Kedua peserta penjurian PRIA 2026 sepakat bahwa strategi kanal digital menjadi kekuatan yang sangat penting untuk membangun kredibilitas, memperkuat kepercayaan dan mampu menggeser persepsi publik
JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Para peserta PR INDONESIA Awards (PRIA) 2026 kategori Program PR dalam penjurian hari kedua, Selasa (6/1/2026), seakan bersepakat dalam inovasi organisasi dalam memanfaatkan berbagai kanal digital untuk menghadirkan informasi yang kredibel, mudah dipahami, dan dipercaya publik.
Salah satunya tergambar dari pemaparan Corporate Communication PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Henrika Kristi. Mengingat tantangan utama PTBA adalah memecah kerumitan isu energi yang begitu kompleks agar mudah dipahami publik, maka, kata Kristi, pihaknya merasa perlu menghadirkan payung narasi Energi Tanpa Henti Ke Seluruh Penjuru Negeri dan menempatkan kanal digital sebagai panggung utama edukasi.
Kristi menjelaskan, narasi tersebut kemudian digencarkan lewat komunikasi di website, media sosial mulai dari Instagram, X, TikTok, dan YouTube, dengan pendekatan storytelling. Guna semakin menguatkan perhatian publik, lanjutnya, PTBA juga menghadirkan maskot digital bernama Bambam dengan tugas memandu publik menjelajahi konten informatif, adaptif, kolaboratif, dan inspiratif di sektor tambang. “Dari gaya penulisan di media massa digital kami menggunakan bahasa yang informatif, lugas dan mudah dipahami publik dengan tetap menjaga ketepatan istilah dan akurasi informasi,” tambahnya.
Hasilnya, terang Kristi, pendekatan kanal digital yang terintegrasi ini memberikan dampak nyata bagi PTBA seperti jumlah pemberitaan di media massa menunjukkan 77,93 persen sentimen positif dari 17.656 berita, sementara percakapan di media sosial mencatat 75,56 persen sentimen positif.
Menanggapi paparan Kristi, Chief Operating Officer (COO) Burson Indonesia Harry Deje yang duduk di bangku juri, menanyakan terkait kolaborasi perusahaan dengan homeless media, mengingat generasi media baru tersebut sangat mendapat atensi publik dalam beberapa tahun terakhir. Banyak pengamat dan ahli juga telah mengakui efektivitas homeless media dalam membentuk percakapan di ranah digital.
Menjawabnya, Kristi mengatakan, pihaknya tidak menutup mata untuk berkolaborasi dengan homeless media. Sebab, PTBA sendiri melihat bahwa peran homeless media ini sangat membantu memperluas amplifikasi pesan edukasi dengan penyajian konten yang disesuaikan dengan karakter audiens.
Menggeser Persepsi
Berbeda dengan PTBA, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) datang dengan tangangan persepsi seputar kawasan industri dan isu ketenagakerjaan. Disampaikan oleh Nurul Fikri Dipraja, Content Creator Supervisor, Departemen Social Media, PT IMIP, melalui momentum HUT ke-12, kampanye bertemakan Satu IMIP: 12 Tahun Bertumbuh, Berkarya untuk Indonesia dirancang untuk menyegarkan narasi dan menggeser persepsi negatif menjadi positif.
Dalam konteks ini, terang pria yang karib disapa Ruli itu, kanal digital di orkestrasi secara bertahap mulai dari peluncuran teaser via Instagram dan TikTok. Kemudian informasi detail diperdalam melalui website dan LinkedIn. Sementara YouTube menampung video storytelling berdurasi panjang. “Aktivasi kampanye mendorong partisipasi publik lewat fitur interaktif seperti Add Yours, hashtag challenge, polling, hingga konten user-generated, sehingga audiens tidak hanya menonton, tetapi ikut membentuk cerita,” ujarnya.
Optimalisasi kampanye, lanjut Ruli, juga diperkuat melalui konten employee advocacy dan kolaborasi bersama homeless media lokal. Pendekatan ini, katanya, berhasil memperluas resonansi kampanye di komunitas sekitar kawasan industri. Dampaknya, imbuh Ruli, kampanye melampaui target dengan capaian 808.384 tayangan, 351.760 jangkauan, engagement rate 5,75 persen, dan keterlibatan lebih dari 3000 audiens yang menjadi bagian dari cerita.
Dalam dialog dengan dewan juri, Associate Professor in Communication LSPR Janette M. Pinariya menyoroti mekanisme mitigasi internal ketika adanya pelanggaran konten para pekerja. Merespons itu, Manager Corporate Communications IMIP Moch N Kurniawan menegaskan pentingnya mitigasi risiko di ruang digital melalui koordinasi lintas fungsi, monitoring real-time, serta edukasi literasi digital, dan kebebasan berekspresi bagi karyawan yang tetap mengedepankan etika serta reputasi perusahaan. “Dengan begitu, pelibatan karyawan tetap inklusif dan aman, tanpa mengorbankan akurasi dan etika informasi,” jawabnya.
PRIA 2026
PR INDONESIA Awards (PRIA) merupakan ajang kompetisi kinerja kehumasan/public relations (PR) paling komprehensif di Indonesia yang ditujukan untuk mengukur dan mengapresiasi kinerja komunikasi instansi pemerintahan maupun korporasi sepanjang satu tahun.
PRIA 2026 terbuka bagi peserta dari Kementerian, Lembaga Negara, Pemerintah Daerah (Provinsi/Kab/Kota), BUMN, Anak Usaha BUMN, BUMD, Korporasi Swasta Nasional, Korporasi Swasta Multinasional, Perguruan Tinggi (PTN/PTS), Non Government Organization (NGO), Badan Layanan Umum (BLU), Agensi PR, hingga Satuan Kerja Organisasi/Lembaga.
Adapun kategori yang dikompetisikan pada tahun ini meliputi OWNED MEDIA (Majalah Internal, Video Profil), KANAL DIGITAL (Aplikasi, Website, Media Sosial), MANAJEMEN KRISIS (Praktis, Krisis dan Paskakrisis), LAPORAN TAHUNAN (Annual Report, Sustainability Report), PROGRAM KOMUNIKASI SOCIAL RESPONSIBILITY (Keberlanjutan Bisnis Perusahaan (Sustainability Business), Pemberdayaan Masyarakat (Community Based Development)), PROGRAM PR (Program Marketing PR, Program Government PR, Program Corporate PR, Program Digital PR), DEPARTEMEN PR, PUBLIC AFFAIRS (Stakeholder Management Excellece), dan BEST OF THE BEST ACHIEVEMENT yang akan diberikan khusus kepada korporasi/lembaga/organisasi yang berhasil mendapat trofi terbanyak di seluruh kategori.
Pengumuman dan undangan pemenang PRIA 2026 akan dirikim pada 13 Januari 2026, dan puncak penghargaan akan berlangsung pada 13 Februari 2026.
Ikuti terus perkembangan PRIA 2026 hanya di prindonesia.co dan humasindonesia.id. (EDA)