Penjurian PRIA 2026 Kategori Departemen PR: Kualitas Bukan Kuantitas
PRINDONESIA.CO | Selasa, 06/01/2026
Penjurian PRIA 2026 Kategori Departemen PR: Kualitas Bukan Kuantitas
Penjurian PRIA 2026 kategori Departemen PR.
doc/PR INDONESIA

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Efektivitas kerja departemen public relations (PR)/kehumasan tidak selalu bergantung pada jumlah personel. Ada pula yang membuktikan bahwa kepada siapa tim melapor di dalam struktur organisasi memainkan peran tak kalah krusial. Kesimpulan ini mencuat dari penjurian PR INDONESIA Awards (PRIA) 2026 kategori Departemen PR, Senin (5/1/2026), ketika sejumlah peserta mempresentasikan pendekatan yang dijalankan masing-masing.

PT MRT Jakarta misalnya, menerapkan model birokrasi terspesialisasi dengan struktur departemen yang tergolong besar dan rinci. Departemen Corporate Communication & Branding yang berada di bawah Corporate Secretary, mencerminkan ciri khas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) modern dalam memprioritaskan kepatuhan tata kelola. Pembagian unitnya sangat spesifik mulai dari komunikasi eksternal, internal, keberlanjutan, hingga manajemen kearsipan dokumen negara.

Head of Corporate Communication & Branding Department MRT Jakarta Angga Satria Perdana menjelaskan, struktur tersebut sangat logis mengingat badan usaha pelat merah itu membutuhkan standar kepatuhan regulasi yang ketat dalam melayani jutaan pelanggan. Selaras dengan itu, mereka juga difokuskan untuk mendorong perubahan budaya transportasi warga, melalui kampanye jangka panjang seperti #UbahJakarta dan #JelajahiJakarta. “Tim yang besar, dengan spesialisasi mendalam memungkinkan kami mengelola isu masif yang membutuhkan napas panjang,” tutur di hadapan para juri.

Sebaliknya, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mengadopsi struktur unit strategis yang sangat ramping. Meski demikian, mereka tetap bisa membuktikan dampak bisnis yang gesit. Dokumen perusahaan secara eksplisit menyebutkan bahwa tim komunikasi korporat mereka mungkin kecil, tetapi memegang peran vital. Posisi departemen ini memiliki jalur pelaporan langsung kepada Deputy CEO yang menunjukkan fungsi strategis bisnis di level manajemen puncak.

Spesialisasi Melawan Kelincahan

Perbedaan mendasar dari kedua organisasi di atas terlihat pada kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Head of Corporate Communications PYFA Leilanie Nadia Kusumaputri mengatakan, timnya dapat bekerja secara cair dengan peran ganda yang mencakup hubungan media, sekaligus hubungan investor (investor relations). “Penyatuan fungsi ini, memungkinkan kami merespons krisis komunikasi seperti saat suspend saham PYFA dalam 2 pekan bulan Agustus 2025 lalu, hingga isu akuisisi Rumah Sakit Eka Hospital oleh PYFA dalam hitungan jam,” jelas Leilanie.

Efisiensi komunikasi menjadi kunci bagi perusahaan swasta terbuka seperti PYFA untuk menjaga kepercayaan investor dan sentimen pasar saham. Tim kecil ini terbukti mampu mengelola isu krusial seperti suspensi saham maupun mendukung pertumbuhan bisnis anak usaha secara efektif. Hal ini mematahkan mitos bahwa departemen PR/humas yang kuat harus selalu memiliki jumlah personel yang banyak.

Melihat pendekatan MRT Jakarta maupun PYFA, CEO PR INDONESIA Asmono Wikan selaku juri menyimpulkan, tidak ada struktur organisasi yang salah selama penerapannya sesuai dengan tujuan strategis perusahaan. Entitas pelayanan publik seperti MRT Jakarta membutuhkan struktur tebal untuk mengelola aset sosial dan perubahan perilaku masyarakat luas. Sementara itu, entitas swasta agresif seperti PYFA memerlukan tim ramping yang mampu meningkatkan aset tak berwujud berupa valuasi saham.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa kekuatan sebuah departemen komunikasi terletak pada ketepatan penempatan posisi, dan kejelasan fungsi dalam mendukung target organisasi. Pemilihan antara model spesialis atau generalis-strategis harus didasarkan pada kebutuhan industri tempat perusahaan bernaung.

PRIA 2026

PR INDONESIA Awards (PRIA) merupakan ajang kompetisi kinerja kehumasan/public relations (PR) paling komprehensif di Indonesia yang ditujukan untuk mengukur dan mengapresiasi kinerja komunikasi instansi pemerintahan maupun korporasi sepanjang satu tahun.

PRIA 2026 terbuka bagi peserta dari Kementerian, Lembaga Negara, Pemerintah Daerah (Provinsi/Kab/Kota), BUMN, Anak Usaha BUMN, BUMD, Korporasi Swasta Nasional, Korporasi Swasta Multinasional, Perguruan Tinggi (PTN/PTS), Non Government Organization (NGO), Badan Layanan Umum (BLU), Agensi PR, hingga Satuan Kerja Organisasi/Lembaga.

Adapun kategori yang dikompetisikan pada tahun ini meliputi OWNED MEDIA (Majalah Internal, Video Profil), KANAL DIGITAL (Aplikasi, Website, Media Sosial), MANAJEMEN KRISIS (Praktis, Krisis dan Paskakrisis), LAPORAN TAHUNAN (Annual Report, Sustainability Report), PROGRAM KOMUNIKASI SOCIAL RESPONSIBILITY (Keberlanjutan Bisnis Perusahaan (Sustainability Business), Pemberdayaan Masyarakat (Community Based Development)), PROGRAM PR (Program Marketing PR, Program Government PR, Program Corporate PR, Program Digital PR), DEPARTEMEN PR, PUBLIC AFFAIRS (Stakeholder Management Excellece), dan BEST OF THE BEST ACHIEVEMENT yang akan diberikan khusus kepada korporasi/lembaga/organisasi yang berhasil mendapat trofi terbanyak di seluruh kategori.

Pengumuman dan undangan pemenang PRIA 2026 akan dirikim pada 13 Januari 2026, dan puncak penghargaan akan berlangsung pada 13 Februari 2026.

Ikuti terus perkembangan PRIA 2026 hanya di prindonesia.co dan humasindonesia.id(Arfrian R.)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI