Cara Asyik Berkomunikasi
02 Oktober 2016
Ratna Kartika
0
Cara Asyik Berkomunikasi

 

 

Tak mau kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, sejak awal tahun 2016, PLN Bright, anak perusahaan PT PLN (Persero) yang beroperasi di Batam tersebut melirik digital advertise berupa videotrone dan prekuel video viral—media komunikasi kekinian yang inovatif, atraktif, tengah diminati, dan diyakini mampu meningkatkan kesadaran publik. Bahkan, hingga mengubah perilaku pelanggan. Yakni,  membayar listrik di awal bulan sehingga tak ada lagi “drama” akibat adanya pemadaman listrik oleh PLN Bright.

Bright menempatkan digital visual advertising berbasis LED atau videotrone di enam titik persimpangan jalan utama strategis di Kota Batam. Kemasannya yang atraktif, menarik, singkat tapi dengan pesan kunci yang mudah diingat, menjadi tontonan dan hiburan yang menarik bagi masyarakat. Khususnya, para pengendara sembari menunggu lampu merah. Penayangannya yang dilakukan berulang-ulang selama 20 jam per hari membuat pesan makin melekat dan mengikat.

Sementara video viral memanfaatkan kanal YouTube dan media sosial dibuat berseri. Video berdurasi singkat ini berisikan konten yang dikemas menarik, lucu, pesannya mudah dipahami dan diingat publik. Contoh, “Mudik Makin Asyik Kalau Sudah Bayar Listrik”.

Alhasil, video yang awalnya untuk mendidik, memiliki multiplier effect. Yakni, menghibur dan menginspirasi. “Kami meyakini sosialisasi melalui platform video telah menjadi tren viralitas baru. Publik lebih menyukai visualisasi gambar dan audio daripada bentuk teks,” kata Rudi Antono yang ditemui Majalah PR INDONESIA di Jakarta, Kamis (18/8/2016) saat masih menjabat sebagai Corporate Communication Manager.

Aspek Psikologis

Kontennya yang menarik perhatian, membuat si penonton membagikan video tersebut kepada banyak orang sehingga terjadilah kondisi yang disebut viral. “Semakin banyak orang yang membagikan video, semakin cepat dan praktis pula pesan kami tersebar,” ujar pria yang per akhir Agustus 2016 lalu didapuk sebagai Head of Asset Management PLN Bright.

Kemasannya baik untuk iklan digital melalui videotrone maupun video viral tak hanya mengedepankan unsur fun, tapi juga diharapkan mampu menyentuh aspek psikologis pelanggan Bright. Apalagi pelanggan mereka memiliki latar belakang beragam. Sebut saja, kelas pelanggan sosial, rumah tangga, bisnis, pemerintah, sampai industri.

Dengan upaya tadi, tunggakan rekening listrik yang mencapai Rp 6,6 miliar pada bulan Juni 2016 diharapkan berangsur menurun, bahkan hingga Rp 5,5 miliar. Selain video tagihan rekening listrik tepat waktu, perusahaan yang melalui program ini mendapat apresiasi sebagai juara pertama IPRAS 2016 kategori BUMD/Perusahaan Daerah tersebut juga membuat video tentang penyalahgunaan rekening listrik.

Hasilnya cukup menggembirakan. Angka pelanggaran rekening listrik menurun dari Rp 5,9 miliar di bulan Juni 2016 menjadi Rp 5,6 miliar per Juli 2016. “Meski tidak semua pencapaian itu murni dari video yang kami buat, paling tidak ada efeknya dari cara kami berkomunikasi kepada pelanggan,” tutup Rudi. rtn

 

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI