Sejumlah peserta PRIA 2026 menegaskan bahwa keberhasilan penanganan stunting dapat dicapai jika didukung strategi komunikasi yang terukur, berbasis data, dan kolaboratif.
JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Penanganan persoalan stunting di Indonesia tidak cukup jika hanya berhenti pada intervensi gizi. Dalam konteks ini, diperlukan pula strategi komunikasi yang terencana dan berbasis data, guna menggerakkan perubahan perilaku di masyarakat. Hal tersebut yang diupayakan sejumlah organisasi peserta PR INDONESIA Awards (PRIA) 2026.
Dalam penjurian PRIA 2026 kategori Komunikasi SR, Rabu (7/1/2026), sejumlah peserta tampil mempresentasikan program komunikasi terkait inisiatif social responsibility (SR) menyangkut stunting untuk ibu hamil dan anak balita. Salah satunya adalah PT Terminal Petikemas Surabaya (PT PTS) yang menjalankan program Eliminasi Stunting.
Dijelaskan oleh Humas PT PTS Ardiansyah, program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang gizi seimbang serta pola asuh, khususnya di wilayah Ring I Pelabuhan Tanjung Perak. Oleh karena itu, pendekatan komunikasi yang diambil mengedepankan komunikasi dua arah, dan pemanfaatan beragam kanal mulai dari digital, konvensional, dan komunitas. “Setiap pesan disampaikan secara konsisten melalui kegiatan edukasi gizi, penyuluhan tematik, home visit, dan kegiatan partisipatif seperti cooking class,” ujarnya.
Ardiansyah melanjutkan, pihaknya juga turut menggencarkan kolaborasi multi-stakeholder dengan melibatkan tenaga kesehatan, kader posyandu, dan tokoh masyarakat. Menurutnya, lewat kolaborasi tersebut kesadaran mengubah perilaku dan menciptakan lingkungan bebas stunting akan lebih mudah terealisasikan.
Untuk memastikan program tidak berhenti pada aktivitas seremonial, Ardiansyah mengatakan, PT PTS menerapkan pengukuran berbasis AMEC. Menyambut penjelasan tersebut, Sustainability and Communications Expert Melina Karamoy selaku dewan juri mengingatkan pentingnya kelengkapan data dan transparansi komunikasi. “Komunikasi itu harus jujur dan berbasis bukti data valid agar tidak terjebak pada klaim berlebihan yang berpotensi menimbulkan kesan greenwashing pada perusahaan,” pesannya.
Berbasis Data Bukan “Overclaim”
Berlayar ke Pulau Sulawesi, PT Makassar Airport Network juga mengarahkan program SR kepada isu stunting bertajuk Nusantara Peduli Stunting, yang dinilai punya korelasi dengan meningkatnya vandalisme terhadap aset tol perusahaan. Disampaikan oleh Corporate Communication and CSR Supervisor Achmad Syauki, program tersebut dilengkapi strategi komunikasi berdampak untuk membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat social license to operate (SLO).
Achmad menjelaskan, dalam program tersebut pihaknya menyusun strategi komunikasi melalui kerangka AMEC mulai dari penetapan tujuan, penentuan audiens, strategi, implementasi, hingga pengukuran, outtakes, outcome, impact. “Segala aktivitas dari edukasi gizi, pemeriksaan dokter spesialis anak, pemberian makan tambahan (PMT) dan vitamin terus dipublikasikan melalui PESO (paid, earned, shared, owned) media agar pesan tersampaikan luas, tervalidasi dan dapat diadopsi masyarakat,” terangnya.
Secara hasil, lanjut Achmad, pada aspek outputs tercatat 12 kali layanan klinik bulanan, 10 konten media sosial, dan 40 pemberitaan di media massa. Sementara pada outtakes total jangkauan konten mencapai 102.631 akun, dengan engagement rate 2.29 persen. Selanjutnya pada outcomes tercatat kepatuhan kehadiran pemeriksaan anak 100 persen dan ibu hamil 90 persen, sementara praktik gizi seimbang mulai diadopsi di rumah tangga. “Secara impact terjadi recovery rate 100 persen yang menyatakan 13 dari 13 anak lulus stunting,” paparnya.
Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa penanganan stunting hanya dapat dituntaskan melalui intervensi gizi yang tepat, dan strategi komunikasi yang empatik, konsisten, dan terukur. Dalam hal ini, komunikasi memainkan peran sentral sebagai jembatan antara edukasi, perubahan perilaku, serta kepercayaan publik.
PRIA 2026
PR INDONESIA Awards (PRIA) merupakan ajang kompetisi kinerja kehumasan/public relations (PR) paling komprehensif di Indonesia yang ditujukan untuk mengukur dan mengapresiasi kinerja komunikasi instansi pemerintahan maupun korporasi sepanjang satu tahun.
PRIA 2026 terbuka bagi peserta dari Kementerian, Lembaga Negara, Pemerintah Daerah (Provinsi/Kab/Kota), BUMN, Anak Usaha BUMN, BUMD, Korporasi Swasta Nasional, Korporasi Swasta Multinasional, Perguruan Tinggi (PTN/PTS), Non Government Organization (NGO), Badan Layanan Umum (BLU), Agensi PR, hingga Satuan Kerja Organisasi/Lembaga.
Adapun kategori yang dikompetisikan pada tahun ini meliputi OWNED MEDIA (Majalah Internal, Video Profil), KANAL DIGITAL (Aplikasi, Website, Media Sosial), MANAJEMEN KRISIS (Praktis, Krisis dan Paskakrisis), LAPORAN TAHUNAN (Annual Report, Sustainability Report), PROGRAM KOMUNIKASI SOCIAL RESPONSIBILITY (Keberlanjutan Bisnis Perusahaan (Sustainability Business), Pemberdayaan Masyarakat (Community Based Development)), PROGRAM PR (Program Marketing PR, Program Government PR, Program Corporate PR, Program Digital PR), DEPARTEMEN PR, PUBLIC AFFAIRS (Stakeholder Management Excellece), dan BEST OF THE BEST ACHIEVEMENT yang akan diberikan khusus kepada korporasi/lembaga/organisasi yang berhasil mendapat trofi terbanyak di seluruh kategori.
Pengumuman dan undangan pemenang PRIA 2026 akan dirikim pada 13 Januari 2026, dan puncak penghargaan akan berlangsung pada 13 Februari 2026.
Ikuti terus perkembangan PRIA 2026 hanya di prindonesia.co dan humasindonesia.id. (EDA)