Sambut Kemerdekaan, Metode Bertahan Jadi Pilihan  
PRINDONESIA.CO | Senin, 17/08/2020
Sambut Kemerdekaan, Metode Bertahan Jadi Pilihan  
Aksi donasi sebagai salah satu aktivitas saling menguatkan selama pandemi.
Ratna/PR Indonesia

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Jumat, 14 Agustus 2020, menjadi hari yang dinanti bagi Endang dan sembilan kawannya yang kesemuanya berprofesi sebagai sopir ojek daring. Seperti yang sudah dijanjikan, hari itu mereka akan menerima bingkisan dari PR INDONESIA. Kehadiran mereka disambut hangat oleh keluarga PR INDONESIA dan CEO PR INDONESIA Group Asmono Wikan.

Endang mengaku pandemi telah menghantam perekonomian mereka. Sejak pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), diikuti imbauan agar masyarakat lebih banyak beraktivitas dari rumah mulai sekolah sampai bekerja, penghasilan mereka turun drastis hingga 60 -70 persen.

Meski di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), karyawan sudah mulai kembali ngantor, namun pendapatan yang mereka himpun per hari masih jauh dari sebelum pandemi. “Hingga saat ini, yang bisa kami lakukan adalah bertahan,” kata pria yang sudah lebih dari empat tahun berprofesi sebagai sopir ojek daring.

Metode bertahan pun dilakukan oleh Arif Hartawan. Padahal ada keluarga yang harus ia nafkahi. Sejak pemerintah menetapkan kebijakan sekolah dari rumah, ia juga harus menyiapkan anggaran kuota internet sedikitnya Rp 300 ribu per bulan untuk kedua anaknya agar dapat mengikuti aktivitas belajar secara daring. 

Sementara sepanjang hari itu, ia baru mendapat tiga orderan penumpang—meskipun jumlahnya tampak sedikit, tetap ia syukuri. Sebab, hari sebelumnya ia hanya mendapat orderan dua penumpang walau sudah ngojek dari pagi hingga malam. Untuk menafkahi keluarganya sehari-hari, Arif hanya mengandalkan pekerjaannya sebagai sopir ojek daring. Selain itu, kedermawanan penumpang dan bantuan dana bansos. “Ada saja customer yang memberikan kami makanan. Sementara dengan adanya bansos, setidaknya kami hanya perlu membeli lauk pauk,” ujar pria berusia 56 tahun itu. Ia berharap kegiatan yang telah dilakukan PR INDONESIA menginspirasi banyak pihak untuk melakukan aktivitas serupa. 

 

Penuh Cobaan

Guncangan ekonomi juga dialami oleh Yoga, sopir bajaj yang biasanya mangkal di sekitar Sarinah, Jakarta Pusat. “Sebelum pandemi, biasanya sampai jam 5 sore, saya sudah mengantongi Rp 150 ribu. Sekarang, sampai jam 8 malam hanya dapat Rp 40 ribu,” katanya.  Pernyataan pria berusia 52 tahun itu dibenarkan supir bajaj asal Duren Sawit, Jakarta, Soekarno, yang juga menerima bantuan serupa.

Kesulitan turut dirasakan oleh mahasiswi semester akhir Jurusan Public Relations Bina Sarana Informatika, Dwi Pawewang. Selama menjadi mahasiswi dan perantau yang jauh dari orangtua, ia bekerja di salah satu perusahaan swasta. Pendapatannya itu ia sisihkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya kuliah. Saat pandemi, cobaan datang silih berganti. Di awal Maret, misalnya, Dwi sempat terindikasi gejala mirip Covid-19. Ia pun harus mengikuti serangkaian tes dan terpaksa tidak dapat bekerja selama hampir tiga minggu. Selama menunggu hasil tes swab tersebut, ia mendapat surat PHK. Meski begitu, ia bersyukur, karena hasil tes menunjukkan Dwi negatif dari Covid-19. Ia berangsur dapat kembali tersenyum. Termasuk, ketika mendapat donasi dari PR INDONESIA.

Kepada mereka, Asmono menyerukan untuk tetap semangat. “Pandemi sudah menjadi masalah bagi kita semua. Untuk itu, jangan merasa sendiri,” katanya. Ia melanjutkan, “Kalau tidak bisa mengerjakan sendiri, kita bersama-sama untuk memberikan sesuatu. Saling menguatkan dalam kesulitan."

Penyaluran donasi ini adalah kali kedua yang dilaksanakan PR INDONESIA bersama para peserta webinar PR MEET UP. Donasi yang terkumpul Rp 5,8 juta itu selanjutnya disalurkan kepada 25 orang yang terdampak pandemi Covid-19. Mereka adalah supir ojek on-line, bajaj, pedagang keliling, dan mahasiswa Ilmu Komunikasi.

Setiap penerima donasi mendapatkan kebutuhan pokok, fasilitas pelindung kesehatan seperti face shield, masker, hand sanitizer, sabun, hingga uang. PR INDONESIA berkomitmen akan terus melanjutkan kontribusi untuk mengurangi dampak akibat pandemi secara berkelanjutan. (rtn)

 

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)

BERITA TERKINI