Firman, Setneg RI: Haus Ilmu
PRINDONESIA.CO | Kamis, 13/08/2020
Firman, Setneg RI: Haus Ilmu
Teruslah belajar untuk berkembang demi menjawab tantangan masa depan yang lebih kompleks.
Dok. Pribadi

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Selepas menempuh strata satu di jurusan yang diminatinya, media massa, Universitas Jenderal Soedirman, Firman, begitu Akhmad Firmannamal akrab disapa berkarier di perusahaan olahraga. Ketika itulah ia merasa terpanggil untuk menggeluti bidang public relations (PR). Alasannya, lebih menantang dari segi tugas dan peran. Profesi PR juga memungkinkannya lebih luas untuk berjejaring dan berkolaraborasi.

Berbekal ilmu di bidang komunikasi dan pengalaman bekerja di ranah PR, tahun 2008, pria kelahiran Jakarta ini melamar sebagai ASN di Kementerian Sekretariat Negara RI. Ketika itu, ia bertugas sebagai analis kebijakan hubungan kelembagaan. Firman dituntut sigap dan luwes membangun komunikasi antara lembaga kepresidenan dengan lembaga negara seperti MPR, DPR, DPD, MA, MK, BPK, dan Bank Indonesia.

Tak ingin sekadar puas hanya berbekal pengalaman, ia lantas memperdalam ilmu dengan mengikuti seleksi beasiswa Australian Development Scholarship (ADS) dari Pemerintah Australia. Hanya dalam waktu 1,5 tahun, Firman berhasil mengantongi gelar Master of Communication dari The University of Queensland (UQ) Brisbane, Australia. Selama kurun waktu tersebut, pria yang berprinsip “Tidak pernah lelah belajar” ini mendapatkan banyak wawasan baru secara akademik maupun nonakademik. Termasuk, jejaring secara global. 

Pulang ke tanah air, tahun 2013, Firman mendapat amanah sebagai Kepala Sub Bidang Hubungan Masyarakat Setneg RI, sesuai latar belakang keilmuannya. Wawasan dan ilmunya kembali bertambah. Seiring perkembangan teknologi informasi, mereka dihadapkan dengan banyaknya perubahan dan tuntutan zaman. Ia rutin mengikuti pelatihan singkat yang diselenggarakan oleh internal Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kemensetneg, salah satunya pelatihan web design selama tiga bulan di India dan pelatihan risk management di Australia.

Ia makin getol untuk terus memperbarui ilmu. Firman memutuskan untuk melanjutkan pendidikan doktoralnya. Tahun 2017, ia berangkat ke Australia untuk meraih gelar Ph.D in Communication and Media Studies University and Technology (QUT), Australia. 

 

Dukungan istri

Firman mengakui keberhasilan karier dan pendidikannya tak terlepas dari dukungan istri tercinta, Sheila Basalamah. Sheila yang juga berkiprah di dunia komunikasi begitu memahami risiko dan tanggung jawab Firman sebagai humas. Bahkan, kini sang istri mengikuti jejaknya melanjutkan studi untuk meraih gelar Master of Communication, UQ.  

Kepada rekan-rekannya, Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) QUT periode 2017-2018 ini berpesan agar senantiasa menantang diri sendiri dan menjajaki kemampuan yang dimiliki. “Yang terpenting adalah teruslah belajar untuk berkembang demi menjawab tantangan masa depan yang lebih kompleks,” ujar pria yang gemar olahraga lari ini.

Firman berharap suatu saat ia dapat menulis buku tentang ilmu komunikasi serta pengalamannya sebagai praktisi PR. Ia juga berkeinginan untuk menulis buku ringan mengenai pengalamannya mendapatkan beasiswa dan menjalankan studi selama di luar negeri. “Semoga buku ini dapat menjadi warisan yang bermanfaat bagi orang banyak, khususnya para generasi penerus maupun praktisi PR,” tutupnya. (rvh)

 

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
tentang penulis
komentar (0)
TERPOPULER

Event

CEO VIEW

Interview

Figure

BERITA TERKINI