Menteri BUMN Erick Thohir: “Kolaborasi dan Adaptasi Digital adalah Keharusan”
PRINDONESIA.CO | Sabtu, 05/12/2020
Menteri BUMN Erick Thohir: “Kolaborasi dan Adaptasi Digital adalah Keharusan”
Humas tidak hanya lagi sekadar sebagai agen perubahan, tetapi garda terdepan penjaga reputasi dan kepercayaan di mana pun ia berada.
Dok. Istimewa

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Begitulah pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir saat membuka Konvensi Nasional Humas (KNH) 2020 di hari kedua, Sabtu (5/12/2020). Menurutnya, pandemi mendorong teknologi komunikasi dan informasi berkembang lebih cepat. Kondisi ini mengubah tatanan semua lapisan masyarakat. Alhasil, saat ini bukan lagi masanya mengedepankan ego sektoral atau memilih berdasarkan kedekatan.

Sekarang, saatnya menjadikan digital sebagai pilihan. Sementara kolaborasi dan adaptasi digital menjadi keharusan. Terutama, dalam menyusun strategi dan untuk melakukan lompatan-lompatan besar.  

“Visi, lompatan, kebijakan, inovasi, solusi, manfaat dan dampak perlu disampaikan dan dinarasikan kepada publik,” katanya. Komunikasi yang kontekstual dan terarah harus dilakukan kolaborasi antara lembaga, pelaku usaha dengan para tokohnya. Namun, gerak cepat, solusi, lompatan, memerlukan visi yang terarah dengan jelas. Serta, makna yang berarti dan manfaat yang luas walau kondisi sulit.

Di sisi lain, Erick melanjutkan, the best defensive human have against pentagon is not isolation, it is information. “Informasi menjadi demikian sangat penting di tengah derasnya informasi dan misinformasi di era digital dan pandemi. Setiap narasi harus berkompetisi ketat untuk mendapatkan atensi,” katanya.

Sementara narasi dan misinformasi sangat mudah menyebar di era hiper digital seperti sekarang. Membentuk opini, hingga dapat memantik aksi. Semuanya ditentukan oleh desain komunikasi publik.

Untuk itu, peran praktisi humas menjadi sangat penting. Keberadaannya tidak hanya lagi sekadar sebagai agen perubahan, tetapi garda terdepan penjaga reputasi dan kepercayaan di mana pun ia berada. Peran humas semakin strategis dan esensial sebagai bagian dari solusi untuk menguatkan masyarakat beradaptasi dan membangun optimisme bangsa untuk Indonesia sehat, Indonesia bekerja dan Indonesia utuh. “Kapasitas, kapabilitas dan karakter adaptif, inovatif serta kolaboratif adalah kunci yang harus dimiliki PR,” paparnya.

 

Sinergi "Pentahelix"

Ia memberi contoh, saat ini pemerintah melalui Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional sedang gencar menyosialisasikan kebijakan dan rencana menghadirkan vaksin Covid-19 dan vaksinasi mandiri. Sementara Kementerian BUMN beserta ekosistem kesehatan BUMN bergerak menyiapkan diri untuk mendukung program vaksin mandiri bersama swasta, arsitektur sistem informasi, mengintegrasikan satu data dan platform dari berbagai kementerian serta lembaga mulai dari BPJS, Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, hingga Kemenkominfo

Selain itu, menyiapkan distribusi layanan vaksinasi ekosistem digital yang awalnya menjadi rencana ke depan kini terelaksasi dengan adanya pandemi. Dan, dapat terwujud dengan adanya visi, inovasi serta sinergi untuk negeri. “Kami mengerahkan segala daya dan upaya agar kita dapat bersama-sama memulihkan kesehatan, membangkitkan produktivitas dan mengakhiri pandemi,” ujarnya.  

Untuk itu, pemerintah dan Kementerian BUMN menjadikan komunikasi publik menjadi kunci keberhasilan program vaksinasi juga vaksinasi mandiri. Mereka juga menyusun strategi dan melakukan berbagai inisiatif komunikasi publik baik menggunakan mainstream media maupun media sosial untuk menyebarluaskan narasi proaktif dan meminimalisasi misinformasi.

“Kami juga melakukan sinergi pentahelix dengan melakukan sosialiasi kepada para gubernur, bupati dan wali kota, merangkul tokoh agama, tokoh ahli, juga para pengusaha,” ujarnya. Bahkan, ia melanjutkan, mereka juga melakukan pendekatan yang mengedepankan aspek kearifan lokal seperti pertunjukan seni. Menteri Erick percaya dengan berbagai inovasi, langkah cepat serta kolaborasi yang melibatkan berbagai lini sektor dan lapisan masyarakat, negeri ini akan segera pulih. (rha)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

BERITA TERKINI