengah (praktisi PR usia muda dan matang), hingga level tertinggi (para pemimpin baik kepala daerah maupun CEO). 

Untuk mendorong kesungguhan itu, PR INDONESIA kembali mengadakan apresiasi di Yogyakarta, Jumat (25/8/2017). Antara lain, PR INDONESIA Rookie Stars Competition yang ditujukan untuk mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi dari berbagai universitas di seluruh tanah air, ICON PR INDONESIA khusus diberikan bagi praktisi PR usia di bawah 35 tahun, dan Insan PR INDONESIA untuk para praktisi PR usia matang. Dari mereka, tergambar langkah dan upaya nyata membangun trust agar profesi PR menjadi bagian strategis dari pembangunan suatu organisasi atau korporasi.   

Meski begitu, mustahil meningkatkan martabat PR menjadi lebih strategis tanpa dukungan pemimpin. Untuk itu, berbeda dari tahun sebelumnya, event yang didukung antara lain oleh Telkom, BRI, Bank BJB, BNI, Telkomsel, BPJS Kesehatan, dan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) kali ini menambah kategori khusus untuk para pemimpin. Dengan menggandeng Indonesia Indicators, penghargaan yang diberikan bagi para pemimpin itu diberi nama Best Communicators of the Year.   
 
Para Best Communicators umumnya sepakat perjalanan pembangunan baik instansi, korporasi maupun daerah baru bisa bergerak jika didukung oleh stakeholders. Dukungan itu ada apabila terkomunikasikan. 

Mereka juga sependapat komunikasi tidak bisa berangkat dari (hanya) pemimpin, tapi perlu dukungan tim. Salah satunya, tim PR/humas sebagai garda terdepan. “Kita harus mempersiapkan data, informasi dan mampu menjelaskan secara jelas dari sisi visual kepada masyarakat agar mereka memiliki gambaran yang konkrit terhadap informasi/program yang akan kita sampaikan, tidak ngawang-ngawang,” ujar Walikota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah, Best Communicators 2017 kategori Walikota. Sehingga, lahirlah dukungan dari masyarakat. Bahkan, akan lebih lagi jika publik termotivasi untuk ikut berkontribusi. “Untuk sampai ke titik itu, sebagai pemimpin, saya tidak bisa bekerja sendiri,” katanya mengaku. 

Saking besarnya peran PR, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah yang menerima apresiasi untuk kategori serupa, mengajak seluruh kepala daerah lainnya untuk bersama-sama meningkatkan peran PR. “Keberadaan PR terbukti memberikan dampak positif,” imbuhnya. Kondisi tersebut tampaknya dipahami betul oleh Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Best Communicators 2017 kategori Gubernur. Pria yang kehadirannya diwakili oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Sulsel Devo Khadafi bahkan menempatkan tenaga kehumasan di tiap SKPD yang tadinya hanya di biro dan humas Infokom. Tujuannya tak lain agar mereka dapat memberikan infomasi cepat dan valid kepada publik. 

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto yang hadir mewakili Kepala Kepolisian RI Tito Karnavian memandang apresiasi ini sebagai tantangan untuk mempertahankan prestasi. Sebab, meski apresiasi ini diberikan kepada pimpinan mereka, sebagai pasukan, khususnya yang bergerak di bidang PR, memiliki kewajiban moril untuk lebih maju dari segi kompetensi dan  diakui secara legitimasi.

Berkarya
Adita Irawati, Insan PR INDONESIA 2017 yang juga VP Corcomm Telkomsel itu pun berpendapat sama. Ada konsekuensi dari setiap apresiasi yang diraih. “Kita harus meningkatkan kinerja dan melahirkan karya lebih baik. Tujuannya, untuk membuktikan bahwa apresiasi yang kita terima ini memang layak dan bisa dipertanggungjawabkan,” imbuhnya. Di samping itu, mereka juga harus bisa menjual kepada manajemen hingga top level bahwa PR adalah fungsi yang sangat strategis. 

Untuk itu, Febriati Nadira, peraih Insan PR INDONESIA 2017 dari PT Adaro Energy Tbk mengimbau kepada seluruh praktisi PR agar jangan takut menghadapi hal baru selama ada kesempatan, terus belajar, perluas jejaring, dan cepat beradaptasi dengan teknologi. 

Para peraih penghargaan PR INDONESIA itu meyakini, salah satu upaya menjadikan PR memiliki peran strategis adalah berlomba-lomba menghasilkan karya. Seperti halnya keberanian mereka mengikuti ajang ICON PR INDONESIA 2017 yang diyakini dapat menambah ilmu kepiaran, komunikasi, dan jejaring praktisi hebat di bidang PR. “ICON PR adalah jalan saya untuk memperkaya ilmu, mengetahui perkembangan terkini tentang PR, mengembangkan kemampuan sembari terus beradaptasi dengan perubahan zaman,” ujar Yunita Virdianti, ICON PR INDONESIA 2017 dari Pemerintah Kota Tangerang. Di samping itu, ia juga ingin memanfaatkan momentum di saat atensi banyak orang terfokus pada sosok Icon PR untuk menunjukkan eksistensi humas dan posisi mereka yang sudah mendapat peran strategis di mata pemda.  
 
Fikri, sapaan akrab Akhmad Zulfikri peraih Icon PR INDONESIA dari PT Hutama Karya (Persero), bahkan sudah tidak sabar untuk berkontribusi terhadap profesi yang dicintainya. Dengan cara melakukan berbagai aktivasi sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya peran PR baik bagi perusahaan maupun publik. Seperti halnya Agustina Sri Lestari S. dari PT Bank Bukopin Tbk yang berharap ICON PR membukakan peluang kepada mereka untuk berkolaborasi dengan para praktisi PR dari berbagai latar belakang perusahaan. “Bersama-sama kita meningkatkan prestise dan fungsi PR kehumasan secara optimal di Indonesia,” tutupnya.  

Semangat yang sama bahkan sudah tumbuh dari para calon PR. Mereka adalah mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi yang tersebar di berbagai universitas di tanah air. Menyadari profesi PR makin strategis ke depan, mereka aktif menambah amunisi ilmu baik secara akademisi maupun memperkaya pengalaman dengan cara mengikuti magang, forum-forum berbagai ajang kompetisi seperti PR INDONESIA Rookie Stars Competition 2017. “Cara-cara seperti ini selain membuka wawasan juga meningkatkan kesiapan mental dan kompetensi kami saat terjun di dunia kerja nanti,” kata Putri, finalis PR INDONSIA Rookie Stars Competition 2017 yang dikenal aktif berorganisasi di Himpunan Mahasiswa dan Perhumas Muda Bandung. 

Sebab, menurut Rianto, mahasiswa Universitas Padjadjaran, PR di masa akan datang adalah PR yang tidak hanya pandai berkomunikasi dan dibutuhkan saat krisis, tapi terus mengawal kebijakan-kebijakan di tempat mereka mengabdi. 

Melihat potensi dan kesungguhan mereka, tak heran jika juri Rookie Stars, Dyah Rachmawati Sugiyanto (pranata humas LIPI), optimistis dengan profesi PR ke depan. “Semoga mereka tetap istiqomah sebagai PR,” harapnya. Sementara Mochamad Husni, Fellowship PR INDONESIA 2016 dari Astra Agro Lestari yang juga didapuk sebagai juri, meyakini keberadaan para bakal calon PR ini akan semakin memperkaya dunia PR ke depan. “Dari mereka, peran PR ke depan jadi lebih signifikan,” ujarnya.  rtn

BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

LATEST POST