Dari program sanitasi hingga keamanan listrik di rumah, peserta PRIA 2026 menegaskan betapa komunikasi memainkan peran penting dalam mengedukasi hingga membangun kepercayaan.
JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Para peserta pada penjurian PR INDONESIA Awards (PRIA) hari pertama, Senin (5/1/2026), memperlihatkan bagaimana komunikasi menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya Wings Group yang menyoroti persoalan sanitasi di sekolah dasar melalui program public relations (PR) mereka.
Dijelaskan oleh Brand Public Relations Wings Group Khairunnisa Nirmala Devi, lewat program kampanye Wings for UNICER bersama NUVO Family, pihaknya merespons data yang mengungkap bahwa hanya 42.9 persen sekolah dasar di Indonesia yang memiliki sanitasi yang layak. “Karena itu, kami menyasar sanitasi sekolah yang masih tertinggal seperti di daerah Maros Sulawesi Selatan dan Pidie Aceh untuk membangun fasilitas wastafel dan juga membangun kesadaran gerakan hidup bersih sejak dini,” ujarnya di hadapan kelima dewan juri.
Guna memastikan program tersebut berjalan efektif, lanjut Khairunnisa, pihaknya mengedepankan pendekatan edutainment di dalam strategi komunikasi lewat senam cuci tangan dan pertunjukkan kapten NUVO melawan kuman. Aktivasi ini, katanya, turut melibatkan komunitas lokal dan mitra strategis, menggandeng figur publik sebagai brand ambassador, memanfaatkan momentum Hari Cuci Tangan Sedunia pada 15 Oktober. Adapun untuk mengampilifikasi pesan, terangnya, pendekatan PESO (paid, earned, shared, owned) media pun dioptimalkan.
Dari upaya tersebut, kata Khairunnisa, pihaknya mencatatkan capaian yang signifikan. Adapun dari segi output tercatat sebanyak 113 pemberitaan yang termasuk 6 liputan TV, 1 artikel cetak, 106 artikel online. Sementara dari sisi outtakes, program mendapat sentimen positif sebesar 100 persen, dengan jumlah jangkauan mencapai 35.254.238 dan engagement 214.229. Sedangkan untuk outcome, berdasarkan survei kepada 250 siswa di sekolah Aceh dan Sulawesi Selatan, terungkap adanya peningkatan pemahaman perilaku hidup bersih dan sehat hingga 10 persen.
Mengedukasi Publik
Sama-sama bergerak di ruang edukasi, PT Schneider Indonesia Electric menjalankan kampanye Gerakan Listrik Aman guna menjawab permasalahan sebagian besar kebakaran di Indonesia yaitu korsleting listrik. Corporate Communications Lead PT Schneider Indonesia Electric Hilwina Agita mengatakan, lewat aktivasi komunikasi ini pihaknya ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perangkat kelistrikan aman masih rendah. “Umumnya masyarakat hanya menggunakan MCB (melindungi dari korsleting), tanpa RCCB (mencegah arus bocor dan sengatan listrik),” jelasnya kepada dewan juri.
Oleh karena itu, lanjutnya, edukasi pemasangan RCCB penting dilakukan untuk perlindungan dari korsleting dan arus bocor yang dapat memicu bahaya kebakaran. Hal tersebut dilakukan dengan mengaktivasi digital campaign, seminar pelatihan instalatur, dan community events. “Program dijalankan melalui edukasi end user tentang pentingnya perangkat kelistrikan aman melalui seminar, event komunitas, dan konten digital seperti branded content series, key opinion leader (KOL) content, paid ads, PR articles, serta downloadable resources. Kami juga mengedukasi distributor dan retailer terkait original product melalui training, webinar, dan penyediaan Point of Sales Materials (POSM),” jelasnya.
Berdasarkan pengukuran, terang Hilwina, kampanye tersebut menghasilkan impresi lebih dari 100 juta tayangan digital dengan engagement lebih dari 150 ribu. Selain itu, katanya, para instalatur listrik juga berhasil memberikan pelatihan kompetensi kepada 7.800 orang hingga memecahkan rekor MURI untuk Pelatihan Instalatur Listrik dengan Peserta Terbanyak.
Pemaparan Hilwina pun memantik pertanyaan CEO PR INDONESIA Group Asmono Wikan terkait keberlanjutan kampanye dan dampaknya bagi keselamatan publik. Menjawab hal tersebut, Hilwina menegaskan bahwa kampanye Gerakan Listrik Aman telah berjalan sejak tahun 2024 dan menjadi pelopor yang akan terus dilanjutkan pada tahun 2026 dan seterusnya.
PRIA 2026
PR INDONESIA Awards (PRIA) merupakan ajang kompetisi kinerja kehumasan/public relations (PR) paling komprehensif di Indonesia yang ditujukan untuk mengukur dan mengapresiasi kinerja komunikasi instansi pemerintahan maupun korporasi sepanjang satu tahun.
PRIA 2026 terbuka bagi peserta dari Kementerian, Lembaga Negara, Pemerintah Daerah (Provinsi/Kab/Kota), BUMN, Anak Usaha BUMN, BUMD, Korporasi Swasta Nasional, Korporasi Swasta Multinasional, Perguruan Tinggi (PTN/PTS), Non Government Organization (NGO), Badan Layanan Umum (BLU), Agensi PR, hingga Satuan Kerja Organisasi/Lembaga.
Adapun kategori yang dikompetisikan pada tahun ini meliputi OWNED MEDIA (Majalah Internal, Video Profil), KANAL DIGITAL (Aplikasi, Website, Media Sosial), MANAJEMEN KRISIS (Praktis, Krisis dan Paskakrisis), LAPORAN TAHUNAN (Annual Report, Sustainability Report), PROGRAM KOMUNIKASI SOCIAL RESPONSIBILITY (Keberlanjutan Bisnis Perusahaan (Sustainability Business), Pemberdayaan Masyarakat (Community Based Development)), PROGRAM PR (Program Marketing PR, Program Government PR, Program Corporate PR, Program Digital PR), DEPARTEMEN PR, PUBLIC AFFAIRS (Stakeholder Management Excellece), dan BEST OF THE BEST ACHIEVEMENT yang akan diberikan khusus kepada korporasi/lembaga/organisasi yang berhasil mendapat trofi terbanyak di seluruh kategori.
Pengumuman dan undangan pemenang PRIA 2026 akan dirikim pada 13 Januari 2026, dan puncak penghargaan akan berlangsung pada 13 Februari 2026.
Ikuti terus perkembangan PRIA 2026 hanya di prindonesia.co dan humasindonesia.id. (EDA)