Bagi PT TBIG terus berupaya menghadirkan komunikasi perusahaan yang berkualitas, memperkuat reputasi korporasi, dan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan industri telekomunikasi dan pembangunan Indonesia.
JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Komunikasi yang kredibel dan transparan adalah modal penting bagi setiap organisasi. Tanpa itu, organisasi seakan tidak memiliki jantung yang memompa setiap aktivitas. Hal itu ditegaskan pula oleh Chief Financial Officer PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) Helmy Yusman Santoso.
Lebih dari pemompa aktivitas organisasi, menurut Helmy, komunikasi juga merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap organisasi. “Bagi kami, komunikasi bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kepercayaan, memperkuat hubungan dengan para pemangku kepentingan, serta mendukung pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan,” ujarnya dikutip dari Metrotvnews, Selasa (11/8/2026).
Helmy menilai, keterbukaan, konsistensi, dan akuntabilitas dalam berkomunikasi mampu memperkuat kepercayaan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) terhadap organisasi. Untuk itu, imbuhnya, PT TBIG akan terus mengembangkan praktik komunikasi yang adaptif dan relevan untuk mendukung penciptaan nilai jangka panjang untuk seluruh stakeholders.
Perkuat Reputasi
Adaupun dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan memperkuat reputasi perusahaan, lanjut Helmy, PT TBIG terus menggencarkan komunikasi yang efektif dan menciptakan hubungan yang harmonis dengan stakeholders, serta mendukung terciptanya ekosistem telekomunikasi nasional yang berkelanjutan.
Seakan menambahkan Helmy, Head of Corporate Branding Department PT MRT Jakarta Angga Satria Perdana dalam agenda HUMAS INDONESIA bertajuk Forum Kebijakan Komunikasi Strategis & HUMAS INDONESIA BUMD Reputation Awards (FOKUS HIBRA) 2026 beberapa waktu lalu mengatakan, penguatan reputasi korporasi perlu dilakukan dengan pendekatan komunikasi yang terintegrasi.
Hal tersebut, tegas Angga, demi memastikan seluruh pesan perusahaan dapat diterima secara konsisten oleh berbagai kelompok pemangku kepentingan. Ini penting karena reputasi akan memengaruhi berbagai keputusan stakeholder terhadap organisasi. “Setiap program komunikasi harus diarahkan untuk membangun kepercayaan yang berkelanjutan, bukan hanya menghasilkan publikasi,” pesannya. (Evira Anyelia)