Membicarakan reputasi BUMD, FOKUS HIBRA 2026 tekankan kepercayaan masyarakat penting bagi keberlanjutan bisnis perusahaan daerah.
JAKARTA, HUMASINDONESIA.ID — Forum Kebijakan Komunikasi Strategis & HUMAS INDONESIA BUMD Reputation Awards (FOKUS HIBRA) 2026 sukses digelar pada Kamis, (11/6/2026) di Gedung Peruri, Jakarta Selatan. Salah satu panel diskusinya membahas mengenai bagaimana membangun dan mengelola reputasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di era digital. Para panelis sepakat bahwa kepercayaan masyarakat penting bagi keberlanjutan bisnis perusahaan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Strategic Business Director PR INDONESIA Ainul Yaqin mengejawantahkan mindset humas BUMD dengan tajuk "Jaga Pikiran Publik, Jaga kepercayaan Bangsa. Ain, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa BUMD bukanlah perusahaan daerah, tapi guardian of trust di level lokal. Dengan menjaga pikiran publik lewat identitas brand daerah, dan memberi legitimasi politik lewat pelayanan nyata, BUMD mestinya hadir dan turut menegakkan filosofi besar untuk masyarakat. "Yaitu mampu menjaga pikiran publik, menjaga kepercayaan bangsa. Inilah yang dibutuhkan masyarakat dan pemerintah Indonesia saat ini," urai Ain.
Kepercayaan publik hari ini, sebut Ain, merupakan mata uang baru di era banjir informasi. Menurutnya, masyarakat di semua lapisan mengalami krisis kepercayaan. Publik mudah membandingkan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMD) dengan BUMD. Ketidakpuasan, tuduhan, dan tuntutan cepat ditumpahkan di media sosial (medsos). "Akibatnya reputasi terguncang. Kestabilan sosial dan politik ikut terancam, pemimpin tampak tak berwibawa. Akhirnya, masyarakat susah percaya lagi," sebut Ain.
Menyambung Ain, CEO NoLimit Indonesia Aqsath Rasyid Naradhipa menambahkan bahwa cara perusahaan daerah berkomunikasi dengan komunitas atau pelanggang di wilayahnya sangat penting untuk diperhatikan. Melalui pendekatan pengambilan keputusan berdasarkan pada analisis dan interpretasi data yang valid, ia yakin strategi bisnis BUMD dapat dipandu dengan memahami tren pasar, meningkatkan kepuasan konsumen, dan mengukur performa. "Teknologi big data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk komunikasi BUMD mampu menjadi senjata yang ampuh untuk memahami publik sekaligus target pasar bagi perusahaan daerah," sebut peraih S3 Ilmu Pemasaran Universitas Indonesia (UI) ini.
Menabung Reputasi di Lapangan
Memperkaya sudut pandang, Corporate Communications & Branding Department Head MRT Jakarta Angga Satria mencontohkan dengan bagaimana reputasi BUMD tempatnya bekerja mampu mengakar di masyarakat. Ia menyebut komunikasi strategis kepada semua pemangku kepentingan bisa mendukung jalannya bisnis perusahaan daerah. "MRT Jakarta selalu menjaga kepercayaan publik sebagai transportasi modern dan berkelanjutan, entitas yang menguatkan ekosistem BUMD, dan perusahaan daerah yang ikut dalam pencapaian visi Jakarta Kota Global," sebut Angga.
Dalam praktiknya, Angga menjelaskan, visi Kota Jakarta sebagai Kota Global diturunkan menjadi 5 mandat bagi PT MRT Jakarta (Perseroda) yang kemudian disahkan melalui Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 11 Tahun 2024. Tentang penyelanggaraan prasarana perkeretaapian umum perkotaan, penyelenggara sarana perkeretaapian umum perkotaan, pengembangan dan pengelolaan properti/bisnis di kawasan Transit Oriented Development (TOD), integrator transportasi, serta penyedia layanan konsultasi.
Di sinilah, tegasnya, peran komunikasi untuk menguatkan merek MRT Jakarta menjadi penting dan utama. "Pilar komunikasi dan penguatan merek MRT Jakarta perlu digerakkan dengan komunikasi yang terintegrasi dan aktivasi merek yang berkelanjutan. Manajemen brand, komunikasi digital, aktivasi kampanye bulanan, kolaborasi dengan komunitas di masyarakat, komunikasi internal, pada ujungnya adalah pengelolaan reputasi BUMD," papar Angga.
Di akhir sesi, Manajer Tata Usaha dan Humas PDAM Surya Sembada Surabaya Louis Andilun Gatu memaparkan tentang reputasi BUMD berjalan beriringan dengan laba bisnis yang didapatkan perusahaan daerah. Baginya, pelayanan digital yang komperhensif dan layanan langsung 24 jam menjadi marwah perusahaan air minum modern. "Melayani 600 ribu pelanggan air bersih di Kota Surabaya perlu diimbangi dengan percepatan digitalisasi layanan. Perlu dicatat, transformasi digital bukan hanya soal perangkat, tapi perubahan cara berpikir dan bekerja manusia di dalamnya," tegas Louis. (Arfrian R.)