Tiga anak usaha BUMN menerapkan strategi komunikasi berbeda sesuai skala bisnis, mulai dari struktur gemuk hingga ramping.
JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Pengelolaan reputasi di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak memiliki format baku seragam. Setiap anak usaha menyesuaikan strategi komunikasi sesuai karakteristik bisnis masing-masing. Hal ini terlihat jelas pada perbandingan struktur departemen public relations (PR)/humas di PT Pertamina Hulu Indonesia, PT Perta Life Insurance, dan Petrokimia Gresik, yang dipaparkan masing-masing dalam penjurian PR INDONESIA Awards (PRIA) 2026 hari kedua, Selasa (6/1/2026).
PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) misalnya, memiliki struktur organisasi sangat kompleks. Hal tersebut karena wilayah operasi mereka yang juga luas. Dijelaskan oleh Assistant Manager Communication & Relations Regional Pertamina Hulu Indonesia Okta Heri Fandi, fungsi PR/kehumasan berada di bawah pimpinan manajer (Senior Manager Relations selaku Corporate Secretary) yang membawahi tim pusat (Jakarta) hingga tiga zona operasional di Kalimantan. Total personelnya mencapai 103 orang dengan dukungan anggaran hingga Rp80 miliar.
Kondisi tersebut sangat kontras dengan PT PertaLife Insurance yang menerapkan struktur jauh lebih ramping. Di perusahaan ini, Department Head of Corporate Communication melapor langsung kepada Corporate Secretary selaku pimpinan departemen. Fokus utama unit ini meliputi manajemen krisis, komunikasi korporat, serta hubungan publik dan media.
Berada di antara keduanya, Petrokimia Gresik menerapkan pendekatan spesialisasi fungsi tajam. Departemen Komunikasi Korporat membagi tugas secara rinci melalui tiga asisten wakil presiden atau AVP. Perusahaan juga menempatkan staf khusus untuk media, protokol, hingga komunitas dan lembaga demi menjaga hubungan erat dengan pemangku kepentingan.
Fokus Pesan Kunci Menentukan Arah Program
Perbedaan struktur sebagaimana dijelaskan di atas, praktis berdampak pada pesan kunci dan program kerja komunikasi perusahaan. Diketahui bahwa PHI menitikberatkan komunikasi pada aspek Community Involvement Development (CID) untuk mendukung target lingkungan sosial. Di atas kertas, fokus unit komunikasi di PHI diresmikan sebagai Driving Integrated PR Programs & Performances.
Sementara Petrokimia Gresik punya fokus membangun narasi yang kuat sebagai penyedia solusi agroindustri lengkap bagi ketahanan pangan nasional. Pesan ini diterjemahkan melalui program kreatif seperti "Employee Influencer Squad" dan "Program Pak Tani". Strategi tersebut bertujuan memperkuat citra perusahaan inovatif serta transformatif di mata publik. "Kami ingin memastikan bahwa persepsi publik bergeser dari sekadar produsen pupuk, menjadi penyedia solusi agroindustri yang lengkap dan berkelanjutan," ujar Vice President Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik Rama Yusron Harbiansyah.
Sedangkan PertaLife Insurance lebih banyak mengarahkan strategi komunikasinya untuk sinergi internal dan kolaborasi grup. Di sini, tim komunikasi rutin menerbitkan majalah elektronik bernama POTRET sebagai sarana publikasi digital utama. Inisiatif ini selaras dengan nilai inti perusahaan yaitu "Care, Commit, Agile" guna memperkuat keterikatan karyawan.
Capaian kinerja komunikasi ketiga entitas ini juga menunjukkan keunggulan di bidang masing-masing. Petrokimia Gresik misalnya, mencatatkan prestasi berbeda dengan skor kepuasan kinerja komunikasi tinggi. Laporan perusahaan periode Januari-November 2025 menyebutkan adanya 9.841 berita bersentimen positif, naik 44% dari tahun 2024.
Sementara PHI sangat menonjol dalam Media Favorability Index (MFI), lewat realisasi 214 siaran pers dari target 120 rilisan, termasuk 100% kontribusi CID untuk program ESG (Environmental (Lingkungan), Social (Sosial), dan Governance (Tata Kelola)). "Fokus kami bukan sekadar pemberitaan, tetapi memastikan setiap program komunikasi memberikan kontribusi terukur pada target ESG perusahaan," tandas Okta.
PRIA 2026
PR INDONESIA Awards (PRIA) merupakan ajang kompetisi kinerja kehumasan/public relations (PR) paling komprehensif di Indonesia yang ditujukan untuk mengukur dan mengapresiasi kinerja komunikasi instansi pemerintahan maupun korporasi sepanjang satu tahun.
PRIA 2026 terbuka bagi peserta dari Kementerian, Lembaga Negara, Pemerintah Daerah (Provinsi/Kab/Kota), BUMN, Anak Usaha BUMN, BUMD, Korporasi Swasta Nasional, Korporasi Swasta Multinasional, Perguruan Tinggi (PTN/PTS), Non Government Organization (NGO), Badan Layanan Umum (BLU), Agensi PR, hingga Satuan Kerja Organisasi/Lembaga.
Adapun kategori yang dikompetisikan pada tahun ini meliputi OWNED MEDIA (Majalah Internal, Video Profil), KANAL DIGITAL (Aplikasi, Website, Media Sosial), MANAJEMEN KRISIS (Praktis, Krisis dan Paskakrisis), LAPORAN TAHUNAN (Annual Report, Sustainability Report), PROGRAM KOMUNIKASI SOCIAL RESPONSIBILITY (Keberlanjutan Bisnis Perusahaan (Sustainability Business), Pemberdayaan Masyarakat (Community Based Development)), PROGRAM PR (Program Marketing PR, Program Government PR, Program Corporate PR, Program Digital PR), DEPARTEMEN PR, PUBLIC AFFAIRS (Stakeholder Management Excellece), dan BEST OF THE BEST ACHIEVEMENT yang akan diberikan khusus kepada korporasi/lembaga/organisasi yang berhasil mendapat trofi terbanyak di seluruh kategori.
Pengumuman dan undangan pemenang PRIA 2026 akan dirikim pada 13 Januari 2026, dan puncak penghargaan akan berlangsung pada 13 Februari 2026.
Ikuti terus perkembangan PRIA 2026 hanya di prindonesia.co dan humasindonesia.id. (Arfrian R.)