Memahami Perbedaan Komunikasi Krisis dan Komunikasi Risiko
PRINDONESIA.CO | Rabu, 03/08/2022
Memahami Perbedaan Komunikasi Krisis dan Komunikasi Risiko
Perbedaan utama antara komunikasi krisis dan komunikasi risiko itu sebenarnya terletak pada tujuannya.
Dok.Istimewa

Oleh: Inadia Aristyavani, Chairperson PR Society and Communications of Indonesia (PRSI)

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Perbedaan di antara keduanya saya uraikan secara terperinci dalam buku terbaru saya berjudul Komunikasi Risiko: Konsep, Teori dan Strategi. Namun, secara garis besar, saya merangkumnya di sini, khusus bagi pembaca setia PR INDONESIA. 

Perbedaan utama antara komunikasi krisis dan komunikasi risiko itu sebenarnya terletak pada tujuannya. Komunikasi krisis adalah komunikasi yang dilakukan saat terjadi suatu peristiwa. Misalnya, peristiwa kecelakaan pesawat terbang, kebocoran kilang minyak, meledaknya pipa gas, bencana alam, terorisme, dan sebagainya. Sementara komunikasi risiko merupakan bentuk komunikasi yang dilakukan sebelum terjadi suatu peristiwa. Adapun komunikasi yang dilakukan bertujuan untuk membangun kesadaran publik akan adanya bahaya (risiko) dan melakukan persuasi kepada publik agar melakukan tindakan untuk mencegah terjadinya risiko/bahaya.

Tujuh Perbedaan

Rynolds dan Seeger (2005) membuat tinjauan yang sistematis perbedaan antara komunikasi krisis dengan komunikasi risiko. Pertama, fokus. Komunikasi krisis berfokus pada menyelesaikan krisis sekaligus memperbaiki reputasi organisasi yang terganggu akibat krisis tersebut. Nah, PR berperan dalam melakukan program komunikasi atau berbagai aktivasi untuk mengatasi kerugian terhadap reputasi tersebut.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI