Penjurian AHI 2026 Dimulai, Peserta Saling Unjuk Program dan Stratkom Terbaik
PRINDONESIA.CO | Selasa, 01/09/2026
Penjurian AHI 2026 Dimulai, Peserta Saling Unjuk Program dan Stratkom Terbaik
Sesi penjurian ajang Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2026 resmi dimulai hari ini, Selasa (1/9/2026).
doc/PR INDONESIA

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Sesi penjurian ajang Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2026 resmi dimulai hari ini, Selasa (1/9/2026) hingga besok, Rabu (2/9/2026) secara virtual. Dalam kesempatan ini, para peserta akan memaparkan program dan strategi komunikasi masing-masing dalam kaitannya dengan keterbukaan informasi publik di hadapan dewan juri yang terdiri dari founder dan CEO HUMAS INDONESIA Asmono Wikan, Strategic Director Business HUMAS INDONESIA Ainul Yaqin, dan CEO Magnitude Indonesia Abdul Rahman Ma’mun yang sempat menjabat Ketua Komisi Informasi Pusat periode 2011-2013.

Dalam sambutan membuka sesi penjurian, Asmono mengatakan, AHI 2026 yang menandakan delapan tahun perjalanan ajang kompetisi ini menegaskan pentingnya menguji keberlangsungan program dan strategi komunikasi dalam konteks keterbukaan informasi. Hal itu selaras dengan tema yang diusung tahun ini yakni Membangun Transparansi, Menguatkan Kepercayaan Publik. “Transparansi sangat dibutuhkan, dan kita (juga) butuh koreksi terhadap transparansi,” ucapnya seraya menggarisbawahi pentingnya tata kelola dalam implementasi keterbukaan informasi publik guna mendapatkan dan mempertahankan kepercayaan publik.

Penjurian selama dua hari ini diharapkan dapat melahirkan inspirasi bagi institusi lain yang belum sempat menjajal ajang kompetisi ini. Selain itu, dewan juri juga berharap para peserta yang saling unjuk kebolehan dalam penjurian ini menyuguhkan paparan terbaiknya, mengingat AHI 2026 telah memperketat aturan bagi peserta dengan membatasi jumlah slide presentasi maksimal lima halaman saja.

Tiga Kategori Kompetisi

Dalam penyelenggaraan di tahun ini, AHI membuka tiga kategori kompetisi. Pertama berfokus pada inovasi pelayanan informasi publik termasuk capaian kinerja Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi. Kedua, akuntabilitas media internal, efektivitas kanal digital, hingga terobosan program komunikasi strategis pemerintah. Apabila program pendaftar berstatus lanjutan dari tahun sebelumnya, praktisi komunikasi wajib membuktikan eksistensi fase baru. Ketiga, penganugerahan individu melalui Kartini HUMAS INDONESIA (KaHI) 2026 yang penjuriannya akan dilangsungkan pada hari Kamis (3/9/2026).

Buat yang belum tahu, penghargaan Kartini HUMAS INDONESIA sudah diberikan HUMAS INDONESIA sejak 2024. Adapun penghargaan ini diberikan kepada perempuan humas dari generasi X, milenial, dan generasi Z. Pemenang untuk kategori ini akan dinilai dari presentasi selama lima menit tentang tema seperti kelestarian lingkungan, tata kelola pemerintahan, kepemimpinan teknologi, hingga rekayasa sosial, yang sebelumnya telah didaftarkan lewat unggahan video vertikal rasio 16:9 berdurasi 90 detik.

Seluruh pemenang AHI 2026 dan KaHI 2026 akan dianugerahi trofi dalam perayaan puncak yang diagendakan berlangsung di Surakarta (Solo) lewat sinergi bersama Pemerintah Kota Surakarta serta Monumen Pers Surakarta. Acara puncak ini dijadwalkan berlangsung pada 7-8 Oktober 2026. (LTH)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI