Penjurian PRIA 2026 Kategori Program PR: Mengubah Persepsi Menggugah Partisipasi
PRINDONESIA.CO | Rabu, 07/01/2026
Penjurian PRIA 2026 Kategori Program PR: Mengubah Persepsi Menggugah Partisipasi
presentasi penjurian PR INDONESIA Awards (PRIA) 2026 kategori Program PR hari kedua, Selasa (6/1/2026)
doc/PR INDONESIA

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Narasi yang diaktiviasi di ruang digital telah menjadi instrumen strategis dalam kerja public relations (PR) ini. Hanya dengan dua hal tersebut organisasi dapat menyelaraskan pesan, memandu persepsi publik, hingga mengarahkan tindakan yang lebih bermakna dan berdampak. Hal tersebut mendapat penegasan dalam presentasi PR INDONESIA Awards (PRIA) 2026 kategori Program PR hari kedua, Selasa (6/1/2026), salah satunya PT Pamapersada Nusantara (PAMA).

Corporate Communications PAMA Skolastika Kirana menjelaskan, dalam konteks ini narasi yang solid menjadi kunci bagi kampanye PAMA Diversity Campaign, yang bertujuan meruntuhkan persepsi male dominated industry yang melekat kuat di perusahaan tambang. “Kami menampilkan narasi keseharian pekerja perempuan yang menjadi bagian dari ekosistem di industri pertambangan, menghadirkan konten edukatif tentang fasilitas pendukung, serta membagikan kisah inspiratif perempuan di industri pertambangan,” ujar perempuan yang karib disapa Olas itu di hadapan dewan juri.

Guna memastikan narasi tersebut tersebar dan terserap secara efektif, kata Olas, pihaknya memanfaatkan berbagai kanal digital seperti Instagram, LinkedIn, TikTok, hingga YouTube, dengan penyesuaian pendekatan konten terhadap karakter audiens masing-masing. “Kami ingin menunjukkan bahwa PAMA merupakan perusahaan yang memberi kesempatan setara, sekaligus mendorong lebih banyak perempuan untuk berani melamar ke PAMA,” lanjutnya.

Inisiatif tersebut segera mencatatkan hasil. Tidak sebatas angka tayangan, data rekrutmen turut menunjukkan peningkatan pelamar perempuan lebih dari 50,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Sementara dari sisi performa digital, kampanye ini menjangkau 733.914 akun di Instagram dengan engagement 19.357, meraih 103.281 views dengan engagement 2.044 di TikTok, dan mendapat 1.100 views dengan watch time 47,2 jam Youtube ,” imbuhnya.

Mencetak Produsen Informasi

Berbeda dengan PAMA, Good News From Indonesia (GNFI) meramu narasi dan aktivasi digital lewat program Good Creators Academy untuk membanjiri ruang maya dengan hal-hal positif. Digital Communication Services Manager GNFI Vicky Ferbian menjelaskan, latar belakang program tersebut adalah fakta bahwa ruang digital di kalangan pelajar SMA masih dipenuhi konten provokatif, sensasional, dan minim nilai edukasi.

Menariknya, lewat program tersebut GNFI bukan bertindak selaku produsen. Mereka justru mengajak para remaja menjadi kreator atau produsen narasi positif. “Program ini mencakup rangkaian pembelajaran mulai dari social media content & online bootcamp, tantangan membuat produksi konten video kabar baik, hingga kolaborasi dengan mitra strategis,” ujar Vicky.

Dalam taktik komunikasinya, lanjut Vicky, pihaknya memanfaatkan akun Instagram @goodcreatorcircle, website khusus dan WhatsApp Group sebagai rumah bersama dalam berbagi informasi dan pendampingan. Adapun secara dampak, katanya, program menghasilkan 600 video dengan total 5 juta views. Tercatat juga peningkatan pengikut akun Instagram mencapai 2.000 pengikut, dan 1,3 juta impressions dalam satu bulan. “Menariknya, sebagian peserta juga mendapat tawaran dari brand lokal, pemerintah daerah, maupun komunitas untuk kolaborasi konten lainnya,” jelasnya.

Pemaparan tersebut menuai apresiasi dari dewan juri. Namun, Associate Professor in Communication LSPR Janette M. Pinariya menyoroti bagaimana GNFI mengelola kontinuitas program. Menjawabnya, Vicky menyebut bahwa pihaknya terus mendorong kolaborasi konten bersama para kreator melalui challenge collab post bersama GNFI dan akun lainnya, serta terus menjaga interaksi di komunitas melalui diskusi rutin dan berbagai side event lainnya. “Dengan cara tersebut, semangat para kreator untuk terus memproduksi konten baik diharapkan tidak pernah padam,” tutupnya.

PRIA 2026

PR INDONESIA Awards (PRIA) merupakan ajang kompetisi kinerja kehumasan/public relations (PR) paling komprehensif di Indonesia yang ditujukan untuk mengukur dan mengapresiasi kinerja komunikasi instansi pemerintahan maupun korporasi sepanjang satu tahun.

PRIA 2026 terbuka bagi peserta dari Kementerian, Lembaga Negara, Pemerintah Daerah (Provinsi/Kab/Kota), BUMN, Anak Usaha BUMN, BUMD, Korporasi Swasta Nasional, Korporasi Swasta Multinasional, Perguruan Tinggi (PTN/PTS), Non Government Organization (NGO), Badan Layanan Umum (BLU), Agensi PR, hingga Satuan Kerja Organisasi/Lembaga.

Adapun kategori yang dikompetisikan pada tahun ini meliputi OWNED MEDIA (Majalah Internal, Video Profil), KANAL DIGITAL (Aplikasi, Website, Media Sosial), MANAJEMEN KRISIS (Praktis, Krisis dan Paskakrisis), LAPORAN TAHUNAN (Annual Report, Sustainability Report), PROGRAM KOMUNIKASI SOCIAL RESPONSIBILITY (Keberlanjutan Bisnis Perusahaan (Sustainability Business), Pemberdayaan Masyarakat (Community Based Development)), PROGRAM PR (Program Marketing PR, Program Government PR, Program Corporate PR, Program Digital PR), DEPARTEMEN PR, PUBLIC AFFAIRS (Stakeholder Management Excellece), dan BEST OF THE BEST ACHIEVEMENT yang akan diberikan khusus kepada korporasi/lembaga/organisasi yang berhasil mendapat trofi terbanyak di seluruh kategori.

Pengumuman dan undangan pemenang PRIA 2026 akan dirikim pada 13 Januari 2026, dan puncak penghargaan akan berlangsung pada 13 Februari 2026.

Ikuti terus perkembangan PRIA 2026 hanya di prindonesia.co dan humasindonesia.id. (EDA)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI