Dalam penjurian PRIA 2026 hari kedua, Selasa (6/1/2026), dewan juri menyaksikan bagaimana dua entitas yang sebelumnya berada di satu kementerian, kini menunjukkan perbedaan karakter komunikasi secara signifikan.
JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Ada satu hal menarik dalam penjurian PR INDONESIA Awards (PRIA) 2026 hari kedua untuk kategori Departemen PR, Selasa (6/1/2026). Dalam momen tersebut, dewan juri menyaksikan bagaimana dua entitas yang sebelumnya berada di satu kementerian, kini menunjukkan perbedaan karakter komunikasi secara signifikan. Dua entitas tersebut adalah Direktorat Jenderal (Ditjen) Vokasi yang bernaung di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Ketua Tim Kerja Humas dan Publikasi Ditjen Vokasi Agung Sulistomo menjelaskan, pihaknya saat ini mengambil langkah berani dengan mengadopsi filosofi struktur kerja yang sangat cair, layaknya sebuah agensi kreatif. Dalam praktiknya, mereka secara eksplisit menolak struktur birokrasi kaku demi mengejar fleksibilitas kebutuhan audiens seperti siswa SMK. “Tim komunikasi bekerja dalam model work stream, mengutamakan keahlian kreatif daripada jenjang jabatan administratif,” paparnya.
Pendekatan berbeda terlihat jelas pada Kemdiktisaintek. Institusi ini mempertahankan struktur birokratis fungsional di bawah Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Jenderal. Pilihan ini sangat logis, mengingat mereka harus melayani audiens level tinggi seperti profesor, rektor, dan investor.
Perbedaan kentara tersebut praktis melahirkan gaya bercerita yang sangat kontras. Agung menjelaskan, dalam konteks ini pihaknya fokus membangun koneksi emosional melalui narasi inklusif dan humanis bertajuk "Semua Bisa Berdaya”. Sementara Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Kemdiktisaintek Doddy Zulkifli Indra Atmaja mengatakan, pihaknya menggunakan jalur narasi yang menekankan bobot kebijakan sains dan dampak ekonomi makro. "Strategi ini bertujuan membangun kredibilitas publik serta menjaga wibawa institusi di mata para ilmuwan," ucap Doddy.
Pendekatan Gerilya Vs Kekuatan Komando
Taktik pelibatan publik juga menunjukkan perbedaan mencolok. Ditjen Vokasi sukses dengan pendekatan gerilya karena aktif berkolaborasi dengan 21 komunitas akar rumput serta pemengaruh digital. Adapun Kemdiktisaintek menjalankan komando terpusat dengan mengandalkan kekuatan orkestrasi jejaring institusional, dan pelibatan ratusan rektor perguruan tinggi negeri. Dalam konteks ini, konvensi besar dan tata upacara kenegaraan menjadi panggung utama komunikasi Kemdiktisaintek.
Dari dua kementerian di atas, praktisi humas dapat belajar bahwa satu model dan strategi komunikasi tidak mungkin pas untuk semua. Oleh karenanya wajib mengenali medan perang dan senjata yang tersedia sebelum merancang strategi, sebagaimana dijalankan Ditjen Vokasi dan Kemdiktisaintek.
PRIA 2026
PR INDONESIA Awards (PRIA) merupakan ajang kompetisi kinerja kehumasan/public relations (PR) paling komprehensif di Indonesia yang ditujukan untuk mengukur dan mengapresiasi kinerja komunikasi instansi pemerintahan maupun korporasi sepanjang satu tahun.
PRIA 2026 terbuka bagi peserta dari Kementerian, Lembaga Negara, Pemerintah Daerah (Provinsi/Kab/Kota), BUMN, Anak Usaha BUMN, BUMD, Korporasi Swasta Nasional, Korporasi Swasta Multinasional, Perguruan Tinggi (PTN/PTS), Non Government Organization (NGO), Badan Layanan Umum (BLU), Agensi PR, hingga Satuan Kerja Organisasi/Lembaga.
Adapun kategori yang dikompetisikan pada tahun ini meliputi OWNED MEDIA (Majalah Internal, Video Profil), KANAL DIGITAL (Aplikasi, Website, Media Sosial), MANAJEMEN KRISIS (Praktis, Krisis dan Paskakrisis), LAPORAN TAHUNAN (Annual Report, Sustainability Report), PROGRAM KOMUNIKASI SOCIAL RESPONSIBILITY (Keberlanjutan Bisnis Perusahaan (Sustainability Business), Pemberdayaan Masyarakat (Community Based Development)), PROGRAM PR (Program Marketing PR, Program Government PR, Program Corporate PR, Program Digital PR), DEPARTEMEN PR, PUBLIC AFFAIRS (Stakeholder Management Excellece), dan BEST OF THE BEST ACHIEVEMENT yang akan diberikan khusus kepada korporasi/lembaga/organisasi yang berhasil mendapat trofi terbanyak di seluruh kategori.
Pengumuman dan undangan pemenang PRIA 2026 akan dirikim pada 13 Januari 2026, dan puncak penghargaan akan berlangsung pada 13 Februari 2026.
Ikuti terus perkembangan PRIA 2026 hanya di prindonesia.co dan humasindonesia.id. (Arfrian R.)