Penjurian PRIA 2026 Kategori Komunikasi SR: Wajib Terukur
PRINDONESIA.CO | Jumat, 09/01/2026
Penjurian PRIA 2026 Kategori Komunikasi SR: Wajib Terukur
Corporate Communication Section Head PT MRT Jakarta Ferdiza Barthelemy di penjurian PRIA 2026 kategori Komunikasi SR, Kamis (8/1/2026).
doc/PR INDONESIA

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Sejumlah peserta PR INDONESIA Awards (PRIA) 2026 membuktikan bahwa program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tidak lagi sekadar jargon filantropi karena telah melibatkan intervensi terukur berbasis data. Hal tersebut terlihat salah satunya dari pemaparan PT MRT Jakarta dalam sesi penjurian presentasi PRIA 2026 kategori Komunikasi SR (Social Responsibility), Kamis (8/1/2026). 

Dijelaskan bahwa PT MRT Jakarta memiliki isu terkait limbah seragam bekas. Namun, alih-alih membuangnya begitu saja, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta itu merancang sebuah program bertajuk Menjahit Perjalanan dengan menggandeng kelompok penyandang disabilitas. Corporate Communication Section Head PT MRT Jakarta Ferdiza Barthelemy menerangkan, lewat program tersebut pihaknya tidak sekadar ingin mencapai zero waste, tetapi juga social return. “Sepanjang 2025, program ini berhasil menyerap 1000 seragam limbah tekstil menjadi merchandise bernilai guna, sekaligus membuka lapangan kerja bagi 10-15 teman difabel," jelas Ferdiza.

Beralih ke Karawang, Pertamina Patra Niaga FT Cikampek diketahui melakukan intervensi perilaku pembakaran jerami melalui program Prakarsa Bagja Juara. Hal tersebut didasarkan kepada data yang menunjukkan kebiasaan membakar sisa panen menyumbang emisi karbon masif dan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Melalui pendekatan komunikasi persuasif kepada 150 petani di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), perusahaan pelat merah tersebut menawarkan solusi tukar jerami dengan akses air bersih.

Disampaikan oleh Community Development Officer Pertamina Patra Niaga FT Cikampek Jauhari Ali, hasil dari inisiatif tersebut terukur secara kuantitatif. Pada aspek outcome, laporan internal mencatat 63 persen petani aktif kini beralih dari membakar ke mengolah jerami. Dari sisi dampak lingkungan, sebanyak 200 ton jerami per musim panen berhasil diselamatkan dari pembakaran. “Ini berkorelasi langsung dengan penurunan tren kasus ISPA di wilayah operasional yang pada awal program ditemukan mencapai 2.882 kasus,” ucapnya. 

Strategi Komunikasi Jadi Kunci

Sementara itu di gang-gang sempit Kelurahan Mekarsari, Tangerang, Pertamina Patra Niaga SHAFTHI bersiasat mengoptimalkan potensi tanaman sirih melalui program The Betels. Community Development Officer Maya Lutviana memaparkan, dalam hal ini intervensi tidak dilakukan secara sporadis, tetapi dengan menyasar segmentasi audiens yang spesifik yaitu Kelompok IBUKOS (Ibu-Ibu Kreatif Olahan Sirih) untuk produksi, dan kelompok pemuda untuk inovasi pemasaran.

Keberhasilan strategi komunikasi dalam membangun partisipasi warga tercermin dari data ekonomi yang valid. “Evaluasi program mencatat peningkatan pendapatan kumulatif Kelompok IBUKOS mencapai Rp321.497.500 melalui diversifikasi produk turunan sirih seperti keripik dan teh herbal,” terang Maya memaparkan angka yang memvalidasi tesis bahwa komunikasi yang tepat mampu mengubah sesuatu tak berharga menjadi memiliki nilai ekonomis.

Secara keseluruhan, ketiga program di atas dapat disebut unggul karena berhasil menerapkan penggunaan metode evaluasi AMEC (International Association for Measurement and Evaluation of Communication) yang ketat. Selain itu, narasi yang dibangun juga telah bergeser dari sebatas santunan menjadi pemberdayaan terukur. 

PRIA 2026

PR INDONESIA Awards (PRIA) merupakan ajang kompetisi kinerja kehumasan/public relations (PR) paling komprehensif di Indonesia yang ditujukan untuk mengukur dan mengapresiasi kinerja komunikasi instansi pemerintahan maupun korporasi sepanjang satu tahun.

PRIA 2026 terbuka bagi peserta dari Kementerian, Lembaga Negara, Pemerintah Daerah (Provinsi/Kab/Kota), BUMN, Anak Usaha BUMN, BUMD, Korporasi Swasta Nasional, Korporasi Swasta Multinasional, Perguruan Tinggi (PTN/PTS), Non Government Organization (NGO), Badan Layanan Umum (BLU), Agensi PR, hingga Satuan Kerja Organisasi/Lembaga.

Adapun kategori yang dikompetisikan pada tahun ini meliputi OWNED MEDIA (Majalah Internal, Video Profil), KANAL DIGITAL (Aplikasi, Website, Media Sosial), MANAJEMEN KRISIS (Praktis, Krisis dan Paskakrisis), LAPORAN TAHUNAN (Annual Report, Sustainability Report), PROGRAM KOMUNIKASI SOCIAL RESPONSIBILITY (Keberlanjutan Bisnis Perusahaan (Sustainability Business), Pemberdayaan Masyarakat (Community Based Development)), PROGRAM PR (Program Marketing PR, Program Government PR, Program Corporate PR, Program Digital PR), DEPARTEMEN PR, PUBLIC AFFAIRS (Stakeholder Management Excellece), dan BEST OF THE BEST ACHIEVEMENT yang akan diberikan khusus kepada korporasi/lembaga/organisasi yang berhasil mendapat trofi terbanyak di seluruh kategori.

Pengumuman dan undangan pemenang PRIA 2026 akan dirikim pada 13 Januari 2026, dan puncak penghargaan akan berlangsung pada 13 Februari 2026.

Ikuti terus perkembangan PRIA 2026 hanya di prindonesia.co dan humasindonesia.id(Arfrian R.)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI